Pulau Sapudi dalam Jerat Kelalaian: Sampai Kapan Pemkab Sumenep Menutup Mata?

- Editorial Team

Senin, 3 Maret 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KMP Wicitra Dharma sandar di Pelabuhan Tarebung, Pulau Sapudi. ©Okedaily.com

KMP Wicitra Dharma sandar di Pelabuhan Tarebung, Pulau Sapudi. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Pulau Sapudi, sebuah wilayah yang terus berkembang di Kabupaten Sumenep, Madura, seharusnya dan selayaknya mendapat perhatian serius dalam hal infrastruktur dan transportasi.

Namun sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya warga terus dibiarkan bergantung pada kapal penyeberangan yang sudah tidak layak, rentan rusak, dan membahayakan keselamatan.

Permasalahan ini bukan baru muncul kemarin sore. Sudah bertahun-tahun masyarakat Pulau Sapudi berteriak meminta perbaikan, namun Pemerintah Kabupaten Sumenep tampaknya lebih memilih menutup telinga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Kenakalan APMS Sapeken Dibenarkan Team Sidak, Pengawasan Lemah?

Adalah KMP Wicitra Dharma, yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, kini lebih sering macet di tengah laut, menambah daftar panjang penderitaan warga setempat.

Lebih ironis lagi, aturan sudah jelas menyebutkan bahwa kapal penyeberangan harus bermesin dua dan memiliki ramp door di kedua sisi. Namun, Pemkab Sumenep tetap membiarkan kapal yang tidak memenuhi standar ini beroperasi.

Ini bukan hanya soal kelayakan kapal, tetapi juga soal keberanian pemerintah dalam menegakkan regulasi. Lantas, siapa yang sebenarnya diuntungkan dengan kondisi demikian?

Baca Juga :  Akibat Digigit Ombak, Sejumlah Jalan PUD di Pulau Sapudi Sumbing

Yang lebih menyakitkan, warga Pulau Sapudi juga harus menghadapi permainan kotor di pelabuhan. Tiket kendaraan yang seharusnya bisa dipesan secara transparan malah menjadi ladang bisnis gelap bagi oknum tertentu.

Berdasarkan penelusuran yang berhasil dihimpun tim okedaily.com, ada slot kosong yang sengaja disembunyikan, lalu dijual dengan harga lebih mahal di bawah tangan. Praktik ini wajib dihentikan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan klasik, keterbatasan anggaran atau proses birokrasi. Warga Pulau Sapudi berhak mendapatkan layanan transportasi yang layak, aman, dan bebas dari mafia tiket.

Baca Juga :  Inisiasi Perda, DPRD Dorong Pemkab Sumenep Agar Tercipta Kawasan Desa Wisata

Jika Pemkab Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo benar-benar peduli pada warganya, solusi konkret harus segera diberikan bukan sekadar wacana atau janji manis yang tak pernah ditepati.

Pertanyaannya sekarang, apakah Bupati Wongsojudo sapaan karib Bupati Sumenep, berani mengambil sikap tegas? ataukah ia akan terus membiarkan Pulau Sapudi terjebak dalam lingkaran penderitaan tanpa ujung?

Satu hal yang pasti, kesabaran rakyat ada batasnya. Jika Pemkab Sumenep terus mengabaikan tuntutan masyarakat, jangan salahkan jika suatu saat kepercayaan publik benar-benar runtuh.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum
Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan
Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati
Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi
Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas
Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?
Menolak Wacana Sumenep Kepulauan, GMNI Nyekar ke Makam Para Pahlawan
Fakta Baru Sindikat Motor dan Mobil Bodong di Pulau Sapudi, Polisi Cari Aman?

Related News

Kamis, 10 September 2026 - 17:57 WIB

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati

Rabu, 2 September 2026 - 10:37 WIB

Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Gonta-ganti Kapolres, Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Latest News

Fero Feriyanto, salah satu figur muda yang mulai diperbincangkan masyarakat menjelang dinamika Pilkades Gayam 2027. ®okedaily.com

Politik

Fero Feriyanto, Figur Muda dan Harapan Baru Desa Gayam

Jumat, 11 Sep 2026 - 13:54 WIB