Rekomendasi Ketua DPRD Sumenep Disorot Hingga Saksi Mahkota

- Editorial Team

Kamis, 3 Maret 2022 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zamrud Khan, S.H. Direktur Kontra's. ©Redaksi

Zamrud Khan, S.H. Direktur Kontra's. ©Redaksi

SUMENEP – Surat Rekomendasi yang diterbitkan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir, S.H. kepada Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan berbuntut panjang.

Surat Rekomendasi tentang tindak lanjut hasil rapat kerja komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep terkait Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) ini, mendapat sorotan tajam dari salah satu praktisi hukum Kota Keris.

Adalah Zamrud Khan Direktur Kontra’s, menyoroti peran Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Sumenep untuk mengambil alih terkait dengan Surat Rekomendasi Ketua DPRD Kabupaten Sumenep tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Kebijakan Bupati Sumenep Ugal-ugalan?

“Jadi kalau saya lihat rekomendasi itu hanya bersifat gugur demi kewajiban saja,” ucap Zamrud Khan, kepada media ini, Selasa (1/3) petang.

Artinya apa, Sambung Zamrud Khan, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep dalam menerbitkan sebuah Surat Rekomendasi itu, dinilai tidak berdasarkan perihal yang menjadi catatan di Komisi IV itu sendiri.

“Nah inilah yang saya katakan bahwa rekomendasi itu patut dievaluasi kembali, dimana evaluasinya tentu terkait produk (Surat Rekomendasi Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, red) itu. Maka disitulah peran BK masuk didalamnya,” Ujarnya.

Lebih lanjut Zamrud Khan menerangkan, antara Surat Rekomendasi yang diterbitkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumenep itu, telah terjadi perbedaan redaksional dengan Laporan Hasil Rapat Kerja dari Komisi IV.

Baca Juga : Salut! Komisi IV DPRD Sumenep Rekomendasikan Pembatalan Rekrutmen Dewan Pendidikan

“Nah ketika masuk didalamnya, salah satu peran BK bisa memanggil pihak-pihak (Anggota DPRD, red) yang dianggap bermasalah,” Jelasnya.

Adapun yang kedua, tanya Zamrud Khan, Dimana letak kesalahan itu? Apakah kesalahan itu dilakukan oleh Ketua DPRD atau di Komisi IV? “Inilah yang harus di clearkan (Diperjelas, red) oleh Badan Kehormatan,” Tegasnya.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Nikmati Gaji Buta, ASN SMPN 2 Ra'as Terancam Dipecat?

Tentunya, tujuan dan maksud dari BK mengclearkan tentang permasalahan surat rekomendasi ini, kata Zamrud Khan, yaitu jangan sampai marwah lembaga DPRD Kabupaten Sumenep terpuruk ke sekian kalinya.

Baca Juga : Kabag Hukum Setdakab Sumenep Teledor, DPKS Terancam Bubar Jalan

“Jangan-jangan, rekomendasi sebelumnya juga bersifat seperti ini. Inilah yang perlu ditelusuri oleh BK. Jadi pintu masuknya ya terkait polemik permasalahan rekomendasi ini, untuk segera lakukan evaluasi,” Sarannya.

Bahkan kata dia, manakala ini tidak dilakukan evaluasi maka akan menjadi catatan di masyarakat terkait kinerja DPRD Kabupaten Sumenep yang dianggap hanya melakukan produk-produk gugur kewajiban.

Baca Juga : Mantan Plt Kadisdik Umbar Arogansi, Komisi IV DPRD Sumenep : Pejabat Yo Mbok Lebih Sopan Lah

“Desakan dari masyarakat, keluhan dari masyarakat, hanya ditanggapi dan disikapi bersifat seperti itu saja,” tandasnya.

Surat Rekomendasi Tidak Boleh Abstrak

Sudah sepatutnya, Abdul Hamid Ali Munir, S.H. sebagai pimpinan Wakil Rakyat, memberikan penguatan dan pembenaran akan laporan hasil rapat kerja komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep itu.

Baca Juga :  RSUD Moh Anwar Sumenep Berencana Akan Siapkan Dokter Spesialis Tambahan

Surat rekomendasi Ketua DPRD Kabupaten Sumenep yang seharusnya memiliki sifat penguatan pada suatu persoalan, kata Zamrud Khan, namun disini ada keunikan yang terkesan tidak memberi kebenaran dan fakta yang autentik.

“Nah disini peran DPRD dalam menerbitkan rekomendasi, rekomendasinya itu harus tegas dan jelas. Misalnya perlu dicabut atau diperbaiki dan lain sebagainya. Nah manakala seperti ini tentu semua pihak dirugikan terkait ini, lebih-lebih masyarakat banyak,” tegas Zamrud.

Zamrud Khan juga menyampaikan, bawa pada umurnya surat rekomendasi itu memberikan manfaat baik dalam bentuk dukungan moral ataupun agar mempermudah persoalan yang kadung menjadi polemik di Kota Keris, bukan malah semakin meruncing.

Baca Juga : Ketua DPRD Sumenep Takut Hadapi Eksekutif, Komisi IV Bisa Apa?

“Rekomendasi itu harus jelas, kalau tidak jelas buat apa diterbitkan. nantinya dari pihak-pihak yang akan menindaklanjuti itu kan tidak bersifat ragu-ragu. Nah oleh karena itu, seharusnya sudah bersifat clear dan clean,” Tukasnya.

Karena tidak menutup kemungkinan, pihak eksekutif akan menindaklanjuti atas rekomendasi tersebut. Bukan lagi melakukan sebuah proses evaluasi, itu sudah terjadi pada saat hearing (dengar pendapat) di Komisi IV.

“Semisal, bahwa memang benar telah terjadi maladministrasi atau terjadi sesuatu hal yang dianggap bermasalah dalam sebuah produk-produk hukum yang ada di Kabupaten Sumenep,” kata Zamrud Khan.

BK Saksi Mahkota Polemik DPKS

Baca Juga :  Nyai Wabup Rawat Inap di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Positif Omicron?

Bagi Zamrud Khan, Dewan Perwakilan Rakyat itu merupakan repsentatif dari rakyat. Apalagi mereka duduk atas suara rakyat, sebagaimana yang disebut dalam teori politik ialah “vox populi vox dei” suara rakyat suara tuhan.

“Mereka tidak akan pernah duduk tanpa adanya suara dari rakyat. Oleh karena itu, direpsentatifkan sebagai suara Tuhan, karena mampu mendudukkan orang-orang di legislatif,” imbuhnya.

Dari itulah Zamrud Khan kembali menegaskan, bahwa BK sebagai saksi Mahkota terkait polemik ini, bukan sekedar mengambil alih tapi harus masuk didalamnya untuk bisa memproses, dimana letak permasalahan itu.

Kalau perlu kata dia, misalnya di kesekretariatan Sekwan juga diperiksa walaupun memang itu bukan bagian utama.

“Utamanya itu kan di BK terkait permasalahan anggota DPRD, bukan di tempat lain. Apa lagi beliau (Ketua BK, red) ikut waktu rapat kerja komisi IV, urainya.

Tapi permasalahannya, apakah ada keterkaitan pihak-pihak lain? “Nah nanti bisa dikonfrontir (dipertemukan, red), inilah pentingnya supaya proses permasalahan yang sedang berpolemik terkait rekomendasi ini bisa menjadi clear dan clean,” pungkasnya.

(Hingga berita ini ditayangkan, okedailycom masih belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, guna memenuhi verifikasi dan keberimbangan berita)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB