Moratorium Izin Baru PR, Kebijakan Munafik Bupati Sumenep?

- Editorial Team

Senin, 7 Juli 2025 - 18:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

APHT Sumenep yang memiliki perlakuan istimewa proses izin baru perusahaan rokok, dan dikuasai orang-orang dekat kekuasaan. ©Okedaily.com

APHT Sumenep yang memiliki perlakuan istimewa proses izin baru perusahaan rokok, dan dikuasai orang-orang dekat kekuasaan. ©Okedaily.com

OkeDaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, dibawah kepemimpinan Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, sejak tiga bulan lalu telah mengambil kebijakan moratorium izin baru untuk perusahaan rokok (PR).

Berdasarkan informasi yang dihimpun okedaily.com, moratorium ini diberlakukan karena adanya dugaan penyalahgunaan izin oleh sejumlah PR. Dimana mereka hanya mengantongi legalitas tanpa melakukan produksi.

Adapun tujuan dari kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa izin usaha yang dikeluarkan Pemkab Sumenep benar-benar digunakan untuk kegiatan produksi, dan bukan hanya untuk formalitas administratif belaka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Dinas PRKP dan Perhubungan Sumenep Akan Kawal Pembangunan Bandara di Tiga Kepulauan, Dimana Saja?

Dikatakan Bupati Wongsojudo, bahwa moratorium itu hanya untuk sejumlah PR yang saat ini tengah dalam tahap evaluasi. Dari itu, pihaknya tidak akan lagi memberikan ruang bagi pengusaha yang hanya mengoleksi izin PR tanpa aksi nyata.

“Satu izin, satu produksi. Satu merek rokok, harus benar-benar diwujudkan. Jangan sekadar nama di atas kertas,” tegas Bupati Wongsojudo, dikutip kabar madura.

Sementara itu, seorang warga Sumenep, Mashudi Surahman, menilai kebijakan tersebut tidak lebih dari kepura-puraan alias munafik. Pasalnya, meski secara jelas tak ada surat edaran atau instruksi tertulis, di lapangan justru terjadi praktik diskriminatif yang mencolok.

Bagaimana tidak? sementara sejumlah pihak yang mengajukan izin baru PR mengalami penangguhan tanpa kejelasan, tapi milik orang dekat kekuasaan justru mulus mendapatkan akses rekomendasi dan proses pengajuan NPPBKC ke Bea Cukai.

Baca Juga :  Lembar XIII, Fauzi As : Takdir Pulau Ter-pulaukan

Kendati demikian, dia menegaskan, praktik semacam itu akan memunculkan dugaan kuat bahwa moratorium hanya berlaku untuk pihak tertentu, sementara bagi yang punya kedekatan kekuasaan, semua bisa diatur.

“Kalau tidak ada surat resmi, tapi faktanya izin PR untuk orang-orang tertentu tetap diloloskan, itu sama saja munafik,” ujar dia, mewakili pelaku usaha rokok lokal yang merasa dipersulit.

Menurutnya, kebijakan Bupati Wongsojudo yang tidak konsisten seperti ini mencederai prinsip keadilan dan membuka ruang spekulasi bahwa kekuasaan digunakan untuk melindungi kepentingan kelompok tertentu.

Padahal, sambung dia, dalam konteks pembangunan daerah dan penciptaan lapangan kerja, keberadaan PR yang legal dan berizin seharusnya didorong secara terbuka dan adil.

Baca Juga :  Jelang Pemberlakuan HET Minyak Goreng, Gubernur Khofifah Minta Jaga Rantai Pasok Distribusi

Oleh karena itu, ia mendesak Bea Cukai Madura untuk menolak atau menunda penerbitan NPPBKC yang diajukan Pemkab Sumenep, khususnya bagi PR yang tergabung dalam APHT Sumenep yang diduga mendapatkan perlakuan istimewa. Berikut ini daftarnya :

  1. CV. Pulau Garam Tobacco
  2. PR. Kamerad Abadi
  3. PR. Leble Cahaya Indah
  4. PR. Gunung Payudan Madurasa
  5. PR. Kuda Terbang
  6. PT.Madura Internasioanl Djaya
  7. PT. Faris Tobacco Manufactur
  8. PR Gucci Delapan Lima
  9. PR Verde Nusantara Abadi
  10. PR Indo Jalur Gaza
  11. PR Industri Sumber Jaya Madura

“Tujuannya jelas, menjaga agar proses perizinan tetap objektif, transparan, dan tidak dikendalikan oleh kepentingan politik lokal,” kata Raden Bocil, kerap disapa.

“Jika Bupati Sumenep tidak mampu bersikap adil, maka bertobatlah. Kebijakan publik itu harus berpihak pada keadilan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok,” tambahnya, mengkritik ketimpangan ini.

Ironisnya, Pemkab Sumenep justru seolah bermain mata dalam proses perizinan ini. Di satu sisi bicara penertiban dan legalitas, di sisi lain justru memfasilitasi yang dekat, dan membatasi yang tidak satu lingkaran.

Baca Juga :  Raja Hantu Sebut Erina Pembohong Besar, Ini Alasannya

“Pertanyaannya sederhana kok, kira-kira untuk siapa sebenarnya kebijakan ini dibuat?,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan
Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Related News

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB