Sahabat Alfian : Duka Kudeta Kritis Argumen oleh Kritis Sentimen

- Redaksi

Kamis, 24 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sahabat Alfian, Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Ampel. ©Okedaily.com/ist

Sahabat Alfian, Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Ampel. ©Okedaily.com/ist

OKEDAILY.COM – Salam pergerakan !!! Sahabat ku dimanapun dan ruas manapun PMII berada dan kita jaga.

Dalam perhelatan sakral tingkat nasional dalam tubuh PMII ini (Muspimnas) yang di selenggarakan di salah satu kampus besar di daerah tulungagung yang dibuka pada tanggal 17 November 2022.

Saya secara pribadi banyak sekali belajar dan bersapa silaturahmi dalam rasa (Silaturasa) bersama sahabat daerah ujung timur sampai ujung barat indonesia yang hadir dan membawa pemikiran, harapan dan cinta untuk PMII lebih baik dimasa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Sejauh Mana Efek LHP BPK Bagi Kota Keris?

Dalam esensi inti dari penyelenggaraan kegiatan ini ada suatu titik fokus yang ingin sedikit saya kritisi dan angkat dalam tulisan ini dengan kerangka judul “Duka Kudeta Kritis Argumen oleh Kritis Sentimen”.

Baca Juga :  Suka Duka Warga Raas Hingga Aroma Bisnis Kemanusiaan?

Sudah bukan menjadi rahasia umum, ada banyak kejadian baik dan buruk dalam perhelatan sakral (Muspimnas) kali ini, dimulai dari awal pembukaan acara waktu itu muncul suasana panas di tengah sejuknya Kota Tulungagung yang menyebabkan terjadinya konflik anarkis.

Peristiwa itu sempat menghambat jalanya pembukaan, dan berlanjut dari hari ke hari hingga tulisan ini dibuat masih banyak sekali kejadian yang terjadi, yang dimana cenderung mengalir arus anarkis dalam sendi-sendi jalannya dinamika kegiatan (Muspimnas) kali ini.

Baca Juga : Bak Pepesan Kosong, SPP Gratis Hanya Janji Politik Gubernur Khofifah?

Saya masih ingat betul belajar dari salah satu narasi tokoh intelektual publik indonesia dalam acara launching buku biografi Luhut Binsar Pandjaitan, dia berkata “Berkritik-lah dengan basis argumen bukan sentimen, ucapkan argumenmu jangan simpan sentimen mu,” kata Rocky Gerung.

Baca Juga :  Sambut Maba Unisma, PMII Komunis Gelar Perpus Jalanan

Dari segala macam dinamika yang terjadi hari ini, terlepas dari baik buruk dan siapa yang benar dan siapa yang salah sudah seharusnya dan waktunya kita sebagai sahabat PMII untuk muhasabah diri, tentang apa yang seharusnya kita lakukan dan bagaimana sebaiknya cara kita untuk melakukanya, terkhusus tentang bagaimana cara kita berdealektika dan berdinamika dalam organisasi pergerkan kita ini.

Dalam paradigma Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kita diajarkan untuk menggunakan Paradigma “Kritis Transformatif”, yang dimana dasar dari kritis yang seharusnya kita implemantasikan dalam diri kita adalah kritis yang bersifat membangun.

Baca Juga : Ratusan Juta Rupiah Dikucurkan, Pusat Informasi KKKS di Sumenep Belum Juga Buka

Akan tetapi mengaca dari dinamika perhelatan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) kali ini dan bahkan di setiap kegiatan di PMII kita sering lupa terkait esensi ini, sehingga terjadi kudeta paradigma nalar kritis kita yang seharusnya bersifat argumen yang membangun malah menjadi argumen yang sentimen.

Baca Juga :  Mahasiswa Krisis Berpikir Kritis di Bangku Perkuliahan

Dari tulisan ini, saya berharap dan bercita tulisan ini bisa dibaca dan bisa menjadi titik muhasabah kita sebagai sahabat PMII dalam memanajemen konflik dalam organisasi yang bahwasanya berperang dialektika dengan argumen itu lebih anggun daripada berperang dialektika menggunakan sentimen. Apalagi hingga menimbulkan kejadian yang sebenarnya kita sama-sama tidak menginginkannya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo
Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz
Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?
Aktivis Pembunuh Petani Tembakau
Dua Wajah Negara: Keadilan dalam 6 Hari dan 990 Hari
Catatan Fauzi AS: Kejujuran Memerlukan Ketulusan Hati
Teka-Teki PR Fiktif, Obrolan Warung Kopi Menuju Kebijakan Bupati Suka-Suka

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:10 WIB

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Sang Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Kamis, 9 April 2026 - 16:11 WIB

Membedah Tuntutan Iran dan Inkonsistensi Trump di Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 19:58 WIB

Menagih Peran: Mengapa Diaspora Pengusaha Ra’as Belum Terjamah?

Senin, 6 April 2026 - 19:49 WIB

Aktivis Pembunuh Petani Tembakau

Berita Terbaru

Dok. Fauzi As. ©Okedaily.com

Kopini

Catatan Fauzi AS: Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Jun 2026 - 16:10 WIB