Ketua AWDI Tuding Event Madura Culture Festival 2025 Ajang Mencari Isi Perut

- Editorial Team

Jumat, 5 September 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terpantau para pengunjung di pintu masuk event Madura Culture Festival 2025, di GOR A Yani Sumenep. ©Okedaily.com

Terpantau para pengunjung di pintu masuk event Madura Culture Festival 2025, di GOR A Yani Sumenep. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Event Madura Culture Festival 2025 resmi berakhir pada, Rabu 3 September 2025 malam. Meskipun sudah selesai, event yang didanai dari APBD kurang lebih sebesar Rp200 juta ini masih menjadi perbincangan publik.

Tidak hanya bersumber dari APBD, diketahui event yang diklaim sebagai hura-hura terbesar di Madura itu rupanya juga mendapat berbagai dukungan sponsor, baik dari instansi dan perusahaan swasta seperti SKK Migas, Perbankan, hingga Perusahaan Rokok.

Hal tersebut dibenarkan oleh Novi, salah satu EO acara Sumenep Batik Festival yang merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival 2025, bahwa pihaknya mendapat dana dari APBD serta sejumlah sponsor ship.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Gerindra Bali Kerahkan Seluruh Kader dan Relawan Bantu Penanganan Banjir

Ironinya, meskipun mendapat dukungan dana ratusan juta rupiah dari APBD, pihak penyelenggara atau EO masih menyewakan tenda kepada peserta yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Alih-alih pemberdayaan UMKM, berdasarkan investigasi media ini, harga sewa tenda dimaksud bervariatif mulai dari Rp750 ribu hingga Rp1,5 Juta, dan yang paling mahal sebesar Rp2,5 Juta.

“Untuk APBD kita hanya kebagian Rp30 Juta. acara Madura Culture Festival ini semua Ogleng (Sugeng, red) yang ngatur, termasuk dana dari sponsor untuk acara kita,” terang Novi saat ditemui media ini.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Mulai Agenda 2026, Apa Saja?

Selain itu, ia juga tidak menampik jika acaranya mendapat sponsor dari perusahaan rokok yang nilainya puluhan juta rupiah, termasuk dari salah satu KKKS yang beroperasi di Sumenep yakni HCML.

“Dana dari HCML kita belum terima, masih di Ogleng. Infonya akan diberikan kalau sudah selesai acaranya,” pungkas Novi.

Ditempat terpisah, salah satu peserta UMKM yang enggan disebut namanya turut membenarkan bahwa dirinya harus membayar sewa tenda senilai Rp1,5 Juta untuk panitia selama 1 Minggu.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Turut Panggil Azam Khan Atas Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

“Itu Sugeng yang ngordinir, untuk tahun depan kalau bisa gratis, kalau seperti ini yang kenyang panitia,” ucapnya singkat.

Mendengar permasalahan klasik yang terjadi pada pagelaran event Madura Culture Festival 2025 ini mantik Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep angkat bicara.

Menurut Ketua DPC AWDI Kabupaten Sumenep, Rakib, ratusan event yang digelar oleh Pemkab Sumenep melalui Disbudporapar sangat minim manfaat. Bahkan terkesan hanya menjadi proyek hura-hura yang dibiayai dari APBD.

Baca Juga :  Hima Persis Jakarta Dorong Polda Metro Jaya Tegakkan Hukum Terhadap Koruptor

“Event ini layaknya kegiatan seremonial dan terkesan menghamburkan uang, tidak ada manfaatnya sama sekali kepada masyarakat, Bupati harus evaluasi event ini, masak iya tenda ada labelnya Diskoperindag, Bank Jatim dan Bank BPRS masih disewakan kepada peserta, padahal pihak panitia itu hanya pinjam tidak sewa,” ujarnya, Jum’at (5/9).

Dengan lantang dirinya menuding, bahwasanya event Madura Culture Festival 2025 merupakan ajang mencari isi perut EO, beserta orang-orang yang berada di lingkaran penguasa.

“Mari kita buka-bukaan, siapa yang paling diuntungkan dari festival ini?, apakah masyarakat Sumenep ataukah panitia penyelenggara?,” katanya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Gelar FGD Penguatan Sinergitas Pengamanan Ruang Digital Pilkada 2024

Untuk diketahui, hingga berita diterbitkan Pemkab Sumenep dan pihak-pihak lainnya belum berhasil diminta tanggapan secara resmi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya
Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen
Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda
DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan
Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan
Rancang Masa Depan Gunggung: Musdes Matangkan Program 2027 di 4 Sektor
Stand Bappeda Sumenep Juara MCF 2026, Arif: Ini Buah Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Rakor DPW AWDI Jakarta, Matangkan Persiapan Pelantikan pada Oktober 2026

Related News

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Prengki Wirananda Lulus UKW Utama, SMSI Sumenep Apresiasi Capaian Pengurusnya

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Sumenep Ringankan Tunggakan PBB-P2 hingga 95 Persen

Senin, 7 September 2026 - 19:38 WIB

Agar Akses Lancar, De Gadjah Dorong Penyempurnaan Jembatan Situ Banda

Minggu, 6 September 2026 - 09:34 WIB

DPD PERADI Profesional DKI Jakarta Resmi Dilantik, Misyal B. Achmad Dorong Advokat Berintegritas dan Berkeadilan

Minggu, 6 September 2026 - 06:47 WIB

Pohon Asam Terus Dibabat, Warga Gendang Barat Menjerit Kekeringan

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB