Isu Penitipan BBM Subsidi Tujuan Pulau Raas Dipertanyakan, Belum Jelas?

- Editorial Team

Jumat, 6 Mei 2022 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transportasi nelayan Raas parkir akibat kelangkaan BBM, mereka pun mempertanyakan dimana keadilan sosial? ©Redaksi

Transportasi nelayan Raas parkir akibat kelangkaan BBM, mereka pun mempertanyakan dimana keadilan sosial? ©Redaksi

SUMENEP – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk Kepulauan Raas, yang katanya dititipkan di agen penyalur minyak dan solar (APMS) Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, ternyata baru dikabarkan akan disalurkan hari ini.

Setelah sebelumnya Kecamatan Raas diinformasikan mengalami kelangkaan BBM, desas desus yang beredar akan disalurkan melalui APMS antara Gayam atau Sapeken.

Menjadi pertanyaan besar apabila proses penyaluran BBM menuju Kecamatan Raas dikirim melalui APMS diluar Kecamatannya sendiri atau menggunakan kuota pengiriman kecamatan lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan isu yang beredar di masyarakat, BBM yang bakal didistribusikan menuju Pulau Raas sudah siap angkut dan disinyalir akan dijemput menggunakan perahu kayu.

“Hari ini, rencananya warga Raas akan jemput BBM yang dititipkan di sini (APMS Gayam, red),” bebernya masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng Ditahan Kejari Sumenep
Isu Penitipan BBM Subsidi Tujuan Pulau Raas Dipertanyakan, Belum Jelas?
Mobil tanki APMS Gayam, Pulau Sapudi. ©Redaksi

Kabar tersebut dipertanyakan oleh aktivis sosial Kepulauan Sumenep, Fauzi Muhfa, menyampaikan bahwa sejauh ini masih menjadi pertanyaan besar terkait dengan kuota BBM yang dititipkan di Pulau Sapudi.

Sebab menurutnya, kejelasan kuota yang akan dikirim tersebut menjadi landasan untuk memastikan kebenaran agar tidak merampas kuota di wilayah lainnya.

“Kalau kuota Sapudi dikirimkan ke Raas, itu jelas sudah melanggar juknis, karena bahan subsidi itu jelas peruntukannya untuk siapa melalui by name dan by address,” ucapnya melalui pesan seluler, Jumat (6/5/2022).

Selanjutnya, Fauzi menjelaskan bahwa jika terjadi penitipan, maka yang jelas ada Loading Order (LO)-nya, dan tidak mengganggu kuota BBM yang ada di wilayah lainnya.

“Jadi harus punya surat serah terima BBM kepada Forpimka di Pulau Sapudi,” tambahnya.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Sumenep Menjadi Lokomotif Pendapatan Asli Daerah

“Kalau itu dikirim atas kuota Sapudi, walaupun itu intruksi Pemkab, bagaimana dengan nasib pulau sapudi jika ada kelangkaan BBM, karena Sapudi dan Raas bagian dari Sumenep juga,” jelasnya.

Fauzi sejauh ini masih mempertanyakan terkait surat penebusannya melalui APMS atau SPBU mana. Sebab, jika menyangkut kuota distribusi tujuan Kepulauan, hal itu sudah di DOK oleh BPH Migas dan sudah jelas kuotanya.

“jika SA (Schedule Agreement, red) nya yang dilakukan oleh lembaga penyalur sebagaimana sesuai kouta masing-masing, patut diduga itu bagian dari perampasan hak kouta kecamatan lain,” sergahnya.

Selain itu, terkait dengan kabar BBM yang dititipkan di Pulau Sapudi akan diangkut menggunakan perahu, Fauzi menegaskan bahwa hal tersebut juga menjadi pelanggaran hukum.

Menurut dia, jika Syahbandar memberikan surat persetujuan berlayar (SPB) maka sudah dinyatakan menyalahi aturan sesuai dengan perundang-undangan.

Baca Juga :  Publik Desak Bupati Sumenep Buka Keputusan tentang Pansel Sekda 2026

“Kalau ada yang mengangkut menggunakan perahu, itu tidak ada ijin mengangkut BBM pak, jika syahbandar mengeluarkan SPB maka jelas melanggar aturan,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Forpimka Gayam melalui Kanit Reskrim Polsek Sapudi, AIPDA Rizal Afandi PS menyampaikan, bahwa sejauh ini masih belum ada pemberitahuan resmi terkait dengan pengambilan BBM untuk Kepulauan Raas yang dititipkan di APMS Kecamatan Gayam.

Pihaknya mengaku tetap akan melalukan pemeriksaan terkait dengan surat-surat pendukung atau dokumen untuk bisa mengangkut BBM tersebut menuju Kepulauan Raas.

“Sampai saat ini masih belum ada pemberitahuan resmi terkait dengan kabar tersebut, kami dari pihak terkait tetap kan bertindak sesuai dengan regulasi yang ada,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?
Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo
Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?
Menjaga Marwah Bank Daerah, Tanggung Jawab Bupati Sumenep Tak Bisa Dihindari
Kredit Berbasis Kedekatan di BPRS Bhakti Sumekar, Langgar Regulasi Perbankan?
LABHI Bali dan Berdikari Law Office Lawan Dugaan Kriminalisasi Kakanwil BPN Bali I Made Daging

Related News

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:51 WIB

Mata Siber dan Srikandi Jaga Desa di Garis Depan Program Presiden Prabowo

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:31 WIB

Tata Kelola BPRS Bhakti Sumekar Dalam Bahaya, Ada Intervensi Bupati Sumenep?

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB