Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

- Editorial Team

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Pemuda Gayam membangun bak air darurat untuk warga Gendang Barat yang terdampak kekeringan. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Pemuda Gayam membangun bak air darurat untuk warga Gendang Barat yang terdampak kekeringan. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Kekeringan yang selama ini dirasakan masyarakat pun dikhawatirkan tidak lagi hanya menjadi persoalan musim.

Aktivis Pemerhati Lingkungan Pulau Sapudi, Ach. Yani, mengingatkan masyarakat agar mulai memikirkan dampak jangka panjang dari penebangan pohon.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa pohon bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga fungsi ekologis yang sangat penting.

“Penebangan pohon harus diimbangi dengan penanaman kembali. Kalau pohon terus ditebang dan tidak ada penghijauan, dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ach. Yani, Minggu, (06/09/2026).

Baca Juga :  Baznas Sumenep Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi

Bagi masyarakat Gendang Barat dan sejumlah wilayah lainnya di Pulau Sapudi, air adalah kebutuhan yang tak bisa ditawar. Setiap musim kemarau, persoalan kekeringan kembali muncul.

Sementara di sisi lain, pohon-pohon yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari lanskap pulau perlahan menghilang, satu demi satu.

Baca Juga :  Waspada Petir di Musim Hujan, Berikut Langkah-Langkah Keselamatan yang Perlu Diketahui

“Kini pertanyaannya sederhana, tetapi penting. Jika pohon terus meninggalkan Sapudi, siapa yang akan menjaga air tetap tinggal?,” sergah Yani.

Facebook Comments Box

Penulis : Hasan Al-Hakiki

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Related News

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB