Dirut Bungkam, Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar Kian Menguat

- Editorial Team

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ceria: Direktur LBH Mitra Santri, Asrawi, SH., MH., senyum renyah di suatu acara publik. ©Okedaily.com [dok. pribadi]

Ceria: Direktur LBH Mitra Santri, Asrawi, SH., MH., senyum renyah di suatu acara publik. ©Okedaily.com [dok. pribadi]

OkeDaily.com Sikap diam Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), H. Hairil Fajar, enggan merespon konfirmasi terkait dugaan kredit tanpa agunan (KTA Plus) yang disebut-sebut dinikmati orang dekat Bupati Sumenep, kian memantik tanda tanya publik.

Konfirmasi tersebut merupakan bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan dan etika jurnalistik, guna meminta klarifikasi atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Alih-alih memberi penjelasan, manajemen bank milik daerah ini memilih bungkam.

Baca Juga :  Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar, Khusus Orang Dekat Bupati?

Padahal, dalam konteks jurnalistik dan tata kelola yang baik, klarifikasi bukan ancaman, melainkan sarana untuk meluruskan informasi dan memulihkan kepercayaan publik. Ketika ruang klarifikasi dibiarkan kosong, spekulasi justru tumbuh subur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi, isu ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, redaksi okedaily.com juga menerima keluhan nasabah terkait agunan yang tidak dikembalikan meski kredit telah lunas bertahun-tahun, menambah panjang daftar persoalan yang menuntut penjelasan terbuka dari manajemen.

Dengan sikap tidak responsif pihak manajemen PT BPRS Bhakti Sumekar justru memperluas tafsir di ruang publik, “Jangan-jangan dugaan KTA Plus itu benar adanya, sehingga pimpinan bank memilih diam?”.

Baca Juga :  Isu Kredit Tanpa Agunan Mencuat, Nasabah BPRS Bhakti Sumekar Mulai Resah

Pertanyaan tersebut merupakan ekspresi kegelisahan publik, bukan kesimpulan redaksi. Namun dalam praktik tata kelola perbankan modern, diamnya pejabat publik atau pimpinan BUMD atas isu strategis justru menjadi masalah tersendiri.

Sebagai bank milik daerah, BPRS Bhakti Sumekar mengelola dana publik dan tunduk pada pengawasan OJK. Dalam ketentuannya, bank wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko pembiayaan, serta transparansi dan akuntabilitas.

Dugaan pemberian KTA Plus kepada pihak yang memiliki kedekatan dengan penguasa daerah, berpotensi masuk kategori pembiayaan kepada pihak terkait (related parties) yang pengaturannya jauh lebih ketat dan wajib diungkap secara jelas.

Baca Juga :  UMKM Binaan Perusahaan Migas HCML Baru Mampu Membuat Sambal?

Sementara itu, Direktur LBH Mitra Santai, Asrawi, SH., MH., selaku penasehat hukum Redaksi Okedaily.com berpendapat bahwa diamnya Dirut BPRS Bhakti Sumekar atas isu KTA Plus justru malah memperuncing persoalan.

Sebagai praktisi hukum, ia menilai ketiadaan respons dari H. Hairil Fajar atas konfirmasi yang dilayangkan media ini terkait dugaan KTA Plus di lingkungan PT BPRS Bhakti Sumekar, berpotensi memperbesar kecurigaan publik.

“Dalam tata kelola perbankan, diam bukan pilihan yang bijak. Klarifikasi itu wajib, apalagi jika menyangkut dugaan pembiayaan kepada pihak yang memiliki kedekatan dengan penguasa,” ujar Asrawi, saat dimintai pendapat, Rabu (21/01).

Baca Juga :  HIPMI Bali Gelar SYNC25 Gathering Angkatan 2025 untuk Perkuat Jejaring Pengusaha Muda

Menurutnya, pembiayaan tanpa agunan memang dimungkinkan dalam batas tertentu, namun harus berbasis analisis risiko ketat, transparan, dan bebas konflik kepentingan.

“Jika penerima memiliki relasi dengan pejabat publik, maka pengungkapan dan pelaporan menjadi keharusan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bank milik daerah mengelola dana publik, sehingga akuntabilitasnya lebih tinggi. “Ketika manajemen memilih diam, publik akan bertanya ada apa? dan pertanyaan itu wajar,” tutupnya.

Baca Juga :  Pelaku UMKM di Sumenep Keluhkan Penahanan Agunan KUR oleh Bank

Penting untuk diketahui, Redaksi okedaily.com kembali menegaskan bahwa ruang hak jawab tetap terbuka bagi manajemen PT BPRS Bhakti Sumekar. Klarifikasi resmi akan dimuat secara proporsional dan berimbang.

Namun hingga kini, publik masih menunggu apakah dugaan kredit tanpa agunan kepada orang dekat kekuasaan itu akan dijelaskan secara terbuka, atau justru terus dibiarkan menjadi tanda tanya besar?.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional
Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur
Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing
Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya
Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum
Gandeng Investor, DPMPTSP Sumenep Intensifkan Pengawasan dan Bimbingan LKPM
Sejumlah Stand Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya
The Cakra Hotel Hadirkan Promo Staycation Libur Sekolah untuk Keluarga

Related News

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

TIM Cara’de Latih Warga Desa Tinggimae Kelola Usaha Secara Profesional

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:12 WIB

Le Cataya Hadirkan “Padel Experience”, Destinasi Olahraga dan Wellness Modern di Denpasar Timur

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:52 WIB

Perkuat Ekonomi Rakyat, Bupati Sumenep Dorong Koperasi Tumbuh Sehat dan Berdaya Saing

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:35 WIB

Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan Dorong Inovasi Olahan Jagung, Berikut Pelatihannya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:43 WIB

Le Cataya Hadirkan Reformer Pilates di The Cakra Hotel Bali, Terbuka untuk Umum

Latest News