Aksi Bisu, Harga Tasnya Lebih Mahal dari Harga Perempuannya Tanda Akhir Zaman

- Editorial Team

Jumat, 29 Oktober 2021 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Srikandi Kopri PC PMII Sumenep menuntut Pemkab Untuk Segera Mendesak DPRD agar mempercepat proses pengesahan Raperda Kabupaten Layak Anak di Depan Pemda Sumenep [okedaily.com/Al-hakiki]

Para Srikandi Kopri PC PMII Sumenep menuntut Pemkab Untuk Segera Mendesak DPRD agar mempercepat proses pengesahan Raperda Kabupaten Layak Anak di Depan Pemda Sumenep [okedaily.com/Al-hakiki]

Okedaily.com, Sumenep – Puluhan Aktivis Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan aksi unjuk rasa (Aksi Bisu) dengan menutup mulut menggunakan plester di Depan Kantor Bupati Sumenep Jalan Dr. Cipto Kecamatan Kota, Sumenep, Jawa Timur, pada Jumat (29/10).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah.

Berdasarkan hasil pantauan media Okedaily.com, para aktivis perempuan tersebut membawa sejumlah poster dan sejumlah peralatan dapur untuk ditepuk sebagai pengiring drama aksi bisu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada hastag poster menarik yang diabadikan oleh awak media salah satunya adalah “Bangsa yang darurat, harga tasnya lebih mahal dari pada harga perempuannya adalah bangsa yang menjelang akhir zaman”.

Hastag tulisan di poster tersebut menjadi buah tangan awak media untuk dijadikan sebagai tagline Sumenep menghadapi hari jadi ke-752.

Baca Juga : DPMD Penuhi Panggilan Polres Sumenep Atas Laporan Eks Panitia Pilkades Sapeken

Baca Juga : Tunggu Ambruk, Anggaran Pemeliharaan UPT Destinasi Wisata Sumenep Baru Diajukan

Baca Juga : Tepat Hari Sumpah Pemuda Gedung DPRD Sumenep Disegel

Korlap Aksi, Lina Magfirah mengatakan, bahwa aksi bisu ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena menurutnya, sampai hari ini Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten layak anak masih belum juga disahkan.

Baca Juga :  Komite Mahasiswa Peduli Raas : Eksploitasi HCML Tanpa Kontribusi ke Masyarakat

“Kami meminta Pemkab untuk mendesak DPRD untuk segera mengesahkan Perda Kabupaten layanan anak, karena sampai saat ini Perda Kabupaten layak anak tersebut masih ada di Provinsi yang sedang dievaluasi,” tegasnya.

Selanjutnya, Lina mengaku bahwa pihaknya sudah berbulan-bulan lamanya menunggu kepastian pengesahan, bahkan sampai hari ini perda tersebut belum juga ada kejelasan.

Baca Juga :  Mantan Plt Kadisdik Umbar Arogansi, Komisi IV DPRD Sumenep : Pejabat Yo Mbok Lebih Sopan Lah

Lina juga mengancam, bila tetap tidak disahkan, maka dirinya dan teman-teman akan datang lagi kesini entah ke DPRD maupun ke Pemkab.

“Kami akan tetap mengawal sampai disahkannya Raperda Kabupaten layak anak, “tegasnya.

Tidak hanya itu, lebih lanjut, Lina meninta agar Kabupaten Sumenep bisa benar-benar terdapat rumah aman bagi korban-korban yang mengalami kekerasan baik perempuan dan anak.

Baca Juga : Aksi Unjuk Rasa Dana Pokir di Kantor Dewan Sumenep, Ketua DPRD Menghilang

Baca Juga : Polemik Cakades Sapeken, BPD dan DPMD Segera Dipanggil Pihak Kepolisian Sumenep

Baca Juga : Tersangka Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Tak Kunjung Ditahan, Penegak Hukum Lelet

Bahkan dalam tuntutannya dia juga mengatakan, hanya ada satu yang akan menjadi prioritas permintaannya.

“Tuntutan kami hanya satu, yaitu meminta Pemkab Sumenep untuk mendesak DPRD Kabupaten Sumenep segera mengesahkan Raperda Kabupaten layak anak,” pungkasnya.

Baca Juga :  Achmad Fauzi : Selama Saya Menjabat Wakil Bupati, Baru Kali Ini Ada Karang Taruna Kabupaten Sumenep

Aksi Bisu, Harga Tasnya Lebih Mahal dari Harga Perempuannya Tanda Akhir Zaman
H. Yayak, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep [okedaily.com/al-hakiki]
Merespon hal tersebut, ditengah keramaian aksi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, bahwa pada prinsipnya walaupun perda belum disahkan, beberapa kebijakan telah pihaknya rubah untuk tetap dekat dengan kriteria apa yang sebenarnya menjadi kabupaten layak anak itu.

“Beberapa kebijakan telah kita lakukan tentang hak hak anak utuk mendapatkan kartu identitas,” ujarnya.

Selain itu, Yayak menambahkan bahwa, selain KTP yang dibagikan kepada orang dewasa, pihaknya juga sudah nengembangkan kartu identitas anak.

“Kita akan bergerak terus unutuk memperluas dari kartu identitas anak, “imbuhnya.

Bahkan tidak hanya itu, Yayak juga mengaku dari berbagai macam forum anak, pihaknya sudah melibatkan dalam proses pembangunan.

“Ini juga salah satu upaya untuk bagaimana dimensi anak bisa ikut berpartisipasi dalam peroses pembangunan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB