Prinsipnya sederhana. Semakin besar kewenangan yang diberikan kepada mesin, semakin besar pula kendali manusia yang harus dipertahankan.
Jangan sampai kita sibuk menciptakan mesin yang semakin pintar tetapi lupa memastikan manusianya tetap berkuasa.
Pak Menhan, ada AI Anak Bangsa yang Mungkin Kita Abaikan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini mungkin adalah cerita yang menarik. Saya mengenal seseorang yang telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatannya sendiri selama kurang lebih delapan tahun.
Bahkan mesin pencarian yang menjadi salah satu fondasi teknologinya sudah dikembangkan sekitar dua belas tahun.
Kalau angka usia proyek itu dijadikan bahan bercanda, mungkin AI tersebut pantas disebut “Paman dari ChatGPT dan Gemini”.
Bukan karena teknologinya otomatis lebih hebat. Bukan pula berarti ia menjadi leluhur teknis keduanya.
Tetapi karena ketika dunia hari ini baru ramai berteriak tentang AI generatif, rupanya ada anak bangsa yang sudah bertahun-tahun bekerja dalam kesunyian.
Tanpa panggung sebesar Silicon Valley. Tanpa valuasi miliaran dolar. Tanpa gedung berkilau. Mungkin juga tanpa kementerian yang sibuk mengundangnya seminar.
Delapan tahun membangun AI bukan waktu sebentar. Dua belas tahun mengembangkan search engine juga bukan proyek akhir pekan.
Jika informasi itu benar dan teknologinya memang bekerja, maka pemerintah mestinya tidak buru-buru memuji. Tetapi juga jangan buru-buru mengabaikan.
Dengan mengujinya, justru itu penghargaan paling sehat terhadap karya teknologi. Uji arsitekturnya, modelnya, keamanan datanya, kemampuan pencariannya, interoperabilitasnya, skalabilitasnya, latency dan performanya.
Selain itu, uji juga ketahanannya terhadap serangan. Bagaimana model tersebut menangani data sensitif. Apakah aktivitas agen dapat ditelusuri. Dan apakah sistem dapat diisolasi ketika terjadi anomali.
Kalau bagus, besarkan. Kalau kurang, perbaiki. Kalau berbahaya, tinggalkan. Begitulah negara modern memperlakukan teknologi.
Bukan dengan nasionalisme kosong. Tetapi dengan laboratorium, standar, angka dan pembuktian.
Yang kadang menyedihkan, bangsa ini bisa sangat cepat kagum ketika teknologi datang menggunakan bahasa Inggris.
Tetapi ketika pembuatnya berbicara bahasa Indonesia, kita mulai bertanya, memangnya bisa?.
Kalau presentasinya dibuat perusahaan asing dengan slide berbahasa Inggris, kita menyebutnya technology partnership.
Kalau anak bangsa membawa teknologi sendiri, kadang pertanyaan pertamanya justru, siapa backing-nya?.
Mungkin algoritmanya tidak memerlukan backing. Yang ia perlukan adalah benchmarking.
Libatkan kampus, peneliti, BRIN, BSSN, Komdigi, institusi pertahanan, praktisi keamanan siber, industri dan komunitas teknologi.
Buat gelanggang pengujian yang sama. Jangan teknologi lokal dimenangkan karena merah putih. Tetapi jangan pula teknologi asing dimenangkan hanya karena logonya sudah terkenal. Sebab negara membutuhkan objektivitas teknologi.
Mari Istirahatkan Dulu Syahwat Proyek
Setiap muncul teknologi baru, kita kadang terlalu cepat bertanya, anggarannya berapa?. Sekali-sekali mari bertanya, kedaulatannya bagaimana?.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_163055.jpg?v=1790847107)

![Sosok Luky Alfirman, kini dipercaya Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu RI. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_183911-225x129.jpg?v=1790859002)
![Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_163055-225x129.jpg?v=1790847107)
![De Dadjah memberikan arahan dalam kegiatan Laskar Gerindra Provinsi Bali 2026 di Tabanan. Pembinaan kader ditekankan pada disiplin, kebersamaan, kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Gerindra Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260930_112132-225x129.jpg?v=1790742172)
![Pengangkatan sejumlah ASN sebagai camat di lingkungan Pemkab Sumenep berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, 18 September 2026. Persyaratan kompetensi pemerintahan menjadi sorotan setelah Pemkab menyebut sebagian pejabat masih akan mengikuti pendidikan kepamongprajaan. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_143639-225x129.jpg?v=1790667510)
![Pemerhati Birokrasi Sumenep, M. Rakib mempertanyakan pengangkatan sejumlah ASN menjadi camat yang disebut masih harus mengikuti pendidikan kepamongprajaan setelah dilantik. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_102755-225x129.jpg?v=1790652499)
![Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, Ir. Benny Irawan, S.T., M.T. menyebut pengangkatan camat berdasarkan rekomendasi BKN. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_102049-225x129.jpg?v=1790652114)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
