Dugaan Kredit Tanpa Agunan di BPRS Bhakti Sumekar, Khusus Orang Dekat Bupati?

- Editorial Team

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Loket Teller Kantor Pusat PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Perseroda. ©Okedaily.com

Loket Teller Kantor Pusat PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Perseroda. ©Okedaily.com

OkeDailycom – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Sumenep yang bergerak disektor perbankan, adalah PT. Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Perseroda kini tengah menjadi perbincangan publik di Kota Keris.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi okedaily.com, muncul dugaan adanya praktik perbankan yang tidak sesuai regulasi, yakni pemberian pembiayaan atau pinjaman dana kepada sejumlah individu dikarenakan dekat dengan kekuasaan.

Dugaan praktek ilegal di bank yang dibiayai uang rakyat ini mencuat ke publik setelah beredar isu sejumlah oknum yang disebut sebagai Tim Ahli Bupati Sumenep, mendapatkan kredit tanpa agunan, lazim disebut KTA Plus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Aktivis Kepulauan Desak Polsek Sapeken Tangkap Para Pencuri Kayu Perhutani

Informasi tersebut memicu pertanyaan serius mengenai kepatuhan BPRS Bhakti Sumekar terhadap prinsip kehati-hatian (prudential principle), serta potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan bank milik daerah.

Diketahui, untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, Redaksi okedaily.com telah secara resmi melayangkan surat konfirmasi kepada Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar.

Dalam surat tersebut, redaksi meminta penjelasan terkait kebenaran informasi pemberian pembiayaan tanpa agunan, identitas atau klasifikasi debitur, jenis dan skemanya.

Baca Juga :  RSUD Husada Prima Tetap Mengutamakan Pelayanan Kesehatan Paru

Selain itu, redaksi juga meminta penjelasan terkait nilai pinjaman masing-masing debitur, serta dasar pertimbangan manajemen BPRS Bhakti Sumekar dalam menyetujui pembiayaan tersebut.

Secara regulatif, pemberian pembiayaan oleh BPRS diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam berbagai ketentuannya, termasuk regulasi mengenai BPR dan BPRS, bank diwajibkan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Kewajiban dimaksud mencakup analisis menyeluruh terhadap kemampuan debitur membayar, tujuan penggunaan dana dan risiko pembiayaan, serta mitigasi risiko termasuk jaminan atau agunan.

Baca Juga :  APMS Sapeken Beri Keterangan, Alasan Kapal Angkut BBM Solar Subsidi ke Tugboat Masih Buram

“Meskipun dalam praktik perbankan syariah dimungkinkan adanya pembiayaan tanpa agunan tertentu, hal tersebut bukan tanpa syarat,” menukil statemen Direktur LBH Mitra Santri, Asrawi SH., MH.

Pembiayaan tanpa jaminan umumnya hanya dapat diberikan dalam batas tertentu, dengan manajemen risiko yang ketat, dan bukan kepada pihak yang memiliki kedekatan kekuasaan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Lebih jauh, OJK juga mengatur pembatasan pemberian pembiayaan kepada pihak terkait (related parties). Sungguh ironi, jika KTA Plus hanya berlaku bagi segelintir individu yang memiliki hubungan langsung dengan sang pemegang kendali.

Baca Juga :  Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan

Kendati demikian, maka BPRS Bhakti Sumekar wajib melakukan pengungkapan dan memperoleh persetujuan internal sesuai tata kelola, serta melaporkan kepada regulator.

“Semestinya, KTA Plus juga berlaku dong bagi warga biasa yang tidak memiliki hubungan langsung dengan penguasa daerah (Bupati Sumenep, red),” celetuk abang becak yang menyimak seksama obrolan ini.

Sebagai BUMD yang berbentuk Perseroda, BPRS Bhakti Sumekar mengelola dana publik dan memiliki tanggung jawab moral, serta hukum untuk menjaga kepercayaan masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura.

Baca Juga :  Rekrutmen Dewan Pendidikan Sumenep Cacat Hukum, Syafrawi : Anggaran yang Melekat Harus Dipending

Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama, terlebih ketika muncul dugaan ini yang melibatkan elite kekuasaan daerah. Minimnya klarifikasi justru berpotensi menimbulkan spekulasi publik, dan memperlebar krisis kepercayaan terhadap lembaga keuangan daerah ini.

Oleh karena itu, Redaksi okedaily.com menegaskan bahwa ruang klarifikasi tetap terbuka bagi BPRS Bhakti Sumekar. Setiap penjelasan resmi akan dimuat secara proporsional sebagai bagian dari hak jawab dan upaya menjaga pemberitaan yang berimbang.

Publik kini menanti sikap terbuka, apakah dugaan KTA Plus kepada orang dekat kekuasaan itu benar adanya, dan berapa nilai pinjaman yang diberikan?. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen BPRS Bhakti Sumekar.

Baca Juga :  Warga Sental Kangin Kena Sanksi Kanorayang Diungsikan ke SKB Klungkung, Sampai Kapan?
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian
Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas

Related News

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Latest News