Seorang Pasien Bersalin Asal Pulau Sapudi Tertahan di RSIA Esto Ebhu, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Rabu, 24 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah sakit bersalin tempat LW melahirkan putri pertamanya. ©Okedaily.com/Imam

Rumah sakit bersalin tempat LW melahirkan putri pertamanya. ©Okedaily.com/Imam

OKEDAILY, SUMENEP Seorang ibu berinisial LW pasien bersalin asal Pulau Sapudi, dikabarkan masih tertahan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Esto Ebhu, berserta bayi perempuan yang baru dilahirkan pada, Senin (22/5) malam, dikarenakan terkendala biaya.

Dikatakan Imam, selaku keluarga LW yang ikut mendampingi selama proses bersalin di Rumah Sakit tersebut, bahwa keduanya tertahan karena terkendala dana sehingga pihak keluarga masih mencari pinjaman untuk pelunasan biaya itu.

“Inilah yang dialami oleh keluarga saya ketika melahirkan anak pertamanya tidak bisa lahir normal, akhirnya harus operasi (caesar). Alhamdulillah keduanya (ibu dan bayi) selamat dan baik-baik saja, cuman belum bisa pulang masih nunggu keluarga cari pinjaman ke tetangga,” ujar Imam, Rabu (24/5).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Tasyakuran Milad ke-9 Fakultas Ilmu Sosial UINSU Unggul

Menurutnya, LW terpaksa dirujuk dari Puskesmas Gayam ke RSIA Esto Ebhu Sumenep karena mengalami pecah ketuban. Sedari awal rencana persalinannya menggunakan pembiayaan BPJS Kesehatan, namun tanpa diduga ada kendala pada kartu jaminan kesehatannya.

Kendati demikian, LW tak mampu membiayai biaya operasi persalinan tersebut. Sedangkan pihak rumah sakit tidak memperkenankan untuk pulang sebelum melunasi biaya persalinannya senilai Rp20.872.100. Bagi keluarga LW, tentu nominal itu besar sekali.

“Ini kami dikasih waktu kurang satu jam lagi (20.00 WIB) harus melunasi biaya persalinan sepupuku, dalam waktu yang sudah ditentukan ini jika keluarga tidak mendapat pinjaman, ya mungkin akan ada penambahan biaya lagi mas,” tuturnya.

Baca Juga :  Memperingati HUT ke-6 SMSI, Bupati Sumenep : Pers Harus Berpihak Pada Fakta

Untuk diketahui para dermawan, LW butuh bantuan kita. Terkini, pihak keluarganya sudah berusaha meminjam kemana-mana, tapi hasilnya masih belum terpenuhi. Yuk kita sama-sama bantu LW dan bayi cantiknya, agar dipermudah segala upayanya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulfikar Wijaya Suarakan Perhatian terhadap Isu Ketenagakerjaan pada Momentum Hari Buruh 2026
DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken
Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep
Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah
Anggota DPRD Denpasar Dorong Konsistensi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Zulfikar Wijaya Nahkodai Tani Merdeka di Bali, Tekankan Kerja Nyata untuk Petani
Pelantikan Tani Merdeka Indonesia Se-Bali, Pengurus Diminta Jadi Penggerak dan Pengawal Program Petani

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:04 WIB

Zulfikar Wijaya Suarakan Perhatian terhadap Isu Ketenagakerjaan pada Momentum Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 - 11:10 WIB

DPRD Denpasar Dorong Peningkatan Anggaran KONI demi Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Minggu, 26 April 2026 - 09:44 WIB

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Kamis, 23 April 2026 - 18:48 WIB

Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Rabu, 22 April 2026 - 08:10 WIB

Bali Teken MoU PSEL, DPRD Denpasar: Langkah Nyata Menuju Solusi Sampah

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Verified by MonsterInsights