Aktivis Mahasiswa Kepung Kantor Walikota Medan, Rico Waas Menghindar

- Editorial Team

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak sejumlah massa aksi gabungan dari EK LMND dan PC SEMMI Kota Medan, mengepung Kantor Pemkot setempat. ©okedaily.com/Ilham Hazfi Batubara

Nampak sejumlah massa aksi gabungan dari EK LMND dan PC SEMMI Kota Medan, mengepung Kantor Pemkot setempat. ©okedaily.com/Ilham Hazfi Batubara

OkeDaily.com Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) bersama Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kota Medan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, pada Jumat (6/3/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk kritik mahasiswa terhadap satu tahun kepemimpinan Walikota Medan, Rico Waas, yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Mudik Gratis Santri 2025: Pemkab Sumenep Hadirkan Fasilitas untuk Pulang Kampung

Dalam aksi itu, mahasiswa mengangkat satu pertanyaan besar yang mereka tujukan kepada Pemerintah Kota Medan “Apakah Medan benar-benar untuk semua, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang dan oknum tertentu?”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa Soroti Kinerja Pemkot Medan

Dalam orasinya, massa aksi kali ini menyampaikan sejumlah kritik terhadap kondisi tata kelola Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Mereka menilai berbagai persoalan mendasar masih belum mendapatkan penyelesaian secara serius, mulai dari banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah, kualitas pelayanan publik yang dinilai belum optimal, hingga persoalan pengelolaan sampah dan lingkungan.

Baca Juga :  Pelantikan Kepengurusan BPD KKSS, Bentuk Kepedulian oleh Warga KKSS

Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam birokrasi pemerintahan daerah, serta mendorong agar kebijakan ekonomi daerah lebih berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat ekonomi lemah.

Persoalan lapangan pekerjaan bagi generasi muda serta pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut.

Wali Kota Tidak Hadir, Aksi Sempat Memanas

Dalam aksi tersebut, mahasiswa berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Medan, Rico Waas, guna menyampaikan berbagai aspirasi secara terbuka.

Namun hingga aksi berlangsung, Wali Kota Medan tidak hadir menemui massa aksi yang telah berkumpul di depan Kantor Wali Kota Medan.

Ketidakhadiran tersebut memicu kekecewaan di kalangan mahasiswa. Situasi aksi pun sempat memanas dan terjadi ketegangan antara massa aksi dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di sekitar lokasi.

Sebagai bentuk protes simbolik terhadap sikap pemerintah kota yang dinilai tidak responsif, sejumlah massa aksi melempar telur busuk ke arah gerbang Kantor Walikota Medan.

Baca Juga :  Tanpa Canggung, Polwan Cantik Karawang Ini Bagi-Bagi Santap Sahur

Mahasiswa menyebut aksi tersebut sebagai simbol kekecewaan terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak membuka ruang dialog secara langsung dengan mahasiswa dan masyarakat.

Mahasiswa Nilai Walikota Tidak Responsif terhadap Kritik

Ketua PC SEMMI Kota Medan, M. Andi Samudra Pinem, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Wali Kota Medan dalam aksi tersebut. Menurutnya, mahasiswa datang dengan tujuan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kepala daerah.

“Kami sangat menyayangkan Wali Kota Medan tidak hadir menjumpai massa aksi hari ini. Mahasiswa datang untuk meminta penjelasan terkait berbagai persoalan yang terjadi di Kota Medan. Seorang pemimpin seharusnya tidak menutup ruang dialog dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Peduli Pendidikan Anak Korban Depo Pertamina Plumpang

Andi juga menyinggung bahwa sebelumnya Wali Kota Medan tidak menghadiri undangan debat terbuka evaluasi satu tahun kepemimpinan yang diselenggarakan oleh PC SEMMI Kota Medan, meskipun pihak protokoler sempat melakukan komunikasi terkait kegiatan tersebut.

Pemkot Medan Diharapkan Membuka Ruang Dialog

Mahasiswa berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dapat lebih terbuka terhadap kritik serta membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurut mereka, kritik yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Baca Juga :  IPTU Eko Terjun Langsung Cari Anak Hilang di Sungai Lau Belawan

Mahasiswa Rencanakan Aksi Lanjutan

PC SEMMI Kota Medan bersama EK LMND Kota Medan menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan (Aksi Jilid II) sebagai bentuk konsistensi gerakan mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah. Aksi tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 mendatang.

Mahasiswa berharap dalam aksi selanjutnya Wali Kota Medan dapat hadir secara langsung untuk berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat guna menjawab berbagai persoalan yang disampaikan.

“Gerakan ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk memastikan bahwa Kota Medan benar-benar dikelola untuk kepentingan masyarakat luas,” kata Andi.

Baca Juga :  Pemuda Brakacu Berbagi 1.200 Bibit Pohon Gratis, Berikut Manfaatnya

Mahasiswa pun kembali menegaskan pertanyaan yang mereka tujukan kepada Pemkot Medan. “Apakah Medan untuk semua, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang?,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Ilham Batubara

Editor : Mashudi S

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi
Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan
Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi
Dituduh Gelapkan Uang, Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan Korban ke Polresta
Gagalkan Ekspor Ilegal, Bea Cukai Sita 3,4 Ton Merkuri Cair di Surabaya
Kunjungi Keluarga KD di Buleleng, De Dadjah: Keadilan Harus Ditegakkan Melalui Hukum

Related News

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:10 WIB

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:40 WIB

AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Perkuat Jaringan Media Nasional dari Pulau Dewata, Garuda TV Bali dan Garuda FM Bali Resmi Diluncurkan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Jaringan Motor Bodong, Hingga Dugaan Kerjasama Oknum Penadah dan Polsek Sapudi

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB