Sosok Pesinetron Pada Diri Kasatpol PP Sumenep

- Editorial Team

Selasa, 16 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwo Edi Prasetya Kasatpol PP Sumenep [okedaily.com / Istimewa]

Purwo Edi Prasetya Kasatpol PP Sumenep [okedaily.com / Istimewa]

Okedaily.com, Sumenep – Kelakuan Kasatpol PP Sumenep yang memaki anggotanya dengan kata-kata kasar hingga membawa-bawa Bupati, ternyata sudah pernah terjadi sebelum kejadian rekaman suaranya yang menghebohkan beredar.

Diberitakan sebelumnya, rekaman suara Purwo Edi Prasetya Kasatpol PP Sumenep, berkata ‘kotor’ dan menyebut Bupati saat berkomunikasi via telepon dengan salah satu anggotanya menjadi viral di tengah masyarakat.

Beberapa televisi swasta nasional bahkan turut memberitakan mengenai Kasatpol PP Sumenep yang meluapkan emosinya secara berlebihan kepada anggota di bawahnya itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awak media yang melakukan penelusuran ke Kantor Satpol PP Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tentang bagaimana sikap Purwo dalam keseharian memimpin anak buahnya, pada Senin (15/11) pagi.

Memperoleh dokumentasi yang tidak kalah mengejutkan dengan yang telah beredar. Yakni, rekaman suara Kasatpol PP Sumenep tengah menumpahkan amarah pada bawahannya yang berbeda dari yang viral.

Baca Juga :  Ketua DPC AWDI Sumenep : Berikan Akses Informasi yang Sehat dan Bermartabat

Dalam rekaman baru tersebut, terdengar juga suara Kasatpol PP Sumenep sedang mencak-mencak kepada anggotanya, dan juga terlontar ucapan tentang Bupati.

“Matamu, di WA (WhatsApp, red) pimpinan dari kemarin engga dibalas, ditelpon ga diangkat, kamu keterlaluan menginjak harga diri saya. Saya tidak mau tahu, kamu Minggu sore persiapan ikut saya ke Jawa, paham?!” Ketus Purwo.

Kemudian terucap juga ancaman Kasatpol PP Sumenep akan memecat anggotanya yang ditelepon. “Saya pecat kamu, kurang Pak Bupatinya beking kamu, ngerti kamu?! Ancam Kepala Satuan Penegak Perda Kota Keris.

Baca Juga :  Djoni Soroti Pengakuan Pemkab Sumenep tentang Defisit APBD 2025 Sebesar 245M

Terungkap, keengganan anggota Satpol PP Sumenep, yang belakangan diketahui bernama Jefri untuk merespon panggilan Kasatpol PP disebabkan karena yang bersangkutan pernah ditonjok oleh Purwo sebelumnya.

Sebabnya adalah, Jefri gagal menemukan pasangan sendal milik Purwo yang tidak ada saat ingin dikenakan. Dan akhirnya, ketika Kasatpol PP sendiri yang menemukan sendalnya, sendal tersebut sempat melayang ke arah Jefri namun beruntung luput dari sasaran.

Mendapati informasi serta rekaman suara Jefri, awak media lantas berusaha menemuinya guna meminta keterangan, namun tidak berhasil.

Selain itu, salah satu internal Satpol PP memberikan julukan unik bagi sosok Kasatpol PP Sumenep yang meledak-ledak yang berbeda dengan sikapnya saat berada diluar kesatuan. “Pesinetron itu mas,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Okedaily.com, ternyata Purwo Edi Prasetya memang temperamental sejak dahulu sebelum dirinya menjabat sebagai Kasatpol PP Sumenep.

“Dia memang bahasanya kasar kalau ke anak buah. Saat saya ikut apel pernah dimarahi oleh Purwo karena hal sepele, saya tepis dan saya lawan, Miris,” ungkap narasumber yang tak mau disebutkan namanya dan tidak merinci seperti apa bahasa kasar yang dilontarkan.

Diketahui, sebelum duduk di tampuk pimpinan tertinggi penegak Perda Kabupaten Sumenep, Purwo Edi Prasetya pernah menduduki posisi sebagai Camat Batu Putih.

Baca Juga :  BEM Nusantara Jatim Siapkan Aksi Besar-besaran Tolak Wacana Kenaikan BBM

Kasatpol PP Sumenep yang ternyata lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang dihubungi via WA untuk diminta konfirmasinya, tidak menjawab hingga berita ini diterbitkan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting
KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat
Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian
Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut
Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan
Sinergi Ponpes Al-islamiyah Pakondang Bersama Yonif TP 931/KJ Sukseskan Kemah HIMMAH ke-51
Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor
RSUD Moh Anwar Siapkan Kompensasi Jika Pelayanan Kesehatan Tak Sesuai SOP

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:37 WIB

PKM Universitas Yudharta Pasuruan Dampingi PKK Tunggul Wulung Cegah Stunting

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:32 WIB

KMMB Sumut Desak Polri Usut Dugaan Beroperasinya Diskotek Blue Night di Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:59 WIB

Kerum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut, Serukan Stop Ujaran Kebencian

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:14 WIB

Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:01 WIB

Yonif TP 931/KJ Siap Dukung Program Pemerintah dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB