Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Kepulauan Ra'as Sumenep, Nurifan Hairi. ©okedaily.com

Tokoh Pemuda Kepulauan Ra'as Sumenep, Nurifan Hairi. ©okedaily.com

OkeDaily.com Kepulauan Ra’as bukan sekadar titik koordinat di peta Kabupaten Sumenep, pulau ini adalah tanah dengan potensi ekonomi luar biasa yang dihuni oleh sumberdaya manusia tangguh. Namun, fakta di lapangan berbicara lain.

Hingga saat ini, Ra’as masih terjebak dalam romantisme kemiskinan dan keterbelakangan infrastruktur. Listrik yang sering padam, dan akses jalan yang rusak selama bertahun-tahun adalah potret buram yang seharusnya bisa diintervensi, jika ada sinergi antara pemerintah dan sektor swasta asal daerah.

Ada sedikit kontras yang menyakitkan, ketika kita menoleh ke Pulau Sapudi. Di sana, para pengusaha sukses, mulai aktif pulang kampung melalui kontribusi nyata bagi pembangunan. Mungkin karena mereka dirangkul, didengar, dan dilibatkan. Sebaliknya, di Kecamatan Ra’as, kita melihat adanya stagnansi komunikasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai putra daerah, saya melihat pemerintah kecamatan seakan kehilangan gairah untuk mengoordinasi para pengusaha sukses asal Ra’as yang tersebar di berbagai daerah, khususnya mereka yang memegang kendali bisnis di Bali. Pertanyaannya sederhana; Kenapa momentum mudik lebaran berlalu begitu saja tanpa satu pun forum dialog ekonomi?.

Baca Juga :  Polri Tingkatkan Kepercayaan Publik, BEMNUS Jatim : Buah Dari Kerja Nyata Kapolri dan Jajarannya

Para pengusaha sukses asal Ra’as memiliki tiga hal yang tidak dimiliki pemerintah seperti jaringan, modal, dan kelincahan. Jika pemerintah kecamatan mampu bertindak sebagai mediator yang progresif, para pengusaha ini bisa menjadi motor penggerak khususnya untuk hilirisasi produk lokal, membawa produk laut dan pertanian Ra’as langsung ke pasar nasional tanpa melalui tengkulak yang mencekik.

Penyediaan lapangan kerja, membangun unit usaha di tanah kelahiran agar pemuda Ra’as tidak lagi dipaksa keadaan untuk merantau ke Bali atau kota besar lainnya, hanya demi sesuap nasi. Akselerasi infrastruktur, melalui skema yang terarah untuk membantu masalah krusial seperti energi dan perbaikan infrastruktur.

Ada beberapa solusi taktis untuk pemerintah kecamatan Ra’as:
1. Pembentukan database diaspora Ra’as, Pemerintah harus segera melakukan pendataan valid terhadap pengusaha asal Ra’as di seluruh Nusantara. Tanpa data, koordinasi hanyalah omong kosong.
2. Digitalisasi forum komunikasi (Ra’as Economic Group) jangan menunggu pertemuan fisik setahun sekali. Bentuk wadah komunikasi digital seperti grup WhatsApp atau telegram yang berisi otoritas kecamatan, tokoh masyarakat, dan para pengusaha. Forum ini digunakan untuk melaporkan masalah pulau secara real time dan mendiskusikan peluang investasi.
3. Agenda tahunan Ra’as Business Forum” Manfaatkan bulan Ramadhan atau libur Idul Fitri bukan hanya untuk seremonial, tetapi sebagai forum investasi daerah. Pemerintah memaparkan potensi pulau, dan pengusaha memberikan masukan serta komitmen kontribusi.
4. Insentif dan Kemudahan Izin.Pemerintah kecamatan harus menjamin bahwa putra daerah yang ingin berinvestasi di tanah kelahiran diberikan karpet merah, bukan justru dipersulit dengan birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Mengatasi Tantangan Migrasi Tenaga Kerja Pulau Raas ke Bali

Kemajuan kepulauan Ra’as tidak bisa hanya digantungkan pada pundak kepala daerah atau anggaran negara yang terbatas. Ia butuh gotong royong modern. Jika pemerintah kecamatan masih “setengah hati” dan kurang semangat dalam merangkul para pengusaha kita sendiri, maka jangan salahkan jika Ra’as tetap akan menjadi penonton di tengah kemajuan pulau-pulau tetangga.

Baca Juga :  September, Mencatat Demonstrasi Mahasiswa

Sudah saatnya pemerintah kecamatan Ra’ad berhenti menjadi “penjaga kantor” dan mulai menjadi “penjemput bola” demi kesejahteraan rakyat Ra’as.

Oleh: Nurifan Hairi, Tokoh Pemuda Raas

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media siber okedaily.com.

Kanal opini (kopini) media siber okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: okedaily.com

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati
Teka-Teki PR Fiktif, Obrolan Warung Kopi Menuju Kebijakan Bupati Suka-Suka
Baznas Sumenep, Lembaga Amal atau Agensi Pencitraan?
Baznas Sumenep Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi
Aparat Represif, Negara Tanpa Solusi

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

Senin, 6 April 2026 - 19:49 WIB

Aktivis Pembunuh Petani Tembakau

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:22 WIB

Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati

Berita Terbaru

Ketum Hima Persis DKI Jakarta, Ihsan. ©okedaily.com/ist

Ekonomi Bisnis

Trans Jakarta ke Bandara Soetta, Akses Publik Makin Mudah

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:22 WIB

Verified by MonsterInsights