Ketua DPD KNPI Medan : Tolong Pemerintah Turunkan Harga Sembako Bukan Suara Adzan

- Editorial Team

Jumat, 25 Februari 2022 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Medan, Muhammad Daffasya Adnan Sinik, S.H. mengatakan bahwa, adzan tidak pernah menganggu masyarakat.

“Adzan adalah pertanda masuknya jadwal sholat. Mulai dari Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib Isya, dengan lantunan bacaan ngaji, seharusnya bagi kami ini adalah ketenangan,” Ujar Daffa kepada media ini, Jum’at (25/2).

Daffa juga menyebutkan bahwa, selama ini seluruh masyarakat sangat menghargai toleransi dan tidak pernah mempermasalahkan suara adzan. Pihaknya menyarankan agar Menteri Yaqut, untuk tidak menyinggung kembali masalah suara adzan, karena ucapannya sangat tidak mendasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami KNPI Medan akan siap demo besar besaran, jika masih menyinggung masalah adzan Masjid. Alangkah lebih baik pemerintah konsentrasi terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat yang masi tinggi. Jadi turunkan harga sembako itu lebih baik,” Kata Daffa.

Bantahan dan Klarifikasi Kementerian Agama

Baca Juga :  Aksi Aliansi BEM Sumenep, Tampilkan Drama Ilustrasi Bismillah Melayani Investor

Kementerian Agama (Kemenag) mengklarifikasi soal Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang mengeluarkan pernyataan kontroversial karena dianggap telah menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing. Hal itu diungkapkan Yaqut menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Thobib Al Asyhar mengklaim, jika pernyataan Menteri Yaqut bukan untuk membanding-bandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing. Dia pun menyayangkan, ramainya pemberitaan soal Yaqut membandingkan dua hal tersebut.

“Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” ujar Thobib di Jakarta, Kamis (24/02), seperti dilansir dari media online suara.com.

Dia menjelaskan kronologi pernyataan Yaqut yang kini memicu kontroversi. Menurutnya, ditanya wartawan mengenai SE tentang pedoman penggunaan toa masjid, Menteri Yaqut mengatakan, dalam hidup di masyarakat yang plural diperlukan toleransi.

Baca Juga :  TKSK Sapeken Lakukan Pemutakhiran DTKS Sesuka Hati?

Dengan itu, kata dia, perlu pedoman bersama agar kehidupan harmoni tetap terawat dengan baik, termasuk tentang pengaturan kebisingan pengeras suara apa pun yang bisa membuat tidak nyaman.

“Dalam penjelasan itu, Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya, makanya beliau menyebut kata misal. Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara,” jelasnya.

Menurut Daffa, “Meski sudah dibantah dan Klarifikasi dari Kementerian Agama, tapi kegaduhan akibat pernyataan Menteri Agama tersebut masih menjadi kontroversi dan perbedaan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB