DPRD Sumenep Warning BKPSDM dan Inspektorat Terkait PNS Nakal Kecamatan Sapeken

- Redaksi

Selasa, 5 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurus Salam, Anggota Komisi I DPRD Sumenep [okedaily.com]

Nurus Salam, Anggota Komisi I DPRD Sumenep [okedaily.com]

Okedaily.com, Sumenep – Persoalan PNS nakal yang menjabat Kasubag Perencanaan dan Keuangan di Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep Madura, yang ditenggarai sering tidak berdinas, mulai menjadi perhatian anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumenep (DPRD Sumenep).

Menurut Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Nurus Salam, ASN/PNS itu punya kewajiban melaksanakan tugas sesuai dengan Tupoksinya. Kemudian, dalam bekerja mereka tetap mengacu kepada aturan perundang-undangan yang ditetapkan.

Baca Juga : Arogansi PNS Nakal di Kecamatan Sapeken

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka bertugas, lanjut Nurus Salam, karena adanya Surat Keputusan dari Bupati, ditempatkan di OPD terkait. Kemudian dalam hal ini fungsi pengawasan juga ada yang disinyalir bolos kerja ataupun disinyalir sekian tahun tidak melaksanakan tugas.

Baca Juga :  Musda Tidar Bali Rekomendasi De Gadjah Maju Lagi

“Maka harus ditertibkan melalui Tusi Inspektorat maupun BKPSDM dalam hal ini,” tegas Nurus Salam, Senin (4/10) kemarin, melalui sambungan seluler, dilansir dari media online Panjinasional.net.

Lebih lanjut Politisi Partai Gerindra ini, seharusnya memang BKPSDM dan Inspektorat tahu. Karena bagaimanapun ada absensi secara otomatis menggunakan finger print dan face recognition, yang dikenal sistem checklock. Dimana checklock tersebut kemudian berdampak kepada tunjangan kinerja atau Tukin atau TPP bagi ASN.

HUT TNI Tahun 2021

“Nah oleh karenanya menjadi penting kiranya untuk kemudian ditindak lanjuti Informasi ini oleh BKPSDM maupun Inspektorat,” ujarnya.

Kalau memang dibutuhkan, sambungnya, secepatnya Komisi I akan segera memanggil BKPSDM dan Inspektorat, untuk segera menindaklanjuti apa yang disampaikan dan disinyalir bahwa ada PNS nakal yang tidak melaksanakan tugas sudah sekian lama.

Baca Juga :  Koreksi, Leasing Tidak Bisa Menarik Kendaraan di Jalan

“Itu harus dibuktikan, kan begitu, jika kemudian ditemukan bukti yang jelas, nanti kita akan segera mempertanyakan yang berkaitan dengan Informasi ini kepada BKPSDM dan kita minta itu segera ditindak lanjuti,” tegas Oyok panggilan karib dari Nurus Salam.

Ketika ditanyakan terkait TPP yang melekat pada Jabatan ASN yang diketahui bernama Meidarta tersebut. Lalu Oyok menegaskan, seharusnya kalau sudah tidak masuk kerja dipastikan yang bersangkutan tidak checklock. Jika etos kerjanya rendah, maka evaluasi harus dilakukan, baik oleh BKPSDM maupun Inspektorat.

Baca Juga : PNS Nakal Kecamatan Sapeken Lakukan Intimidasi Kepada Wartawan

Baca Juga :  Permintaan Maaf Ganjar Kepada Warga Desa Wadas

“Kalau tidak Ceklok pasti dia juga tidak mendapatkan Tukin (Tunjangan kinerja) kan seperti itu. Nah ini, ketika sudah ada seseorang terdeteksi misalnya Tukinnya, karena itu berkaitan. Jika Tukinnya kecil berarti aktifitas, intensitas dia melaksanakan tugasnya rendah, etos kerjanya rendah” Tukasnya.

Ketika awak media menyinggung tentang bagaimana semisal absensinya masih manual, politisi dari Partai Gerinda tersebut menjawab, bahwa seseorang bisa dibuktikan tidak masuk kerja, salah satunya dengan cara pembuktian terhadap absensi yang ada di kantor ia bertugas.

“Kalau kemudian ditemukan bukti bahwa ada pemalsuan data terkait absensi yang ada itu kan harus menjadi temuan dari Inspektorat (APIP),” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD
De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar
Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden
Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu
Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali
DPRD Sumenep Perketat Pengawasan Pengawasan Infrastruktur
Berangkat dari Konsultan Pembangunan, Affandi Siap Menuju Pancor Sejahtera
Peringati HUT Gerindra ke-18, Zulfikar Tegaskan Komitmen Kompak, Bergerak, Berdampak

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:59 WIB

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Selasa, 21 April 2026 - 10:40 WIB

De Gadjah dan Wayan Koster Bahas PSEL hingga Sekolah Rakyat Saat Makan Siang di Denpasar

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Soal Pernyataan Saiful Mujani, Zulfikar: Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Menjatuhkan Presiden

Senin, 23 Februari 2026 - 13:41 WIB

Anggota DPRD Sumenep Dorong Penambahan Armada Kapal Mudik ke Masalembu

Senin, 23 Februari 2026 - 10:28 WIB

Zulfikar Wijaya Serap Aspirasi Lintas Komunitas dalam Reses DPRD Bali

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights