Kematian Cemeng Penuh Kejanggalan, Dibunuh atau Bunuh Diri?

- Editorial Team

Senin, 14 Februari 2022 - 21:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Edi Purnomo Tokoh Pemuda Desa Brakas. (c)istimewa

Edi Purnomo Tokoh Pemuda Desa Brakas. (c)istimewa

SUMENEP – Jagat Bumi Adhi Rasa dihebohkan atas kematian Muhammad Efendi salah satu warga Dusun Barat Embung Desa Brakas Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, yang ditemukan gantung diri di gubuk kecil dekat rumahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi okedaily.com, Muhammad Efendi alias Cemeng, pertama kali ditemukan dengan terjerat tali di leher oleh tetangganya bernama Dandi.

Melihat keadaan Cemeng yang tergantung, pada Minggu (13/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sehubungan Dandi selaku saksi pertama yang melihat Almarhum (Cemeng, red) dalam posisi demikian, lalu ia bergegas memanggil temannya untuk menolong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kematian Cemeng Penuh Kejanggalan, Dibunuh atau Bunuh Diri?
Muhammad Efendi alias Cemeng. @postingan akun Facebook Edi Purnomo

Namun sekembalinya Dandi bersama teman-teman ke lokasi kejadian, Cemeng yang menggantung dengan jeratan tali di leher itu, ternyata sudah dalam kondisi tak bernafas. Dimana peristiwa tersebut oleh pihak keluarga dirasa tidak wajar.

“Pada malam itu (Cemeng, red) dengan terjerat tali dileher, saksi pertama saudara Dandi takut melihat almarhum Cemeng terjerat tali di gubuk, lalu saksi memanggil temannya untuk menolong, tapi setelah ditolong ternyata saudara cemeng sudah meninggal dunia” Tutur Edi Purnomo, Senin (14/2).

Owak Di, sapaan karib Edi Purnomo tokoh pemuda Desa Brakas itu menjelaskan bahwa, kematian atau meninggalnya almarhum Cemeng ialah penuh kejanggalan. Sebab kata dia, ketinggian gubuk lebih rendah dari tinggi badan almarhum Cemeng.

“Tapi kematian saudara cemeng penuh kejanggalan, karena tingginya gubuk masih kalah sama tinggi badan almarhum, dan posisinya terduduk dalam kondisi leher terjerat tali di posko (gubuk, red) itu” Jelasnya.

Dari itulah, ia sebagai kerabat almarhum meminta kepada pihak kepolisian setempat agar menindaklanjuti atau menyelidiki peristiwa tersebut. Menurutnya, posisi jenazah dan ciri bunuh diri, tidak ada indikasi bunuh diri murni.

“Sebagai keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk tindaklanjuti. Apakah almarhum dibunuh atau bunuh diri, karena dilihat dari posisi jenazah tidak ada indikasi bunuh diri murni” Tukasnya dengan penuh tanda tanya.

Terpisah, dalam upaya memberikan informasi akurat terhadap publik khususnya keluarga almarhum, kemudian media ini menghubungi Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, untuk mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Permasalahan Bansos Dalam LAHP Ombudsman RI, Kemensos Diberi Waktu 30 Hari

Ibu Widi sapaan Kasubag Humas Polres Sumenep, saat ditanya melalui percakapan aplikasi WhatsApp, apakah sudah mendapat laporan dari pihak polsek Ra’as terkait hal tersebut? Ia membalas “Sudah ada mas, masih kita lidik” Jawabnya dengan hemat, Senin (14/2) siang.

Baca Juga :  Pasca Pelantikan, Putri Kades Giring Posting Video Konvoi di Facebook

Kendati demikian, okedaily.com meminta info lebih lanjut dari hasil penyelidikan atas peristiwa yang menimpa almarhum Cemeng. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada Pers Rilis resmi dari pihak Polres Sumenep.

Baca Juga :  Ada Apa Dibalik Kurangnya Bukti Ulah PNS Nakal Kecamatan Kangayan?
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Related News

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB