Penyakit pembangunan teknologi bukan selalu kekurangan anggaran. Kadang justru anggaran ditemukan lebih cepat daripada arah.
Lalu, teknologi diterjemahkan menjadi pengadaan, lisensi, konsultan, seminar, pelatihan, perjalanan dinas, dan tender. Akhirnya spanduk peresmiannya selesai lebih cepat daripada teknologinya.
Saya tidak sedang mengatakan bisnis tidak boleh untung. Industri harus hidup. Perusahaan harus mendapatkan keuntungan. Tetapi ada persoalan yang nilainya jauh lebih besar daripada kontrak pengadaan. Namanya kedaulatan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kita bisa membeli seribu server tetapi belum tentu menguasai teknologinya. Kita bisa berlangganan AI paling canggih tetapi belum tentu mempunyai AI. Kita bisa membangun pusat data tetapi belum tentu berdaulat atas datanya.
Jangan sampai kita membangun rumah digital yang sangat megah, tetapi kuncinya dipegang orang dari negara lain.
Indonesia Membutuhkan Sovereign AI
Menurut saya, Indonesia perlu mulai serius membangun apa yang dunia teknologi kenal sebagai gagasan Sovereign AI. Ya meski istilah-istilah itupun baru saya dengar dari teman.
Bukan berarti kita menutup diri dari Amerika. Bukan berarti menjauhi China. Bukan berarti memusuhi Eropa.
Gunakan teknologi terbaik dari mana pun. Belajar kepada siapa pun. Bekerja sama dengan sebanyak mungkin negara. Tetapi kerja sama tidak boleh berubah menjadi ketergantungan permanen.
Ada data strategis yang harus berada dalam kendali Indonesia. Ada infrastruktur komputasi yang perlu kita kuasai. Ada model AI yang perlu dikembangkan sendiri. Ada sistem keamanan yang harus kita pahami sampai dapurnya.
Sebab AI tidak hidup dari udara. Ia membutuhkan data + chip + pusat komputasi + energi + algoritma + talenta. Dan dari situlah teknologi berubah menjadi geopolitik.
Negara yang menguasai teknologi tidak hanya menjual produk. Ia dapat memengaruhi standar. Dan mereka yang ikut menentukan standar biasanya memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan bagaimana permainan dijalankan.
Jangan Hanya Menjadi Pasar
Indonesia mempunyai penduduk besar. Pasar digital besar. Pengguna internet besar. Aktivitas digital besar. Dan data yang sangat besar. Tetapi jangan sampai ukuran terbesar Indonesia akhirnya hanya satu, pasarnya besar.
Kita terlalu sering bangga ketika perusahaan teknologi global datang ke Indonesia. Padahal pertanyaan yang lebih penting bukan siapa yang datang, tetapi apa yang kita kuasai setelah mereka datang.
Kalau teknologi masuk tetapi kemampuan nasional tidak tumbuh, sebenarnya kita hanya berpindah status. Dulu konsumen barang impor. Sekarang konsumen algoritma impor. Kemasan berubah. Ketergantungan tetap sama.
Teknologi Tidak Menunggu Rapat Selesai
Pak Presiden, Pak Menhan. Teknologi punya satu kebiasaan buruk, ia tidak menunggu pemerintah selesai rapat. AI berkembang sangat cepat. Teknologi berlari. Regulasi mengejar.
Sementara birokrasi kadang masih sibuk mencari tempat parkir. Karena itu Indonesia tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk mulai bergerak.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya




![Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_163055.jpg?v=1790847107)

![Sosok Luky Alfirman, kini dipercaya Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu RI. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_183911-225x129.jpg?v=1790859002)
![Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi AS ingatkan pentingnya kedaulatan AI sebagai kedaulatan negara. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261001_163055-225x129.jpg?v=1790847107)
![De Dadjah memberikan arahan dalam kegiatan Laskar Gerindra Provinsi Bali 2026 di Tabanan. Pembinaan kader ditekankan pada disiplin, kebersamaan, kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. ®okedaily.com [Foto: Dok. Gerindra Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260930_112132-225x129.jpg?v=1790742172)
![Pengangkatan sejumlah ASN sebagai camat di lingkungan Pemkab Sumenep berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, 18 September 2026. Persyaratan kompetensi pemerintahan menjadi sorotan setelah Pemkab menyebut sebagian pejabat masih akan mengikuti pendidikan kepamongprajaan. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_143639-225x129.jpg?v=1790667510)
![Pemerhati Birokrasi Sumenep, M. Rakib mempertanyakan pengangkatan sejumlah ASN menjadi camat yang disebut masih harus mengikuti pendidikan kepamongprajaan setelah dilantik. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_102755-225x129.jpg?v=1790652499)
![Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, Ir. Benny Irawan, S.T., M.T. menyebut pengangkatan camat berdasarkan rekomendasi BKN. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260929_102049-225x129.jpg?v=1790652114)


![Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi saat membuka Pelatihan Literasi Jurnalistik, tegaskan sekolah harus melek pers di era digital. ®okedaily.com [Foto: Dok. SMSI Sumenep]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_132734-360x200.jpg?v=1790404289)
![Ketua PW GP Ansor Bali menegaskan bahwa kaderisasi adalah nyawa organisasi dalam sebuah agenda kaderisasi di Bali. ®okedaily.com [Foto: Dok. GP Ansor Bali]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_193843-360x200.jpg?v=1789821895)
![Simbol Kebanggaan, Rektor Prof. Nurhayati, menyerahkan bendera kepada Dekan FKM UINSU. Penyerahan ini menjadi simbol semangat dan komitmen fakultas. ®okedaily.com [Foto: Kael Harahap]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260907_194012-360x200.jpg?v=1788785678)
![Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman. ®okedaily.com [foto: smsi jatim]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260905_183054-360x200.jpg?v=1788611300)
![Tim visitator Unhas meninjau langsung pelaksanaan PPK Ormawa 2026 tim cara’de di Desa Tinggimae. ®okedaily.com [foto: istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260826_183343-360x200.jpg?v=1787744048)
