Kematian Cemeng Penuh Kejanggalan, Dibunuh atau Bunuh Diri?

- Redaksi

Senin, 14 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edi Purnomo Tokoh Pemuda Desa Brakas. (c)istimewa

Edi Purnomo Tokoh Pemuda Desa Brakas. (c)istimewa

SUMENEP – Jagat Bumi Adhi Rasa dihebohkan atas kematian Muhammad Efendi salah satu warga Dusun Barat Embung Desa Brakas Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, yang ditemukan gantung diri di gubuk kecil dekat rumahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi okedaily.com, Muhammad Efendi alias Cemeng, pertama kali ditemukan dengan terjerat tali di leher oleh tetangganya bernama Dandi.

Melihat keadaan Cemeng yang tergantung, pada Minggu (13/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Sehubungan Dandi selaku saksi pertama yang melihat Almarhum (Cemeng, red) dalam posisi demikian, lalu ia bergegas memanggil temannya untuk menolong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kematian Cemeng Penuh Kejanggalan, Dibunuh atau Bunuh Diri?
Muhammad Efendi alias Cemeng. @postingan akun Facebook Edi Purnomo

Namun sekembalinya Dandi bersama teman-teman ke lokasi kejadian, Cemeng yang menggantung dengan jeratan tali di leher itu, ternyata sudah dalam kondisi tak bernafas. Dimana peristiwa tersebut oleh pihak keluarga dirasa tidak wajar.

“Pada malam itu (Cemeng, red) dengan terjerat tali dileher, saksi pertama saudara Dandi takut melihat almarhum Cemeng terjerat tali di gubuk, lalu saksi memanggil temannya untuk menolong, tapi setelah ditolong ternyata saudara cemeng sudah meninggal dunia” Tutur Edi Purnomo, Senin (14/2).

Owak Di, sapaan karib Edi Purnomo tokoh pemuda Desa Brakas itu menjelaskan bahwa, kematian atau meninggalnya almarhum Cemeng ialah penuh kejanggalan. Sebab kata dia, ketinggian gubuk lebih rendah dari tinggi badan almarhum Cemeng.

“Tapi kematian saudara cemeng penuh kejanggalan, karena tingginya gubuk masih kalah sama tinggi badan almarhum, dan posisinya terduduk dalam kondisi leher terjerat tali di posko (gubuk, red) itu” Jelasnya.

Dari itulah, ia sebagai kerabat almarhum meminta kepada pihak kepolisian setempat agar menindaklanjuti atau menyelidiki peristiwa tersebut. Menurutnya, posisi jenazah dan ciri bunuh diri, tidak ada indikasi bunuh diri murni.

“Sebagai keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk tindaklanjuti. Apakah almarhum dibunuh atau bunuh diri, karena dilihat dari posisi jenazah tidak ada indikasi bunuh diri murni” Tukasnya dengan penuh tanda tanya.

Terpisah, dalam upaya memberikan informasi akurat terhadap publik khususnya keluarga almarhum, kemudian media ini menghubungi Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, untuk mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga :  BEM Nusantara DIY Apresiasi Komjen Pol Ahmad Dofiri Bongkar Kejahatan Ferdy Sambo

Ibu Widi sapaan Kasubag Humas Polres Sumenep, saat ditanya melalui percakapan aplikasi WhatsApp, apakah sudah mendapat laporan dari pihak polsek Ra’as terkait hal tersebut? Ia membalas “Sudah ada mas, masih kita lidik” Jawabnya dengan hemat, Senin (14/2) siang.

Baca Juga :  Muhammadiyah: Pernyataan Megawati Tentang Minyak Goreng Akan Jadi Senjata Ampuh

Kendati demikian, okedaily.com meminta info lebih lanjut dari hasil penyelidikan atas peristiwa yang menimpa almarhum Cemeng. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada Pers Rilis resmi dari pihak Polres Sumenep.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji
Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:33 WIB

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB