Kakek Atlawan Viral, Kapus Gayam Berikan Klarifikasi Mengejutkan

- Editorial Team

Sabtu, 25 Maret 2023 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Kakek Atlawan, nampak teruntuk diatas hospital bed atau tempat tidur pasien Puskesmas Gayam yang dibagikan oleh Salam Kempul. ©Okedaily.com/Salam

Kakek Atlawan, nampak teruntuk diatas hospital bed atau tempat tidur pasien Puskesmas Gayam yang dibagikan oleh Salam Kempul. ©Okedaily.com/Salam

OKEDAILY, MADURA – Viral diberbagai WhatsApp group, seorang kakek bernama Atlawan (60) warga Dusun Cenlecen, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, pada Jumat (24/3) dini hari, dikabarkan dalam kondisi sesak nafas oleh tokoh pemuda setempat, Salam Kempul.

Tertulis di percakapan yang diring Salam ke ruang publik tersebut mengungkapkan, bahwa Atlawan telah dirawat selama sebelas hari di pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas Gayam, dengan kondisi terakhir masih parah.

Atlawan, yang masih tertunduk lemas dalam kondisi sangat memprihatinkan, karena disinyalir tidak mendapatkan perawatan dokter. Sebab, selama beberapa hari ini kedua dokter yang bertugas di Puskesmas Gayam, sedang lepas tugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Viral Kakek Atlawan Terlantar, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Akan Panggil Kapus Gayam

Sungguh sangat miris, ketika dokter indisipliner bergaya bak konsultan kesehatan, dengan enteng meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai abdi negara.

Hal itu malah dibeban tugaskan kepada tenaga honorer, dengan resiko yang sewaktu-waktu akan datang ketika pasien membutuhkan penanganan khusus, karena keterbatasan pengetahuan.

Kakek Atlawan Viral, Kepala Puskesmas Gayam Berikan Klarifikasi Mengejutkan
Tangkapan layar audio visual kakek Atlawan yang dibagikan Fero ke berbagai WhatsApp group. ©Okedaily.com/Fero

Sementara Kepala Puskesmas Gayam, dr. Nuruddin berikan klarifikasi atas dugaan penelantaran pasiennya. Dirinya menyampaikan itu melalui salah satu WhatsApp Group, yakni ADV.PKP.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Segera Buka Lintasan Baru Pulau Sapudi dan Raas

Dalam keterangan tertulis itu, pihaknya membantah bahwa kakek Atlawan telah ditelantarkan berhari-hari, dan tanpa penanganan dokter sehingga mengancam keselamatan si pasien tersebut.

Dikatakan Nuruddin, kondisi pasien saat ini sudah membaik berkat penanganan medis dari dr. Imam. Tetapi karena anak buahnya tersebut izin jenguk ibunya sakit di kangean, maka dirinya yang ambil alih melakukan pemeriksaan kondisi kakek Atlawan.

“Selasa (21/3) sore, saya pulang ke sumenep naik kapal, Rabu-Kamis libur sekalian istirahat, mengingat kondisi lagi kurang sehat,” katanya, Jumat (24/3) malam, dikutip keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Dana Eks PNPM Mandiri Pedesaan UPK Gayam Turut Dipertanyakan

Lebih lanjut, ia mengeklaim masyarakat sudah banyak yang tahu pada hari itu (Selasa), dirinya buka praktek seperti yang diketahui, bahwa tugas di Pulau sangat berbeda dengan di daratan.

“Salah satu contoh, kalau pulang ke sumenep tidak bisa langsung pulang, sehingga menunggu jadwal tranportasi kapal dulu, baru bisa balik,” tukasnya.

Ia juga menyebut, segala masukan dan kritikan sangat bagus sehingga para pemangku kebijakan bisa memperbaiki. Terutama, dirinya sebagai penanggungjawab Puskesmas Gayam, akan mengajukan penambahan dokter ke dinas kesehatan.

Baca Juga :  Pasca Aksi Demonstrasi, Wartawan dan Aktivis Menunggu Keseriusan Polres Sumenep

“Kekurangan pelayanan PKM (Puskesmas) kita perhatikan bersama, karena PKM milik kita bersama, khususnya masyarakat Gayam bukan warisan bapak saya. Jadi, sudah sewajarnya masukan-masukan yang baik, kita tindaklanjuti bersama,” akunya, seolah menggambarkan sosok teladan sebagai abdi negara.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal
Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?
Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi
Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!
SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional
Operasi Gabungan di Sumenep Sasar Pajak Kendaraan dan Uji Kir Angkutan Barang
Opgab Disperkimhub Sumenep Sisir Kendaraan, Pajak hingga Uji Kir Jadi Perhatian
Gayam Bersiap! JJS Bapenda Hadir di Sapudi, Sepeda Listrik hingga Sembako Menanti

Related News

Minggu, 1 November 2026 - 23:44 WIB

Dugaan Kejanggalan Penyidikan Kasus DF, Prosedur Hukum Polisi Disoal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Kasus Saling Lapor di Polsek Nonggunong Disorot, Diduga Ada Permainan?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Perkuat Pengentasan Kemiskinan, Sumenep Dorong Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Badrul Aini Desak Bupati Sumenep Dan Gubernur Jatim Bersuara: Jangan Samakan Sapeken Dengan Daratan Jawa!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:13 WIB

SMSI Sumenep Perkuat Barisan, Media Lokal Disiapkan Menembus Pasar Nasional

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB