GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

- Editorial Team

Selasa, 29 September 2026 - 11:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Wakil Ketua Bidang Politik dan Advokasi DPC GMNI Sumenep, Sarinah Anis, mengecam dugaan pencabulan terhadap anak di Kepulauan Kangean dan mendesak aparat penegak hukum menangani perkara secara serius. ®okedaily.com

Wakil Ketua Bidang Politik dan Advokasi DPC GMNI Sumenep, Sarinah Anis, mengecam dugaan pencabulan terhadap anak di Kepulauan Kangean dan mendesak aparat penegak hukum menangani perkara secara serius. ®okedaily.com

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep menyoroti serius dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan seorang oknum guru di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa yang disebut terjadi pada 23 September 2026 tersebut memicu perhatian dan keresahan masyarakat. GMNI Sumenep mengecam dugaan tindakan kekerasan seksual terhadap anak dan mendesak aparat penegak hukum segera menangani perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dalam informasi yang disampaikan GMNI Sumenep, terduga pelaku berinisial MR, seorang guru di salah satu sekolah dasar di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean. Dugaan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwajib.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, Ach. Sayfur Rizal, yang dikutip sejumlah media, peristiwa bermula ketika korban bersama seorang temannya datang ke ruang kepala sekolah untuk mengambil ijazah.

Setelah urusan tersebut selesai, teman korban disebut lebih dahulu meninggalkan ruangan menuju tempat parkir. Dalam kondisi ruangan yang disebut sepi, korban diduga mengalami tindakan tidak senonoh dari MR.

Informasi mengenai kronologi tersebut merupakan keterangan dari pihak korban melalui kuasa hukumnya dan masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara.

Lingkungan Pendidikan Harus Aman bagi Anak

Wakil Ketua Bidang Politik dan Advokasi DPC GMNI Sumenep, Sarinah Anis, mengecam dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum pendidik tersebut.

Baca Juga :  TIM CARA'DE BEM KMF TP UH Gelar Pelatihan Budidaya Maggot di Desa Tinggimae

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak dapat dibenarkan, terlebih apabila dugaan tersebut terjadi dalam lingkungan pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman kepada peserta didik.

“Kekerasan apapun bentuknya yang dilakukan terhadap anak dan perempuan sangat tidak bisa ditoleransi,” tegas Anis.

Ia menilai dugaan perbuatan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai perlindungan anak serta tanggung jawab moral seorang pendidik.

Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi anak untuk memperoleh pendidikan, bukan tempat yang membuat anak berada dalam situasi rentan terhadap kekerasan.

Baca Juga :  Prof Widodo, Rektor Baru Universitas Brawijaya Periode 2022-2027

“Kami menuntut segera usut tuntas secara hukum, lindungi korban, dan mari kita cegah bersama agar hal-hal keji seperti ini tidak dinormalisasi di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Dorong Pencegahan dan Pendampingan Korban

Selain meminta proses hukum berjalan, GMNI Sumenep menekankan pentingnya langkah pencegahan agar kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak kembali terjadi.

Sarinah Anis mendorong edukasi dan pengawasan yang lebih masif terhadap masyarakat, anak-anak, keluarga, maupun tenaga pendidik.

Menurut dia, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum setelah sebuah perkara terjadi.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: OkeDaily

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR
Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar
Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan
Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar
Alumni Aktivis Cipayung Plus Sapudi Bersatu, Soroti Ancaman Tambang Migas
GMNI Sumenep Tolak Perubahan Nomenklatur, Pertanyakan Urgensi Sumenep Kepulauan
Masuk Hari Kelima, Pelaku Pembacokan Sumarhadi di Sapudi Belum Ditemukan
Pimpin Rapat Staf, Indra Wahyudi Tekankan 3 Kunci: Disiplin, Kompak, dan Terbuka!

Related News

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Kangean Berlanjut, Polisi Amankan Pria Berinisial MR

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Sinergitas Pusat dan Daerah Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pembangunan di Denpasar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Hasto Ingatkan Komjen Suyudi, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan

Selasa, 29 September 2026 - 11:03 WIB

GMNI Sumenep Kecam Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Desak Polisi Bertindak Tegas

Senin, 28 September 2026 - 20:49 WIB

Gus Yoga Minta Tambah Lifeguard dan Sarana Keselamatan di Pantai Denpasar

Latest News