Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

- Editorial Team

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Bangun talenta, bangun kapasitas komputasi, lindungi data strategis, dorong riset AI nasional, bangun laboratorium keamanan AI, buka kompetisi teknologi, libatkan kampus, libatkan swasta, libatkan anak-anak muda.

Dan ketika ada teknologi anak bangsa yang telah dikembangkan delapan tahun dengan fondasi mesin pencarian yang konon telah berusia dua belas tahun, jangan langsung diberikan karpet merah.

Berikan laboratorium, karena karpet merah hanya menghasilkan tepuk tangan. Laboratorium menghasilkan bukti. Kalau ternyata kalah, kita tahu kekurangannya. Kalau ternyata setara, kita tahu potensinya.

Dan kalau ternyata memiliki keunggulan tertentu, negara jangan sampai baru mengetahuinya setelah teknologinya dibeli pihak luar. Itu bukan saja kehilangan peluang bisnis. Itu kehilangan waktu.

Pak Presiden, Pak Menhan. AI mungkin tidak mempunyai kewarganegaraan. Algoritma tidak mempunyai KTP. Server tidak menyanyikan Indonesia Raya.

Chip juga tidak pernah ikut upacara 17 Agustus. Tetapi siapa yang menguasai data, algoritma, komputasi dan infrastrukturnya pasti mempunyai kepentingan.

Maka bekerjasamalah dengan dunia. Gunakan teknologi terbaik dunia. Belajarlah dari siapa pun yang lebih maju. Tetapi jangan pernah menyerahkan satu hal, hak Indonesia untuk menentukan masa depannya sendiri.

Baca Juga :  Sahabat Alfian : Duka Kudeta Kritis Argumen oleh Kritis Sentimen

Sebab penjajahan paling sempurna, mungkin bukan ketika sebuah bangsa kehilangan wilayahnya. Melainkan ketika sebuah bangsa masih mempunyai bendera, lagu kebangsaan dan pemerintahan sendiri. Tetapi data, algoritma dan sistem yang menentukan kehidupannya dikendalikan dari tempat lain.

Dan kalau ternyata di negeri ini sudah ada anak bangsa yang delapan tahun membangun AI, dan dua belas tahun merawat mesin pencarinya sendiri, setidaknya ketuklah pintunya. Siapa tahu yang selama ini kita cari ke Silicon Valley ternyata sedang ngopi di negeri sendiri.

Baca Juga :  Grand Final Putra Putri FIA Unisma, Farhan : Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman

Penulis: Fauzi AS, Pengamat Kebijakan Publik.

Tulisan opini ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab penulis, dan tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi media online okedaily.com.

Kanal opini (kopini) media online okedaily.com terbuka untuk umum. Maksimal panjang naskah 4.000 karakter, atau sekitar 600 kata.

Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri anda dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kirim ke alamat e-mail: opini@okedaily.com.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi
Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa
Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik
Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Dilema Tafsir Kepemimpinan Politik dan Birokrasi
Supremasi Sipil, Bahaya Laten Korupsi dan Menguatnya Peran Militer

Related News

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Minggu, 6 September 2026 - 15:37 WIB

Gendang Barat dan Sinyal Persoalan Lingkungan di Pulau Sapudi

Jumat, 4 September 2026 - 10:27 WIB

Dibalik Tirai Newsroom Jaga Desa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Fauzi AS: Merdeka di Tiang Bendera

Latest News

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Kopini

Jangan Biarkan Indonesia Dijajah Algoritma Asing

Kamis, 1 Okt 2026 - 16:38 WIB