Pemuda Raas Sorot Kelangkaan BBM, Camat Habibi Merespon

- Editorial Team

Senin, 25 April 2022 - 18:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Aliansi Pemuda Raas mendatangi Kantor Kecamatan Raas saat gelar audiensi terkait kelangkaan BBM, hingga menyinggung penangkapan salah satu warga Raas di Pelabuhan Dungkek yang nekad swadaya mendatangkan BBM ke Pulau Raas. ©Redaksi

Aliansi Pemuda Raas mendatangi Kantor Kecamatan Raas saat gelar audiensi terkait kelangkaan BBM, hingga menyinggung penangkapan salah satu warga Raas di Pelabuhan Dungkek yang nekad swadaya mendatangkan BBM ke Pulau Raas. ©Redaksi

SUMENEP – Masyarakat kepulauan Raas mengeluh dengan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, sejak seminggu terakhir ini.

Kelangkaan bahan pokok yang menimpa rakyat pulau Raas itu, mendorong tokoh masyarakat utamanya para pemuda setempat untuk melakukan audiensi guna mencari solusi bersama pihak Kecamatan Raas.

Forkopimcam Raas diminta Sahnamu, selaku koordinator audiensi untuk membantu mengatasi kelangkaan BBM di kecamatan Raas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sahnamu, dengan terjadinya kelangkaan BBM ini tentu akan melumpuhkan roda perekonomian di Pulau Raas, karena BBM merupakan kebutuhan pokok masyarakat Kepulauan.

“Dengan langkanya BBM semua perekonomian di Raas akan lumpuh baik nelayan, petani, pedagang, tukang ojek dan pekerja lainnya yang tidak bisa bekerja,” ujarnya pada, Senin (25/4), di sela-sela audiensi di Kantor Kecamatan Raas.

Peserta audiensi, Murahwi, pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa kelangkaan ini agar tidak berlarut. Pihaknya juga menginginkan ada solusi terbaik untuk masyarakat Raas kedepan.

Baca Juga :  Sebar Berita Bohong, Eks Ketua Keraton Langit Resmi Polisikan Oknum Wartawan di Sumenep

Baca Juga : Kelangkaan BBM di Kepulauan Raas Tanpa Solusi, Dosa Siapa?

Sebelumnya, lanjut Murahwi, dengan adanya penangkapan BBM oleh pihak Penegak Hukum Polairud Polda Jatim, ditengarai salah satu penyebab kelangkaan BBM di Pulau Raas.

“Karena untuk saat ini yang punya rekom untuk ngambil BBM ke daratan Sumenep sangat takut, sehingga akibatnya pengangguran di Raas meningkat,” tukasnya.

Selain itu Camat Raas, Nur Habibi, menyampaikan terkait kelangkaan BBM di wilayah yang ia pimpin itu, pihaknya akan segera laporan langsung kepada Bupati Sumenep dan Sekdakab Sumenep.

Baca Juga :  Delegasi Himapi Unisma Hadiri Temu ADMI 2022

Baca Juga : Kisah Klasik Persoalan BBM di Kepulauan Raas yang Diabaikan Pemkab Sumenep

Hal itu, tambah Habibi, agar Kecamatan Raas segera mengusulkan BUMDes atau Pokmas yang berdasarkan hasil musyawarah desa untuk dibentuk sub penyalur BBM.

“Sebelumnya sudah kami koordinasikan dengan Bagian Perekonomian Kabupaten Sumenep, karena selama ini APMS tidak beroperasi,” terang Camat Habibi.

Kelangkaan BBM di Pulau Raas ini, kata Habibi, juga dikarenakan ketakutan masyarakat yang mempunyai rekom BBM, sebab adanya penangkapan BBM di daerah Dungkek, dua pekan lalu.

Baca Juga : Eksploitasi Migas Bukan Jaminan Pagerungan Kecil Terang Benderang

Baca Juga :  KPU Sumenep Gelar Rakor Pemeriksaan Kesehatan dan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024

Adapun upaya masyarakat Pulau Raas dalam mendatangkan BBM secara swadaya, acapkali harus bersentuhan dengan hukum. Padahal, keberadaan APMS sudah lebih satu tahun tidak beroperasi.

“Pada intinya kami Forkopimcam Raas akan melaporkan langsung terkait kelangkaan BBM di Kecamatan Raas terhadap atasan masing-masing dan menunggu petunjuk lebih lanjut,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media okedaily.com, penyebab kelangkaan BBM akibat APMS 04 pada satu tahun terakhir ini tidak beroperasi alias tidak mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina.

Baca Juga : APMS 56.694.06 Kebal Hukum, Forkopimcam Sapeken Pamer Kelemahan?

Hingga berita ini ditayangkan, okedaily.com masih belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak Pertamina, guna memenuhi keberimbangan produk jurnalistik.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan
Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat
Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali
KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?
Pertalite Diambil Pakai Jeriken di SPBU Sumenep, Ada Persoalan Tata Kelola?
OJK Tutup 12 BPR hingga Agustus 2026, Ini Daftarnya dan Nasib Dana Nasabah
Prof Ahmad Riyadh: SMSI Harus jadi Jembatan Keuangan Global ke Ekonomi Desa

Related News

Senin, 21 September 2026 - 14:29 WIB

Catat Tanggalnya! Pemkab Sumenep Bakal Gelar Job Fair 2026, Puluhan Perusahaan Buka Lowongan

Minggu, 20 September 2026 - 08:54 WIB

Rumus Ketahanan Pangan Ala De Gadjah: Dari Petani, Koperasi, untuk Gizi Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Konten Jadi Cuan, Yayasan De Gadjah Gandeng Folago TikTok Latih Gen Z dan UMKM Bali

Jumat, 18 September 2026 - 19:26 WIB

KEI Genjot Ekonomi Lokal Lewat UMKM Binaan, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Jumat, 18 September 2026 - 18:58 WIB

Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar, Investasi MBG di Madura Bermasalah?

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB