PJJ Kesempatan Guru Kepulauan Sumenep Mudik

- Redaksi

Jumat, 18 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Guru PNS yang tertangkap kamera pada saat di kapal ferry tujuan Kalianget Sumenep, hendak pulang kampung. ©H_Qq

Sejumlah Guru PNS yang tertangkap kamera pada saat di kapal ferry tujuan Kalianget Sumenep, hendak pulang kampung. ©H_Qq

SUMENEP – Masuknya penyebaran Omicron, varian baru Virus Corona gelombang ketiga di Kabupaten Sumenep, membuat sejumlah kegiatan yang menimbulkan kerumunan kembali di perketat oleh Satuan Tugas Covid19, termasuk juga sistem pembelajaran di sekolah.

Setelah sebelumnya sempat dihebohkan oleh sejumlah Siswa dan Guru di sekolah Kabupaten Sumenep yang mengalami gejala positif Covid19, membuat Dinas Pendidikan Sumenep mengambil langkah cepat dalam menyebarkan surat edaran pada lembaga-lembaga dibawahnya. Diantaranya adalah, PAUD, SD dan SMP se-Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan surat himbauan dari Dinas Pendidikan Sumenep Nomor : 420/349/435.101.1/2022 tentang pembelajaran Mendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022. Salah satu isinya adalah menginstruksikan untuk menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai tanggal 17 Februari 2022 s/d 26 Februari 2022.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beredarnya surat himbauan tersebut, disinyalir seperti menjadi sebuah hadiah kebahagiaan bagi sejumlah tenaga pengajar alias Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal kecamatan di daratan Sumenep yang bertugas di kepulauan. Sebab, lantaran sebagian dari mereka bisa pulang kampung bertemu dengan keluarganya dan meninggalkan sekolahnya di kepulauan.

Namun siapa sangka, kepulangan mereka justru sempat diabadikan oleh salah satu penumpang yang kebetulan satu kapal ferry. Sehingga, kejadian itu menjadi pertanyaan besar bagi Aktivis Pemuda Kepulauan.

Baca Juga :  Nicke Widyawati Geser Sri Mulyani

Bagaimana tidak, pada tahun 2021 Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Efendi, meminta para Guru agar tetap mengajar di sekolah selama masa pandemi Covid19 berlangsung, meskipun pembelajaran diberlakukan secara jarak jauh.

“Jadi Guru itu jangan mengajar dari rumah. Biar siswanya saja yang belajar di rumah tetapi gurunya mestinya ngajar dari sekolah,” kata Muhadjir, dikutip dari kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Bagi Muhadjir, dengan menerapkan sistem mengajar dari sekolah sesama Guru masih dapat berkoordinasi satu sama lain dan dapat berbagi tugas untuk menangani murid yang berada di rumahnya.

Tak hanya itu, Muhadjir menekankan hal tersebut perlu dilakukan agar koordinasi para Guru dalam melaksanakan pengajaran, penanganan dan pemantauan murid-murid tetap terjaga dengan baik.

“Meskipun dari sekolah, para Guru tetap mengajar murid-murid secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan media perangkat elektronik dan jaringan internet,” imbuh dia.

Meskipun begitu, guru yang ada disekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga dengan jumlah Guru yang terbatas alias sedikit lebih aman dari penularan Covid19.

Kejadian di sejumlah sekolah di Kepulauan Sumenep, justru dilakukan berbeda dengan yang disampaikan oleh Menko PMK.

Berdasarkan hasil pantauan awak media okedaily.com seperti kejadian tahun 2021, pemberlakuan PJJ di terapkan justru banyak sekolah yang tutup dan sepi tanpa Guru satupun.

Baca Juga :  Jurnalis Kepung Mapolres Sumenep, Berikut Tanggapan Kapolres

Hal itu, tak dibantah lantaran beberapa pimpinan sekolah mengakui menerapkan pembelajaran secara daring sehingga Guru pun juga lebih santai diam di rumah masing-masing tanpa masuk ke sekolah dan mengajarnya dari rumah.

