Ketua Umum PBNU Tegaskan R20 Bukan Sekadar Agenda, melainkan Gerakan Global

- Redaksi

Rabu, 2 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU dan Inisiator Forum Agama G20 atau R20. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU dan Inisiator Forum Agama G20 atau R20. ©Okedaily.com [LTN PBNU/Suwitno]

OKEDAILY, BALI Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa G20 Religion Forum (R20) bukan semata konferensi tahunan, melainkan sebuah gebrakan baru atas peran agama dalam mengatasi persoalan dunia internasional.

“Visi dari agenda ini yang ingin kami bawa lebih jauh adalah bukan sekedar event atau konferensi, tetapi kami mengembangkan gagasan ini menjadi sebuah gerakan global,” kata Gus Yahya saat Konferensi Pers di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung, Selasa (1/11).

Gus Yahya menyampaikan bahwa gagasan gelaran tersebut adalah mengumpulkan para pemimpin agama dunia untuk membangun dialog yang jujur ​​​​dan lugas mengenai dua topik mendasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama, bagaimana menyikapi realitas problem relasi komunal antar kelompok agama yang berbeda dan kenyataannya masih menjadi situasi yang sangat problematis dalam berbagai krisis di dunia,’ ujarnya.

Baca Juga : Holland Taylor Jelaskan Peran NU Ciptakan Integrasi Sosial

Kedua, lanjutnya, adalah bagaimana para pemuka agama dapat mengembangkan visi tentang agama yang dapat menjadi sumber solusi atas berbagai permasalahan global.

Baca Juga :  Belajar dari Diskriminasi di Sokoto Nigeria

Adapun upaya yang akan ditempuh yakni dengan menanamkan nilai-nilai luhur dan spiritual agama ke dalam dinamika politik dan ekonomi internasional.

“Gagasan diadakannya konferensi para pemuka agama internasional ini telah dikembangkan oleh PBNU tepat setelah kongres nasional yang digelar pada desember 2021 lalu,” ujar dia.

Melihat kesempatan di depan mata, sejalan dengan gelaran G20 yang dituanrumahi Indonesia, PBNU membawa ide tersebut ke pemerintah, Presiden Jokowi. PBNU kemudian mengusulkan gagasan tersebut untuk diadopsi ke dalam Forum G20.

Baca Juga : Mahasiswi Universitas Patompo Gowa Jadi Korban Pemerkosaan

“Kami membawa ide ini kepada pemerintah untuk diadopsi dalam Forum G20, sehingga R20 atau G20 Forum Religion ini dapat diadopsi ke dalam forum tahunan G20 dari tahun ke tahun,” paparnya.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Gandeng Liga Muslim Dunia

Memikul visi besar tersebut, Gus Yahya menyebut bahwa dirinya memerlukan sinergi dari pihak prominen untuk mewujudkannya.

Untuk itu, PBNU bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia (MWL) bergerak bersama untuk menghadirkan kembali peran agama pada diplomasi dunia.

“Maka itu, kami mengundang Muslim World League (MWL), karena MWL merupakan entitas terpenting dengan predikatnya sebagai organisasi Islam internasional. Kami percaya bahwa bekerja sama dengan MWL untuk menjalankan visi untuk memiliki ide ini menjadi gerakan internasional dan dapat dicapai secara lebih realistis,” kata Gus Yahya.

Baca Juga : Petani Milenial Konstruktif Membangun Ketahanan Pangan

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Mohammed Al-Issa menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada NU atas kerja sama ini dan berharap kerja sama ini bersifat permanen.

Baca Juga :  Agus Purwanto : Fatayat NU Lahirkan Kader Muslimah Tangguh dan Unggul

“Dari Bali-lah, akan ada aksi nyata mewujudkan perdamaian antar pemeluk agama,” kata Sekjen MWL.

Menurutnya, Forum R20 ini sangat penting dalam membangun pemahaman antara budaya dan peradaban. Sementara peradaban dan budaya itu juga dalam sejarahnya dibentuk dari agama. ***

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker
Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS
Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:59 WIB

RSUD Moh Anwar Sumenep Layani 20 Ribuan Pasien Kanker

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:56 WIB

Kesepakatan Dagang Tanpa Label Halal, Ansor Sumenep Serukan Boikot Produk AS

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:57 WIB

Linguistik, Big Data, dan Masa Depan Bahasa: SENALA UPNVJT 2025

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights