OkeDaily.com – Pulau Raas kembali gaduh. Bukan karena nelayan ribut harga ikan, tapi karena ulah pejabat. Nama Camat Raas, Subiyakto, jadi buah bibir. Warga kecewa, pemuda marah, tokoh agama pun angkat suara.
Salah satu tokoh pemuda setempat, Mashudi Surahman, mendesak Bupati Sumenep agar mencopot Camat Raas, Subiyakto. Dugaan intervensi desa dan dana PPM Rp175 juta fiktif adalah penyebabnya.
“Pulau Raas bukan tempat buangan ASN bermasalah. Pak Bupati, tolong copot camat ini. Kami semua tahu rekam jejaknya,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Intervensi Desa dan Dana Rp175 Juta Fiktif
Kritik itu bukan asal bunyi. Camat Subiyakto dituding kerap mengintervensi kepala desa, sehingga membuat jalannya pemerintahan lokal jadi tidak sehat.
Lebih serius lagi, ada dugaan dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kangean Energy Indonesia (KEI) Tahun Anggaran 2024 senilai Rp175 juta yang raib.
Dana itu harusnya untuk tambal sulam jalan kabupaten di ruas Desa Alas Malang. Tapi di lapangan? Jalan diperbaiki dengan material hasil urunan pemuda Paguyuban Travel Angkutan Barang setempat.
“Logika sederhana, kalau pemuda iuran, lalu Rp175 juta ke mana,” tanya dia.
Bupati Wongsojudo Ditantang
Bola panas kini ada di tangan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. Jika diam, berarti ikut melindungi. Jika bertindak, publik akan tahu beliau berpihak pada rakyat.
“Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan. Copot camat sekarang, demi good governance dan demi wajah bersih birokrasi Sumenep,” tambah Sekretaris DPC AWDI Sumenep tersebut.
Audit Migas Harus Jalan
Selain itu, desakan juga ditujukan kepada SKK Migas Jabanusa. Audit independen mutlak perlu, agar dana PPM benar-benar bermanfaat. Jangan sampai proyek hanya jadi angka di laporan tanpa manfaat di lapangan.
Pulau Raas bukan antah-berantah. Ini bagian dari Sumenep yang punya hak sama atas pembangunan. Jika benar ada intervensi dan dana fiktif, maka evaluasi total adalah jawabannya.
“Bupati Sumenep, tunjukkan keberpihakan mu. Copot camat, audit dana, pulihkan kepercayaan rakyat,” tutup Mashudi Surahman, dalam keterangan tertulis.






![KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep meraih penghargaan koperasi sehat. Capaian ini jadi bukti tata kelola koperasi karyawan yang profesional dan transparan. ©okedaily.com [Foto: Direktur dr. Hj. Erliyati, M.Kes.]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260718_154640-225x129.jpg?v=1784368042)
![RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep memperkuat diri sebagai pusat rujukan medis modern. Fasilitas dan layanan baru dihadirkan untuk warga Sumenep dan Madura. ©okedaily.com [Foto: Direktur dr. H. Erliyati, M.Kes.]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260718_153537-225x129.jpg?v=1784363760)
![Sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan kegiatan di Mapolresta Sumenep hanya dapat menunggu di luar area. Padahal, sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib memberikan akses informasi. ©okedaily.com [foto: Fauzi AS, Pengamat Kebijakan Publik]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260718_140509-225x129.jpg?v=1784358366)

![Mahasiswa KKN 02 Universitas Yudharta Pasuruan bersama Dosen Pembimbing Lapang dan TP PKK Desa Pajaran usai pelatihan pengolahan jagung di Balai Desa Pajaran pada Jumat, 10 Juli 2026. ©okedaily.com [foto: Andrean Masrofie]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_195841-225x129.jpg?v=1784207973)
![Tim PKM Universitas Yudharta Pasuruan bersama TP PKK Desa Tunggul Wulung, pada kegiatan sosialisasi serta pelatihan pemanfaatan aplikasi AI SiTARA dan pengolahan pangan lokal bergizi. ©okedaily.com [foto: Andrean Masrofie]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260716-WA0057-225x129.jpg?v=1784204387)




