Kebijakan Bupati Sumenep Cegal Investor, Warga Urus Izin Usaha Rokok Dipersulit

- Editorial Team

Jumat, 11 April 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak depan gedung MPP Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Nampak depan gedung MPP Kabupaten Sumenep. ©Okedaily.com/Bang_dJ

OkeDaily.com Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, yang menunda penerbitan izin usaha gudang perusahaan rokok (PR) menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat, khususnya para calon pengusaha baru di sektor industri hasil tembakau.

Langkah Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo ini dianggap kontraproduktif terhadap semangat investasi daerah, terutama mengingat Kota Keris merupakan salah satu sentra tembakau terbesar di Madura.

Baca Juga :  Era Digital, Pemkab Sumenep Akan Terapkan Aplikasi Srikandi di Perangkat Daerah

Hal ini terkuak setelah seorang warga Kecamatan Lenteng, berinisial BS, mengungkapkan kekecewaannya usai mencoba mengurus perizinan usahanya di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumenep, pada Jumat (11/4) siang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada redaksi okedaily.com, BS menyatakan dirinya merasa dipersulit, bahkan seolah-olah dicurigai akan menjalankan usaha ilegal. “Saya sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Bukannya didorong untuk investasi, malah dipersulit seolah saya pelaku usaha ilegal,” tegasnya.

Kendati begitu, ia juga mempertanyakan dasar kebijakan yang diambil Bupati Wongsojudo. Menurutnya, kewenangan untuk menilai legalitas usaha rokok seharusnya berada di tangan Bea Cukai, bukan Pemkab Sumenep.

Baca Juga :  Mahasiswa UCY Unjuk Rasa Gedung Rektorat Tuntut Hak Mahasiswa

“Izinnya itu kan administratif dari kabupaten, bukan keputusan akhir. Semua penentu legalitas ada di Bea Cukai. Gudang mau produksi atau tidak, bukan ranah bupati loh,” katanya dengan nada kesal.

Lebih jauh, BS menuding adanya ketimpangan dalam perlakuan terhadap pelaku usaha lokal. “Ironis, Bupati sibuk promosi cari investor, tapi warga sendiri yang mau berusaha malah dihalangi. Apa karena tidak ada keuntungan pribadi?” ujar dia retoris.

Sementara menanggapi hal tersebut, Bupati Wongsojudo melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, membantah tudingan adanya pemblokiran proses izin.

Baca Juga :  Menilap Keuangan Negara Ratusan Juta Rupiah, Kades Imrah Resmi Ditahan Kejari Sumenep

Menurut pria yang karib disapa Rahman itu, langkah yang diambil hanya berupa penundaan sementara, bukan penolakan. “Berdasarkan hasil rakor, Bapak Bupati memutuskan pending dulu izin gudang PR. Ini langkah preventif, bukan pembatasan permanen,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut, keputusan tersebut diambil menyusul temuan Bea Cukai Madura dan Polres Sumenep terkait keberadaan 11 PR bodong di wilayahnya, dan sebanyak 71 PR lainnya tengah dalam proses evaluasi.

Namun sayangnya, ketika ditanya apakah kebijakan penundaan ini merupakan tindak lanjut atas surat resmi dari Bea Cukai Madura, Rahman mengaku tidak ada dokumen resmi yang diterima. “Tidak ada surat resmi dari Bea Cukai, hanya hasil komunikasi dan koordinasi lisan,” akunya.

Baca Juga :  TPS3R Sesetan Terima Sampah Luar Wilayah, DPRD Denpasar Soroti Dampak dan Kapasitas

Terpisah, kebijakan Bupati Wongsojudo ini pun dinilai sebagian kalangan, termasuk praktisi hukum Syaiful Bahri, SH., merupakan sebagai bentuk generalisasi yang merugikan para calon pengusaha sah.

“Pandangan saya atas ketidakjelasan dasar hukum dan prosedur dalam penundaan izin ini bisa dinilai membuka celah bagi diskriminasi dan melemahkan iklim investasi lokal,” katanya.

Lebih lanjut dikalimatkan Ipung kerap disapa, bahwa di tengah gencarnya promosi daerah serta ajakan investasi oleh Pemkab Sumenep, sikap ambigu terhadap pengusaha lokal justru menimbulkan ironi.

Baca Juga :  Polsek Medan Helvetia Gelar Vaksinasi Bagi Anak-anak Bangsa di Ikal Bulog

“Publik Sumenep menanti sikap tegas dan transparan, agar upaya penegakan hukum terhadap PR bodong tidak menjerat pihak yang berniat membangun ekonomi daerah secara sah dan terbuka,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Related News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB