Ibu Si Gadis Yatim Pulau Sapudi, Ditemukan Meninggal di Pesisir Laut Sonok

- Redaksi

Kamis, 16 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Masyarakat Pulau Sapudi Sumenep digegerkan oleh penemuan mayat perempuan di pinggir Pantai Paseser Desa Sonok Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kamis, (16/12).

Dari pantauan awak media, perempuan tersebut sudah ditemukan tergeletak di pinggir pantai dekat lapangan sepak bola Sonok Paseser.

Setelah ditelusuri, perempuan itu bernama Suliya, warga Dusun Panjalinan, Desa Gendang Barat Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut salah satu warga Sonok yang enggan disebutkan namanya, Suliya ditemukan ditengah laut, kemudian pihaknya membawa ke pinggir pantai.

“Itu ditemukan ditengah laut pak,” ujar salah satu nelayan warga Sonok.

Melalui sambungan telepon, Kanit Polsek Nonggunong, Angga mengatakan bahwa sampai detik ini pihaknya masih melakukan penelusuran.

“Itu motifnya masih belum ketahuan mas, sampai saat ini masih kami dalami,” ujar Anggga.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih menghimpun beberapa informasi mengenai motif meninggalnya ibu si gadis yatim yang ditemukan tergeletak di pesisir pantai itu.

Baca Juga :  Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Atas Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap LKPJ 2022 dan 3 Raperda

Diketahui sebelumnya, Suliya memang dikabarkan memiliki gangguan jiwa, meski begitu, ia merupakan muslimah yang taat. Ia tidak pernah meninggalkan sholat dan mengaji.

Suliya memiliki anak perempuan yang bernama Siti Nuraini. Sebelumnya, dirinya sempat viral lantaran hanya tinggal berdua bersama anaknya di ladang tak beratap.

Baca Juga :  Bunda Fitri Gelar Seminar Bersama Pelaku UMKM Sumenep Hingga Curhat Fauzi As

Selama berbulan-bulan lamanya, ia hanya tinggal di rumah tak beratap dan diperbantukan makanan dari masyarakat setempat.

Pada hari Sabtu (28/08), melalui lembaga Ranting Ansor Gendang Barat, Suliya dan anaknya itu sempat dibuatkan rumah di tanah miliknya sendiri.

Baca Juga :  PIN Desa Legung Timur Rayakan Hari Santri Nasional 2022 Penuh Hikmat

Banyak donatur berdatangan sebagai perasaan iba untuk memberikan bantuan peralatan rumah. Meskipun begitu, hal tersebut tidak membuat Suliya kembali hidup normal.

Gangguan jiwa Suliya semakin parah, sehingga sempat terjadi insiden pemotongan kambing tetangganya untuk dibuatkan selamatan di rumahnya.

Kali ini, Suliya sudah tiada, ia meregang nyawa tanpa diketahui apa penyebabnya. Mayat Suliya saat ini masih berada di Puskesmas Nonggunong untuk dilakukan otopsi dan didalami lebih lanjut terkait motif meninggalnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya
Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan
MWC NU Bangsalsari Sukses Gelar Resepsi Harlah NU ke-102 di Ponpes Darul Hidayah
Dorong Peningkatan Taraf Ekonomi, Empat Sekawan Mulia Salurkan Ratusan Bibit Durian
Kapolres Sumenep Serahkan Sepasang Kambing ke Polsek Jajaran
Membludak, Puluhan Ribu Simpatisan FINAL Padati Istighatsah Akbar untuk Para Pejuang Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:50 WIB

HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:17 WIB

Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong

Sabtu, 8 Maret 2025 - 20:43 WIB

Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya

Sabtu, 8 Maret 2025 - 17:34 WIB

Bupati Wongsojudo: Menjaga Gamelan dan Topeng Sumenep dari Kepunahan

Sabtu, 25 Januari 2025 - 17:14 WIB

MWC NU Bangsalsari Sukses Gelar Resepsi Harlah NU ke-102 di Ponpes Darul Hidayah

Berita Terbaru

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:52 WIB

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:25 WIB

Nasional

UIN Madura Perkuat Budaya Riset melalui Workshop

Kamis, 2 Apr 2026 - 18:57 WIB

Verified by MonsterInsights