Masalah Klasik terbesar Kota Denpasar “MBS” Macet, Banjir, Sampah

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommh Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

I Gede Tommh Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra.

Denpasar, Okedaily.com – Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata di Bali terus menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Tiga persoalan utama yang kini menjadi sorotan masyarakat adalah masalah sampah, banjir, dan kemacetan, yang dinilai perlu mendapat penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Anggota DPRD Kota Denpasar dari daerah pemilihan Denpasar Selatan, I Gede Tommy Sumertha, mengatakan bahwa pertumbuhan kota yang pesat harus diimbangi dengan pengelolaan infrastruktur dan lingkungan yang lebih baik agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Denpasar. Meningkatnya aktivitas masyarakat serta pertumbuhan sektor pariwisata berdampak pada bertambahnya volume sampah setiap hari.

Sampah di Kota Denpasar. Foto: Radarbali

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pengurangan di sumber, pengolahan berbasis masyarakat hingga pemanfaatan teknologi seperti waste to energy. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan kota,” ujar Tommy Politisi Gerindra ini.

Selain sampah, banjir juga menjadi isu yang kerap muncul terutama saat musim hujan. Genangan air masih terjadi di sejumlah titik di Kota Denpasar yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti sistem drainase yang belum optimal, penyumbatan saluran air akibat sampah, serta berkurangnya daerah resapan air.

Banjir di Kota Denpasar. Foto: Antara

Tommy menilai perlu adanya upaya penataan sistem drainase secara menyeluruh, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan fasilitas resapan air di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Idul Adha Berbagi Qurban, Galungan Berbagi Babi, Zulfikar: Kader Gerindra Pelayan Masyarakat Semua

“Penanganan banjir tidak bisa hanya bersifat sementara. Diperlukan perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan drainase, penataan sungai, serta perlindungan kawasan resapan air agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang berlebihan,” jelasnya.

Sementara itu, kemacetan lalu lintas juga menjadi tantangan yang semakin terasa seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat di Kota Denpasar. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada waktu tempuh perjalanan, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan dan produktivitas warga.

Ilustrasi kemacetan. Foto: kompas.com

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menilai pemerintah perlu terus melakukan berbagai langkah strategis seperti pembangunan infrastruktur jalan, rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir, hingga pengembangan transportasi massal yang lebih efektif.

Baca Juga :  Gede Tommy DPRD Denpasar Dorong Penataan Jaringan Utilitas Terpadu di Kota Denpasar

“Solusi kemacetan harus dilakukan secara bertahap dan terencana. Selain pembangunan infrastruktur, pengaturan lalu lintas serta pembatasan kendaraan di kawasan tertentu juga perlu menjadi bagian dari kebijakan transportasi kota,” katanya.

Tommy menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan tersebut.

“Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali harus mampu menjadi kota yang tertata, bersih, dan nyaman. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan, diharapkan Kota Denpasar mampu menghadapi tantangan perkotaan sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Alfin

Editor : Editor

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken
Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep
Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah
Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani
Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani
Aspirasi Warga Sesetan Menguat, PemKot Berjanji Melakukan Penggantian Mesin dan Evaluasi Pengelolaan TPS3R Sesetan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:10 WIB

DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Rabu, 22 April 2026 - 08:10 WIB

Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah

Selasa, 21 April 2026 - 10:45 WIB

Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Selasa, 21 April 2026 - 10:32 WIB

Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

Verified by MonsterInsights