Hal tersebut, direspon oleh Aktivis Pemuda Pulau Sapudi, Mas’udi, SE. Pada wawancara via telepon, dia menyampaikan bahwa, pemberlakuan PJJ di seluruh sekolah harusnya sebisa mungkin hanyalah murid yang dirumahkan, sementara guru harus tetap standby di sekolah untuk memberikan pembelajaran via daring, terutama yang digaji oleh Negara.

“Harusnya seperti PNS itu lebih memperhatikan, karena mereka sebagai Abdi Negara pekerjaannya harus lebih optimal dibandingkan dengan tenaga honorer,” ujarnya, Jum’at (18/02).

Selain itu, Mas’udi menambahkan, kejadian seperti ini kerap terjadi di kepulauan, lantaran banyak sejumlah kepala sekolah yang tidak memperketat sistem absensi terhadap sejumlah guru yang berstatus ASN itu. Karena menurutnya, tak sedikit kasuistik yang kerap ia temui tersebut khususnya di Kepulauan Sapudi.

“Harusnya kepala sekolah punya inovasi yang bagus, pola yang baik, melalui tenaga pengajarnya, bagaimana sekiranya dengan penerapan PJJ ini satu sama lain guru tetap solid menyampaikan materinya sesuai dengan pencapaian target pada siswa, dan itu dilakukan dari sekolah bukan dari rumah, “tandasnya.

Mas’udi juga meminta, agar dengan penerapan PJJ saat ini, jangan sampai dijadikan kesempatan oleh Guru yang berasal dari daratan Sumenep untuk pulang kampung, kewajiban untuk ngantor tetap harus dilaksanakan.

“Jangan karena diberlakukan PJJ justru sumringah pulang kampung, sehingga tugas yang harus dijalankan di sekolah diselesaikan dari rumah,” sergahnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, salah satu Kepala SD Negeri di Pulau Sapudi yang meminta namanya dirahasiakan, menyampaikan bahwa, meskipun PJJ diterapkan pihak sekolah tetap meminta Guru untuk masuk kantor, sehingga aktivitas pembelajaran masih dilakukan dari sekolah.

“Itu sudah regulasi, jadi Guru tetap masuk sekolah, hanya murid saja yang dirumahkan,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia juga meminta agar sejumlah Guru terutama PNS yang bertugas di Kepulauan Sapudi tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Guru, walaupun saat ini sudah kembali diterapkan PJJ.

Baca Juga :  Pengurus DPC PMKM Kota Medan Menjalin Silaturahmi Ke Kantor Camat Medan Denai

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, belum bisa dimintai keterangan lantaran belum bisa dikonfirmasi via telepon selulernya. Pada saat dicoba konfirmasi via perpesanan WhatsApp juga menandakan nomer sedang tidak aktif alias centang satu.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan
Wabup Imam Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Generasi Unggul di Kota Keris
Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi
Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci
SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos
Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan
RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026
Pemkab Sumenep Genjot Holtikultura lewat HDDAP

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:31 WIB

Rakor PPM 2026, Bupati Wongsojudo Dorong Pembangunan Tepat Sasaran di Kepulauan

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:16 WIB

Bupati Wongsojudo Dorong Digitalisasi PAD, Perkuat Pemetaan Pajak dan Retribusi

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:50 WIB

Wabup Imam: Jemaah Haji Jaga Fisik dan Mental Selama di Tanah Suci

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:38 WIB

SMK Negeri 2 Seririt Meriahkan HUT ke-19 dengan Lomba dan Baksos

Rabu, 29 April 2026 - 16:45 WIB

Perkuat Budaya Sadar Hukum, Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep Gelar Penyuluhan

Berita Terbaru

Uncategorized

DK88 No Deposit Bonus Steps and Methods for U.S. Players

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:29 WIB