Peran Perempuan Pesisir sebagai agent of change

- Redaksi

Senin, 24 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan cinderamata oleh ketua yayasan mukti Palapa Moh Mahrus kepada Narasumber mbak Faiqotul Munawwarah. ©Okedaily.com/Andrean

Penyerahan cinderamata oleh ketua yayasan mukti Palapa Moh Mahrus kepada Narasumber mbak Faiqotul Munawwarah. ©Okedaily.com/Andrean

OkeDaily.com Tadarus Ramadhan yang diselenggarakan di Roma Sondhuk Pimpinan Noer Syamsi Zakaria oleh Tera’ Bulen dan yayasan Mukti Palapa selama bulan ramadhan sekaligus penutup kajian di bulan ramadhan ini, Ahad 23 Maret 2025, merajuk tema Ngaji Sosial dan Gender, menghadirkan narasumber Faiqotul Munawwarah, mantan aktivis Kopri PKC PMII Jawa Timur.

Ngaji sosial dan gender yang mengangkat kehidupan masyarakat pesisir ini berjudul “Perempuan Pesisir sebagai agent of Change”, judul tersebut dipaparluaskan oleh Mbak Faiq sebagai narasumber tunggal kali ini.

Baca Juga :  Menjawab Tantangan Pergerakan, Rayon Sunan Bonang Rajut Kolaborasi Gerakan PMII Jawa Timur

Dengan harapan, peran perempuan terutama yang hidupnya di pesisir probolinggo bisa berdaya dan memiliki peran yang positif terhadap keberlangsungan hidupnya tidak selalu ketergantungan kepada laki-laki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang diawali dengan penampilan drama kolosal oleh Teman-teman Teater SUKA-SUKA Kraksaan pimpinan mas Adib yang menampilkan sosio kultur yang ada di masyarakat pinggiran laut utara probolinggo.

Peran Perempuan Pesisir sebagai agent of change
Pemaparan materi oleh narasumber mbak Faiqotul Munawwarah didampingi oleh moderator mas adib. ©Okedaily.com/Andrean

Dalam perform tersebut sekilas dijelaskan bagaimana seorang perempuan yang dianggap tidak patut untuk bekerja sebagai nelayan, bahkan akan dianggap malapetaka oleh sebagian orang.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Tidak menghayal, drama tersebut dikisahkan dari hasil riset teman-teman teater suka-suka yang dilakukan di daerah Tongas, Dringu, Gending (Bentar), Klaseman, Pajarakan, Asembagus, Kalibuntu, Beddulan, Rantu tata, Lapangan Tembak, dan Binor.

Meskipun belum semua daerah tersebut sudah dilakukan riset, tetapi sebagian sudah terlaksana di awal tahun 2025.

Peran Perempuan Pesisir sebagai agent of change
Penampilan drama kolosal oleh teater suka suka. ©Okedaily.com/Andrean

Berselang beberapa menit setelah penampilan tersebut, narasumber yang saat ini aktif di LKP3 A PC Fatayat NU Kota Kraksaan mulai memaparkan materi yang semula sudah disiapkan dipimpin moderator mas adib.

Senada dengan apa yang ditampilkan dalam drama tersebut Mbak Faiq yang dulu pernah melakukan KKN di daerah Pesisir juga menyampaikan bahkan memang hal tersebut benar adanya, dan keanehan-keanehan tidak jarang ditemukan diwaktu itu.

Baca Juga :  MP3S Minta Hentikan Proyek RSUD Abuya, Lucu Kata KWK

Namun, dengan adanya kajian saat ini berharap tidak lagi terjadi Patriarki khususnya didaerah pesisir, setidaknya ada empat hal yang dia soroti yaitu, Ekonomi, Kesehatan, Lingkungan Hidup dan Kepemimpinan.

Ia yakin dengan 4 dasar tersebut perempuan-perempuan pesisir utamanya bisa memiliki kemandirian dalam ekonomi, Pusat kesehatan yang cukup, Pola dan lingkungan hidup untuk masa depan dan bisa bersaing dan berperan di pemerintahan.

Diskusi berjalan kondusif dan tidak monoton, sesekali peserta ikut terlibat aktif dalam kegiatan tanya jawab dan saling memberikan pendapat mereka tentang perempuan. Di akhir penutup diskusi ini mbak faiq memberikan closing statement.

“Perempuan pesisir menjadi sorotan karen ladang perekonomian mereka adalah lautan, berbeda dengan perempuan yang ada di daratan lain, tantangannya sebelas duabelas dengan perempuan di daratan lain, bedanya kalo didaerah pegunungan kena longsor kalo di pesisir kena banjir atau air laut naik,” katanya.

Baca Juga :  Adakan Sekolah Anggaran, Zia Ulhaq Menduga APBD Probolinggo Menyimpan Borok

Ia melanjutkan bahwa masih banyak pola patriarki yang terjadi didalam kehidupan sehari-hari baik yang di pegunungan dan di pesisir.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa semua kembali kepada layak atau tidak jika tugas seorang laki-laki dilakukan oleh perempuan dan sebaliknya, dan Tidak perlu bertengkar soal peran, hak dan tugas sebagai laki-laki dan perempuan, karena semuanya akan selesai dalam sebuah komunikasi.

Kajian yang diikuti oleh pemuda dan aktivis PMII, HMI, GMNI, IPNU dan IPPNU ini merupakan kegiatan rutin Tadarus ramadhan.

“Harapannya bisa menjadi wadah anak muda dan aktivis untuk menimba dan menyalurkan ilmunya melalui kajian dan diskusi,” Ujar Abdul Hanan selaku ketua panitia kegiatan ini.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko
SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji
Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:33 WIB

FKM UIN Sumut Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mitigasi Risiko

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:19 WIB

SMSI Dukung Asosiasi Dosen Indonesia Perjuangkan Kelayakan Gaji

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:24 WIB

Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB