OkeDaily.com – Upaya peningkatan kualitas lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan terus dilakukan. Bersama sejumlah pihak, Pada Jumat (12/9), Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep Bidang Kesmas melaksanakan survei awal pembuatan IPAL di dua Puskesmas.
Menurut keterangan tim Kesling Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, survei ini menjadi tahap awal untuk merancang sistem IPAL yang sesuai standar.
“Pengelolaan limbah cair yang baik bukan hanya memenuhi regulasi, tetapi juga melindungi masyarakat dari potensi pencemaran,” jelas drg. Ellya Fardasyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
IPAL berfungsi mengolah limbah cair, seperti air bekas medis dan domestik, agar aman sebelum dibuang ke lingkungan. Dengan demikian, potensi penyebaran penyakit dan pencemaran air tanah dapat ditekan.
Lebih jauh, ia menyebut langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang ramah lingkungan.

“Ke depan, hasil survei akan menjadi dasar perencanaan teknis pembangunan IPAL di setiap Puskesmas,” ujarnya.
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan limbah medis yang aman.
Selain itu, kata dia, pembangunan IPAL tersebut akan menjadi investasi jangka panjang demi kesehatan lingkungan dan keselamatan publik.
“Kegiatan yang bertujuan untuk memastikan pengolahan limbah cair fasyankes ini digelar di Puskesmas Saronggi dan Puskesmas Pasongsongan,” tutupnya.
Untuk diketahui, survei ini melibatkan PT Cahaya Emas Cemerlang Jakarta, tim Kesling Dinkes P2KB Sumenep, Kepala Puskesmas, Petugas Kesling Puskesmas, hingga cleaning service (CS).



















![Pemerhati kebijakan publik, Fauzi AS. ©okedaily.com [dok: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260319_033856-360x200.jpg)