Mahasiswi Universitas Patompo Gowa Jadi Korban Pemerkosaan

- Editorial Team

Selasa, 1 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi jadi korban pelecehan seksual. ©Okedaily.com/Ilustrasi

Mahasiswi jadi korban pelecehan seksual. ©Okedaily.com/Ilustrasi

OKEDAILY, MAKASSAR Sudah lebih sepekan, kasus asusila yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Mamasa, belum ada kejelasan. Ia diperkosa saat perjalanan pulang dari kampus.

Menurut informasi yang dihimpun okedaily.com, korban diperkosa oleh orang tak dikenal di semak-semak. Saat itu kondisi jalan dalam keadaan sepi, karena jalan yang dilewati hanya bisa dilalui pejalan kaki.

Korban sudah semester 8 dalam proses penyelesaian studi di Universitas Patompo. Diketahui lokasi pemerkosaan itu di jalan Inspeksi Kanal Pabangiang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu informasi dari pihak keluarga, korban ke kampus juga membawa uang guna membayar tagihan SPP, karena akan melakukan penyelesaian studi. Namun saat itu, korban tidak bertemu dengan dosen sehingga langsung pulang.

Baca Juga : Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Refleksi Civil Society di Sumenep

“Diperkirakan jarak antara kampus ke tempat kost korban kurang lebih 1KM. Korban pulang dengan berjalan kaki. Korban tidak mengetahui, pada saat itu sedang dibuntuti seorang pria yang merupakan pelaku,” kata paman korban, Makkarios, Selasa (01/11).

Baca Juga :  Tragedi Kebakaran di Serdang Bedagai, Sugiati Dorong Bantuan Cepat dan Edukasi Keselamatan

Makkarios mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 13 Oktober 2022. Saat dibuntuti, korban dipukuli dengan benda tumpul dari belakang dan langsung jatuh pingsan.

“Kalau menurut korban, dia tidak sadarkan diri. Karena pada saat dia melewati lokasi, dia kaget. Karena tiba-tiba langsung dipukul belakangnya pakai benda tumpul, berupa balok,” lanjutnya.

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian tubuhnya, dan saat ini masih dalam keadaan trauma akibat pemerkosaan yang dialaminya.

Baca Juga : Petani Milenial Konstruktif Membangun Ketahanan Pangan

“Lukanya itu ada lebam di belakang. Ada bekas dicekik, dan ada lebam kiri kanan mata itu semua merah informasinya itu dia ditinju,” bebernya.

Baca Juga :  Ratusan Kader Gerindra Bersihkan Sampah di Pantai Padanggalak

“Dia dicekik, lalu dia diangkat, informasinya itu dia diangkat oleh pelaku di lokasi sini, dia kembali ke kosnya sudah dalam keadaan pakaian kotor,” sambung paman korban.

Begitu pun pada saat kejadian tersebut yang saat itu tengah hujan, korban diseret oleh pelaku kedalam semak-semak. Kemudian diperkosa pelaku.

“Karena pada saat itu, informasinya hujan, tidak ada yang melihat korban, kejadiannya itu sekitar pukul 04.00 sore, hari Kamis kejadiannya itu,” jelasnya.

Setelah memperkosa, pelaku membawa kabur uang dan handphone milik korban. “Kehilangan dalam tas ada uang kurang lebih 1,2 juta rupiah, dengan HP,” ucapnya.

Baca Juga : BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae

Sementara itu, korban bersama keluarga sudah melaporkan kasus tersebut dengan nomor : STTLP 1249/X/2022/SPKT/POLRES GOWA/POLDA SULAWESI SELATAN, pada tanggal 14 Oktober 2022.

Baca Juga :  Aktivis Sebut Polres Tak Profesional Tangani Kasus Penganiayaan Dua Wartawan Sumenep

“Kita sudah melapor, pada malam itu juga. Tindakan dari Polres itu langsung turun malam itu juga, waktu subuh bersama keluarga,” ujarnya.

“Jadi semenjak tanya itu, dia (Korban) katakan sama persis yang diperlihatkan di CCTV oleh anggota Polres, dia (korban) katakan bisa menunjukan apabila sama dengan ciri-ciri yang di CCTV,” tutup paman korban.

Untuk diketahui, korban sudah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Makassar. Saat ini masih trauma dengan peristiwa tersebut dan berharap pelaku segera ditangkap.

Hingga berita ini diterbitkan, okedaily.com masih kesulitan menghubungi pihak Kepolisian Resor Gowa.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi
Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan
UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa
Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara
Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya
Ground Breaking PSEL Denpasar Raya, Tommy Sumertha: Wujud Nyata Komitmen Presiden Prabowo Atasi Sampah di Bali
Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa Risky Pratama Dituntut 7 Tahun Penjara
Ribuan Massa Berdemo, Desak Gubernur Koster Jangan Hambat Program Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:04 WIB

PC PMII Denpasar Dukung Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:40 WIB

Ironis, Polresta Sumenep Gelar Acara Besar Tapi Tutup Pintu Untuk Wartawan

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:48 WIB

UPT Dukcapil Gayam Jebol Disabilitas di Pelosok Desa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:48 WIB

Ada Gangguan Bicara? RSUD Moh Anwar Hadirkan Layanan Terapi Wicara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:20 WIB

Warga Sumenep Bisa Berobat Gratis di RSUD Moh Anwar, Ini Syaratnya

Berita Terbaru

Pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyelaraskan dua model kepemimpinan, politik dan birokrasi. Ketidakjelasan batas peran berpotensi menimbulkan konflik kebijakan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Sehingga, diperlukan regulasi dan budaya kerja yang mampu menjembatani kepentingan politik dengan profesionalitas birokrasi. ©okedaily.com/ist

Kopini

Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:54 WIB