SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum

- Editorial Team

Kamis, 10 September 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., benahi tata kelola penyusunan produk hukum daerah melalui penerapan SOP baru yang ditujukan untuk memperkuat tertib administrasi dan kepastian tahapan penyusunan SK Bupati serta Perbup. ®okedaily.com [Foto: Dok. Diskominfo Sumenep]

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., benahi tata kelola penyusunan produk hukum daerah melalui penerapan SOP baru yang ditujukan untuk memperkuat tertib administrasi dan kepastian tahapan penyusunan SK Bupati serta Perbup. ®okedaily.com [Foto: Dok. Diskominfo Sumenep]

“Dengan demikian, proses penyusunan produk hukum daerah menjadi lebih tertib, terkoordinasi, dan memiliki kepastian tahapan,” ujar Bambang.

Penegasan ini penting. Sebab, kata Bambang, bahwa produk hukum pemerintah daerah bukan hanya persoalan format dan kelengkapan berkas semata.

Selain itu, terdapat substansi, kewenangan pejabat yang menetapkan, dasar hukum, serta kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan juga harus diperhatikan.

“Di sinilah fasilitasi Bagian Hukum memiliki posisi strategis,” ungkap Bambang.

Draft Tidak Langsung Masuk SIPBRO

Salah satu poin penting dari penerapan SOP baru tersebut adalah penegasan bahwa draft SK Bupati dan Perbup tidak langsung diunggah ke SIPBRO sebelum melalui proses fasilitasi dan pembahasan bersama Bagian Hukum.

Seluruh OPD pemrakarsa diminta memastikan konsep produk hukum telah disampaikan melalui SRIKANDI, kemudian mengikuti jadwal pembahasan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

Apabila terdapat catatan atau koreksi dalam pembahasan, OPD pemrakarsa wajib melakukan penyempurnaan berdasarkan hasil fasilitasi tersebut.

Secara tata kelola, pola ini dapat dipandang sebagai upaya membangun mekanisme check and balance internal sebelum suatu produk hukum masuk ke tahapan berikutnya.

Baca Juga :  Kapolres Sukabumi Tegaskan Tak Ada Ledakan Petasan di Wilayah Hukumnya Selama Ramadhan

Artinya, Bagian Hukum tidak hanya ditempatkan sebagai bagian akhir dari proses administratif, melainkan dilibatkan sejak konsep produk hukum disiapkan.

Kepastian Prosedur Harus Diikuti Konsistensi

Editorial OkeDaily melihat penerapan SOP tersebut sebagai langkah yang patut diapresiasi sepanjang dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan tidak menciptakan birokrasi baru yang justru memperlambat pelayanan pemerintahan.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Wandi Abdullah

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan
Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Related News

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB