Horas! Peringatan Hari Ulos Nasional 2021, Melestarikan Budaya Indonesia

- Redaksi

Senin, 18 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okedaily.com, Medan – Horas! Mejuah juah, Hari Minggu, (17/10), diperingati sebagai Hari Ulos Nasional yang ke-7 sejak ditetapkan pemerintah pada 17 Oktober 2014 lalu, sebagai warisan budaya tak benda. Hari Ulos Nasional diperingati di Medan dengan tema “Ulos Menyatukan Kita”.

Kemudian, pada 17 Oktober 2015 diinisiator dan dideklarasikan sebagai Hari Ulos pertama oleh Enni Martalena Pasaribu, SH. , MH., Mkn., CRA., selaku deklarator di Medan sebagai langkah pelestarian Ulos mulai kalangan  generasi muda dan milenial serta semua kalangan agar kelak bisa ditetapkan menjadi warisan budaya dunia terdaftar di Unesco.

Baca Juga :  GP Ansor Medan Perjuangan Ikut Andil Kepanitian Hewan Qurban Idul Adha 1443H

Baca Juga : Kopi Kapal Api Dalam Ancaman Boikot Pewarta

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia Hari Ulos Nasional di Medan memperingati dengan melaksanakan Webinar kolaborasi masyarakat Batak se-dunia dalam rangka memperingati Hari Ulos Nasional pada hari Minggu 17 Oktober 2021 di Merica Food Venter Milenium Jalan Kapten Muslim Medan.

Horas! Peringatan Hari Ulos Nasional 2021, Melestarikan Budaya Indonesia

Ulos merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari Sumatera Utara yang populer. Pada zaman nenek moyang, Ulos dibuat dengan bahan baku kapas dan menggunakan pewarna alami menggunakan alat tenun tradisional tersebut hingga kini terus dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki makna filosofis dan bernilai komersil.

Baca Juga :  Massa Pontren Bersama Polres Sumenep Komitmen Brantas Narkoba

Ulos merupakan kain khas kebanggaan Suku Batak, dimana kain ini memiliki peranan penting dalam adat Batak. Ulos tidak hanya populer di Indonesia saja, namun kain ini telah dikenal luas oleh dunia karena nilai dan keindahannya memiliki makna filosofis di setiap motifnya.

Baca Juga :  Kopri Sumenep Turun ke Jalan, Nur Waida : Aksi Bisu Seperti Bisunya Sang Penguasa

Baca Juga : Sudah Ada Niat Korupsi Anggaran DBHCHT Tahun 2021?

Ulos ditenun dengan berbagai jenis dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan seperti upacara adat dan acara seremonial untuk menghormati para tamu dan bahan Fashion.

Tujuannya untuk pelestarian Ulos sebagai salah satu cara untuk menjaga warisan budaya terpelihara karena budaya adalah jati diri bangsa Indonesia, “Ulos Menyatukan Kita”.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga
RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya
Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah
Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya
Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar
HUT Kota Denpasar ke 238, Gus Yoga Dorong Jaminan Sosial bagi Seniman Senior
Mahasiswa Internasional BIPA UPN Veteran Jawa Timur Eksplorasi Warisan Majapahit dalam Darmawisata Kampung Majapahit Bejijong
Mengenalkan Sejarah Keris Sejak Dini, Upaya Bupati Sumenep Melestarikan Budaya

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:04 WIB

PAKASA Bali Gelar Diskusi Budaya dan Ekonomi, Zulfikar Wijaya: Bali Rumah Bersama yang Harus Dijaga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:09 WIB

RSUD dr Moh Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu, Berikut Ini Tujuannya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31 WIB

Bupati Sumenep Tekankan Pelestarian Cagar Budaya untuk Perkuat Jati Diri Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:15 WIB

Bupati Sumenep: TACB Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Penentu Arah Pelestarian Cagar Budaya

Rabu, 29 April 2026 - 11:02 WIB

Pantai Mertasari Didorong Jadi Ruang Publik Berbasis Budaya dan Kreativitas Anak Muda Denpasar

Berita Terbaru