Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Nakes Pertaruhkan Nyawa, PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Diduga Ambil Keuntungan

Avatar of Okedaily
×

Nakes Pertaruhkan Nyawa, PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Diduga Ambil Keuntungan

Sebarkan artikel ini
Nakes Pertaruhkan Nyawa, PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Diduga Ambil Keuntungan
Ilustrasi : okedaily.com / Aditya

Okedaily.com, Sumenep – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga menyelewengkan pengadaan APD disaat gelombang pertama pandemi Covid19 tahun 2020 lalu.

Sebagai penanggungjawab pengadaan barang dan jasa, PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep bertugas menetapkan rencana pelaksanaan pengadaan barang atau jasa.

Kemudian juga menentukan spesifikasi teknis barang atau jasa serta harga perkiraan sendiri, dari sebuah barang atau jasa yang akan digunakan oleh RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep.

Utamanya, kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep disaat pandemi Covid19 datang menghantam.

Kualitas APD yang memenuhi standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mutlak menjadi suatu keharusan dan tidak dapat ditawar.

Informasi tentang PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep yang disinyalir mengadakan APD yang tidak sesuai standar, datang dari Nakes RSUD kebanggaan Kota Keris sendiri.

“Saat awal pandemi Covid19 datang, Nakes di RSUD dr. H. Moh. Anwar tidak dilengkapi dengan APD berstandar. Bahkan face shield (Pelindung wajah, red) buat sendiri mas,” ungkap Nakes yang meminta dirahasiakan namanya.

Lebih lanjut, Nakes tersebut menjelaskan, saat itu banyak Nakes RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep mengeluh karena APD yang disediakan oleh rumah sakit kualitasnya sangat buruk.

“Hampir semua APD yang digunakan para Nakes di RSUD dr. H. Moh. Anwar mudah sobek, saking tipis dan buruknya kualitas,” jelasnya.

Ketika ditanyakan kualitas APD yang jelek itu, mungkin karena keterbatasan anggaran, Nakes RSUD dr. H. Moh. Anwar tersebut tersenyum sinis.

“Yang jelas anggaran itu pasti disediakan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan mas. Kalau ternyata APD yang disediakan tak berstandar ya proses pengadaannya yang bermasalah,” ketusnya.

Sementara, jawaban mengejutkan diperoleh dari dr. Kusmuni PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar pada tahun 2020, yang ditemui Okedaily.com di ruangan kerjanya, Senin (16/11).

Baca Juga :  KM Hulalo Sandar Darurat Demi Ibu dan Anak Kembar

Dirinya mengatakan, bahkan pada saat awal-awal pandemi Covid19, para Nakes tidak menggunakan APD standar melainkan memakai jas hujan.

“Saat gawat-gawatnya waktu itu di pasar ga ada, kita bikin. Kita beli pada orang yang bikin sendiri karena di pasar tidak ada. Awal-awal malah pakai jas hujan kita,” katanya.

Ketika disinggung tentang anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan APD dengan harga yang tidak pantas, dr. Kusmuni menjawab, harga saya itu memang kalau dihitung sekarang tidak pantas tetapi saat itu pantas.

“Semua berebut kok, kita dapat itu saja untung kok, Susah nyarinya kok. Setelah bulan enam kita baru beli yang sesuai standar Kemenkes,” ujar dr. Kusmuni.

Diketahui juga, pada tahun 2020 lalu, terjadi proses pekerjaan pembangunan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, tanpa melalui proses perencanaan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Ketua DPW PWOIN Sumut Apresiasi Kinerja Jajaran Kepolisian Sumut

Menanggapi hal tersebut, PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep saat itu menyampaikan, bahwa terjadi pada pembangunan rehab ruang isolasi pertama.

“Kita dalam waktu cepat harus membuat ruang isolasi, jadi waktu itu pekerjaan jalan perencanaan jalan,” dalihnya.

Setelah Okedaily.com selesai mewawancarai PPK RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep tahun 2020, sempat bertemu dengan dr. Erliyati yang menanyakan kepentingan awak media bertemu dr. Kusmuni.

Ketika dijelaskan bahwasanya kepentingannya adalah untuk konfirmasi pengadaan APD tahun 2020, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar tersebut berkata.

“Sudah lah mas, yang penting kita sudah selamat (melewati hantaman pandemi Covid-19, red),” tukas dr. Erliyati.