Pemerintah Tanam 10 Juta Pohon di 34 Provinsi untuk Menjaga Indonesia Hijau

- Redaksi

Rabu, 25 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanaman 10 juta pohon secara simbolis di SMP PGRI Denpasar 3 bersama para siswa, Selasa 24 Mei 2022. ©Wandys

Penanaman 10 juta pohon secara simbolis di SMP PGRI Denpasar 3 bersama para siswa, Selasa 24 Mei 2022. ©Wandys

DENPASAR – Bertepatan dengan pelaksanaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, Pemerintah melakukan aksi nyata dalam bentuk penanaman 10 juta pohon.

Baca Juga : Ketum PBNU Letakkan Batu Pertama RSNU Jember, Bupati Hendy Bahagia

Aksi penanaman 10 juta pohon alias penghijauan tersebut direncanakan akan berlangsung sepanjang 2022-2023, sebagai implementasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun aksi penanaman mangrove pada GPDRR 2022 merupakan momentum dukungan PBB terhadap komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim secara komprehensif.

Menjaga Indonesia Hijau, Pemerintah Tanam 10 Juta Pohon di 34 Provinsi
Aksi penanaman 10 juta pohon GPDRR 2022 di kawasan Pantai Mertasari, Sanur. ©foto/istimewa

Terkait hal tersebut, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan GPDRR ke-7 yang bertema “Fostering Collaboration towards Sustainable Resilience” pada tanggal 23-28 Mei 2022 di Bali.

Baca Juga : Hadiri Sosialisasi Kebangsaan oleh MPR RI, Ketua MDA Bali Tegaskan 4 Pilar Harga Mati

“Mengapa ini dikaitkan dengan GNRM? Karena  kita tahu betapa pentingnya penghijauan, dan menjaga Indonesia tetap menjadi wilayah hijau. Ini juga menjadi langkah strategis dalam upaya untuk memerangi dampak negatif perubahan iklim,” jelas Ketua Panitia GPDRR 2022, saat me-launching Penanaman 10 Pohon Mangrove, Selasa 24 Mei 2022.

Baca Juga : Rektor Baru Universitas Brawijaya Periode 2022-2027, Prof Widodo

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, lebih lanjut menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung gagasan penghijauan itu karena dinilainya sangat baik untuk penguatan karakter dalam kehidupan Masyarakat.

Baca Juga :  Zulfikar DPRD Bali dan MAI Jalin Silaturahim di Bulan Suci

“Atas nama Menko PMK sekaligus sebagai ketua panitia lokal dari GPDRR 2022, kami sangat mendukung adanya gagasan menanam 10 juta pohon. Karena ini sangat baik untuk menumbuhkembangkan penguatan karakter dan nilai kehidupan di masyarakat,” kata Menko PMK.

Baca Juga : TTP3 Kabupaten Sumenep Terbentuk, Less Confidence Ala Bupati Sumenep?

Penanaman 10 juta pohon yang dilaunching pagi hari ini, imbuh Muhadjir, dilakukan di 34 provinsi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga :  Sataretanan Gelar Halal Bihalal, Menegaskan Kembali Gagasan Sumenep Mandiri
Menjaga Indonesia Hijau, Pemerintah Tanam 10 Juta Pohon di 34 Provinsi
Simbolis penanaman 10 juta pohon GPDRR 2022 di SMP PGRI Denpasar 3. ©Wandys

“Saya mengucapkan terimakasih kepada yang telah berpartisipasi. Mari kita tanamkan jiwa cinta lingkungan, cinta pepohonan, cinta kepada anti penggundulan hutan,” tutup Muhadjir.

Baca Juga : Asal-asalan Bisa Kena Denda Puluhan Juta Rupiah, Siapa Boleh Bangun Polisi Tidur?

Diketahui pelaksanaan launching penanaman 10 juta pohon secara simbolis di SMP PGRI Denpasar 3 melalui penanaman pohon buah dan diwakili oleh Sekretaris Kemenko PMK, Y.B. Satya Sananugraha.

Baca Juga :  Berkah Ramadhan, Alumni SMPN 2 Sumenep 94 Berbagi Takjil Gratis

Sedangkan mengenai bibit pohon yang ditanam tersebut didukung oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga
RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya
Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar
HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:04 WIB

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:09 WIB

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31 WIB

Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Rabu, 29 April 2026 - 11:02 WIB

Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar

Berita Terbaru