Pemkab Sumenep Benarkan APBD Tahun Anggaran 2025 Mengalami Defisit 245 Miliar

- Editorial Team

Senin, 6 Januari 2025 - 12:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Kepala Bidang Anggaran BKAD Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fardiansyah, S.Kom., M.Si. saat menemui awak media di ruang tamu kantornya. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Kepala Bidang Anggaran BKAD Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fardiansyah, S.Kom., M.Si. saat menemui awak media di ruang tamu kantornya. ©Okedaily.com/Bang_dJ

SUMENEP, OKEDAILY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat membenarkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 mengalami defisit sebesar Rp245 miliar.

Kepala BKAD Pemkab Sumenep melalui Kepala Bidang Anggaran, Fardiansyah, S.Kom, M.Si, memastikan bahwa meski terjadi defisit, kondisi keuangan daerah masih dapat diatasi melalui sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) dari realisasi Tahun 2024.

“Kita ambilkan salah satunya dari Silpa tahun 2024. Berapa Silpanya? Kita estimasi pada angka terendah. Intinya, APBD Kabupaten Sumenep tahun 2025 aman,” ujarnya dengan enggan menyebutkan penyebab defisit saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Siswi Kelas 6 SD di Kota Malang Jadi Korban Kekerasaan dan Pelecehan Seksual Sekelompok Remaja

Namun, kabar mengenai defisit ini tetap menjadi perhatian serius masyarakat Kota Keris dan berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep.

APBD Sumenep Tahun Anggaran 2025 Defisit Rp245 Miliar, Penasehat AWDI Angkat Bicara
Penasehat DPC AWDI Kabupaten Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy. ©Okedaily.com

Diberitakan sebelumnya, Penasehat DPC AWDI Kabupaten Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy, menyoroti dampak yang bisa timbul dari defisit ini, terutama terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Kesehatan fiskal daerah sangat penting. Pemerintah perlu mengevaluasi setiap pos anggaran dan memprioritaskan efisiensi serta efektivitas belanja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/12/2024).

Baca Juga :  Refleksi Hari Pahlawan, PMII Komunis Gelar Apel Akbar

Pria yang karib disapa Djoni itu, juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, bersikap transparan dalam menjelaskan penyebab defisit.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep ini menilai, keterbukaan informasi merupakan langkah penting untuk mendapatkan solusi yang tepat dan menjaga kepercayaan publik.

“Jika ada kelalaian, Bupati harus memberikan sanksi administratif. Bila ditemukan pelanggaran hukum, serahkan kepada aparat penegak hukum. Ketegasan pemerintah adalah kunci agar kasus serupa tidak terulang,” tambahnya.

Baca Juga :  Transformasi Pelayanan Peningkatan Peserta BPJS di RSUD Moh Anwar Sumenep

Kondisi ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Sumenep untuk memperbaiki kinerja pengelolaan anggaran. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mengawasi implementasi program pembangunan demi memastikan manfaatnya dirasakan secara luas.

Kendati demikian, media online OKEDAILY hanya menyajikan, andalah yang menyimpulkan. Bagaimana mekanisme penganggaran SiLPA menurut peraturan berlaku? akan terbit pada segmen berikutnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Latest News