Seminar Nasional : Benarkah Pendidikan Indonesia Lahirkan Manusia Merdeka?

- Editorial Team

Senin, 12 Desember 2022 - 19:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Dua narasumber seminar nasional pendidikan didampingi moderator (kiri). ©Okedaily.com

Dua narasumber seminar nasional pendidikan didampingi moderator (kiri). ©Okedaily.com

OKEDAILY, JATIM – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Adminitrasi (FIA) Universitas Islam Malang, menggelar kegiatan seminar nasional pendidikan, di gedung Abdurrahman Wahid Lt 7 Unisma, Senin (12/12/2022).

Kegiatan seminar nasional pendidikan tersebut bertajuk “Sudahkah Sistem Pendidikan Indonesia Melahirkan Manusia yang Merdeka”.

Ketua pelaksana seminar nasional pendidikan, Faisol menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan terselenggaranya kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para sponsor, media partner, tamu undangan terkhusus Akademika Unisma dan panitia seminar yang telah bersusah payah dari awal sampai terselenggarakan kegiatan ini dengan sukses,” ucapnya.

Faisol juga memaparkan perihal judul yang di angkatnya dalam seminar nasional pendidikan, tidak terlepas dari problematika pendidikan itu sendiri.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sumenep Berikan Gaji Buta Kepada ASN SMPN 2 Ra'as?

“Pasalnya, setiap perubahan mentri pendidikan sistem pendidikan pun di Indonesia ikut berubah,” katanya.

Menurut Faisol, sistem yang di-relevansi-kan dengan berkembangnya teknologi ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan menyebabkan melemahnya konstruksi sistem yang dibangun atas upaya terciptanya minat belajar yang responsif.

Benarkah Pendidikan Indonesia Lahirkan Manusia Merdeka?

Sementara Ketua BEM FIA, Farhan dalam sambutannya mengemukakan perspektif tokoh pendidikan asal Brazil yang dianggapnya sebagai patron paradigma pendidikan yang membebaskan dan memerdekakan.

“Menggunakan perspektif Paulo Frere (Tokoh pendidikan, Brazil) atas konsepsi pendidikan yang membebaskan, mari kita buka cakrawala pendidikan yang transformatif untuk menunjang pendidikan yang merdeka,” tukasnya.

Baca Juga :  Terungkap Kasus Narkoba di Lapas Labuhan Bilik, Berikut Tuntutan KMMB Sumut

Selain itu DPM FIA, Jakfar ikut menambahkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seluruh ummat muslim atau bahkan agama lain, mengajarkan bagaimana peran pendidikan sangat penting untuk menentukan kehidupan masa depan.

“Korupsi dimana-mana, kemiskinan merajalela dan masih banyak pelanggaran HAM, hal itu bukti pendidikan kita masih belum representatif merdeka,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, turut memberikan sambutan Dekan Fakultas FIA, Dr. Rini Rahayu Kurniati, M.Si. “Berbicara mengenai Era digital ini harus kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mendekatkan kita terhadap belajar bukan mendekatkan untuk hanya bermain game,” sarannya.

Ia juga memberikan perspektif dalam memahami kemerdekaan belajar, khususnya mahasiswa FIA merdeka belajar itu secara esensi ada dalam diri sendiri. Sebab memahami merdeka belajar itu, kata dia, banyak perspektif yang juga sumbernya berbeda-beda sehingga pemahamannya pun ikut berbeda.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Peduli Pendidikan Anak Korban Depo Pertamina Plumpang

“Responsif, tanggung jawab belajar itu kunci terciptanya pendidikan merdeka,” tandasnya.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh seluruh mahasiswa Unisma yang antusias mengikuti seminar nasional tentang pendidikan tersebut menandakan mahasiswa sebagai penggiat pendidikan merespon persoalan-persoalan yang melemahkan sistem pendidikan di Indonesia.

Kegiatan ini juga menghadirkan langsung dua narasumber yakni, Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si. dan Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd. selaku Anggota DPRD Jatim (Ketua Komisi Bidang Kesejahteraan Masyarakat).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers
Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi
Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU
Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi
Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae
Bulan Kemerdekaan, Tank Oreng Center Berbagi Ribuan Buku Tulis untuk Pelajar Sapudi
Tim Cara’de Unhas Berdayakan Pembudidaya, Ajarkan Buat Pakan Ikan Mandiri
Pemkab Sumenep Siapkan Lahan Sekolah Rakyat di Dekat Jalan Raya

Related News

Sabtu, 26 September 2026 - 13:38 WIB

SMSI Sumenep Gelar Pelatihan Literasi Jurnalistik, Wahyudi: Sekolah Harus Melek Pers

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

Ketua GP Ansor Bali Sebut Kaderisasi adalah Nyawa Organisasi

Senin, 7 September 2026 - 19:57 WIB

Simbol Semangat dan Kebanggaan, Prof Nurhayati Serahkan Bendera ke Dekan FKM UINSU

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WIB

Mendikdasmen Mu’ti Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Visitasi Internal Unhas Tinjau Pelaksanaan PPK Ormawa 2026 Tim Cara’de di Desa Tinggimae

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB