Belajar dari Diskriminasi di Sokoto Nigeria

- Redaksi

Kamis, 3 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Matthew Hassan Kukah, Uskup Katolik Sokoto, Nigeria, saat menjadi pembicara pada sesi panel keempat di Forum Agama G20 (R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (3/11). ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

Matthew Hassan Kukah, Uskup Katolik Sokoto, Nigeria, saat menjadi pembicara pada sesi panel keempat di Forum Agama G20 (R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (3/11). ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

OKEDAILY, BALI Orang-orang Katolik pribumi di Sokoto, Nigeria, mengalami diskriminasi. Kekerasan dilakukan kelompok ekstremis Muslim, dan tidak hanya terjadi kepada umat Katolik, tetapi juga sesama umat Islam sendiri sebagai agama mayoritas.

Situasi semacam ini semakin berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan, ada orang Katolik yang dibunuh oleh Muslim di kampus hanya gegara mengeluhkan pengenalan agama secara paksa.

Kisah tragis itu hanya satu tragedi yang diceritakan Uskup Matthew Hassan Kukah, uskup Katolik Sokoto, Nigeria, saat menjadi pembicara pada sesi panel keempat di Forum Agama G20 (Forum R20) di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, Kamis (3/11). Ada pula penculikan para tokoh agama, baik dari kelompok Katolik maupun Islam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Sejumlah Tokoh Perempuan Dunia Jadi Pembicara di Forum R20

Uskup Kukah menjelaskan bahwa terorisme menempatkan orang-orang sebangsanya itu dalam kondisi depresif. Saban hari berita penculikan, perampokan, hingga pembunuhan tak pernah sepi. Bahkan, hal keji itu dilakukan di tempat suci, seperti masjid dan gereja.

Baca Juga :  Ketua Partai Termuda di Denpasar, Gus Yoga : Gerindra Siap Perjuangkan Aspirasi Generasi Muda

Melihat hal demikian, ia menawarkan pembelajaran yang komprehensif masuk dalam dunia pendidikan. “Kita harus mengembangkan pembelajaran koheren. Pendidikan komprehensif terintegrasi menjadi obat bagi ekstremisme,” tukasnya.

Sebab, orang Katolik tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya. Bahkan, di antara mereka lebih memilih untuk tidak mengirimkan putra-putrinya ke sekolah mengingat pembelajaran Islam menjadi materi utama dalam sekolah.

Baca Juga : Forum R20, Menag Yaqut Bicara Pancasila dan Keberhasilan Indonesia Hadapi Pandemi

“Islam dijadikan sebagai ajaran utama dan menghalangi penyebaran agama Katolik di Nigeria,” katanya, ternyata diskriminasi bagi Katolik tidak sebatas itu. Mereka juga tidak mendapatkan kesempatan kerja yang baik.

Baca Juga :  China's Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Di samping itu, Uskup Kukah juga menyampaikan bahwa Pemerintah harus kembangkan budaya dasar hukum untuk kewarganegaraan bersama dan konstitusi. Organisasi-organisasi keagamaan bekerja sama untuk memastikan dunia yang lebih adil bagi kita semua.

“Hubungan Katolik dan Islam bisa ditingkatkan jika pemerintah menanggalkan diskriminasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Uskup Kukah menegaskan agar umat beragama bersatu melawan kekerasan itu dan memperbaiki hubungannya.

Baca Juga : Arogansi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep Memalukan, Tidak Faham Aturan?

“Kita harus bersatu. Mereka tidak hanya membunuh orang Katolik tapi juga sesama Muslim. Saat ini, para korban sebagian besar adalah terkait Boko Haram dan banditnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus Baru, Hadaruddin : IKSASS Rumah yang Penuh Berkah dan Manfaat

Uskup Kukah memuji inisiatif penyelenggaraan Forum R20 yang diselenggarakan ini karena menghambil langkah bersejarah untuk menyelesaikan solusi secara langsung, yaitu upaya memerangi penyebaran kebencian dalam upaya yang dialami.

“Kebencian memberikan upaya dan asupan untuk kekerasan dan pembunuhan,” pungkasnya. ***

Baca Juga : BBM Langka, Nasib Rakyat Kepulauan Raas Digantung Pemkab Sumenep

Forum Agama G20 atau R20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 2-3 November 2022.

Ada 338 partisipan yang terkonfirmasi hadir pada perhelatan R20, yang berasal dari 32 negara. Sebanyak 124 berasal dari luar negeri. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker
Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS
Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:59 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:56 WIB

Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:57 WIB

Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights