Gapoktan Absen pada Temu Ramah dan Apresiasi Petani Sumenep 2025, Ada Apa?

- Editorial Team

Selasa, 11 Maret 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainor Rasyid, menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang mengatur secara spesifik keberadaan gabungan kelompok tani ditingkat kecamatan. ©Okedaily.com

Kepala DKPP Sumenep, Chainor Rasyid, menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang mengatur secara spesifik keberadaan gabungan kelompok tani ditingkat kecamatan. ©Okedaily.com

OkeDaily.com Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar acara Temu Ramah dan Apresiasi bagi para petani, dengan tema “Mengasah Kuat, Menuai Hasil: Refleksi dan Harapan Tahun 2025”.

Acara yang berlangsung di Pendopo Keraton Agung Sumenep, pada Kamis (23/1), tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH.

Baca Juga :  Dana Bagi Hasil Pajak Akan Segera Cair, Berikut Penjelasan Kepala BPPKAD Sumenep

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep menekankan pentingnya refleksi terhadap pencapaian sektor pertanian selama tahun 2024 serta harapan besar untuk pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di tahun 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini juga menjadi ajang apresiasi kepada para petani dan pelaku usaha pertanian yang telah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Selain itu, temu ramah kali ini juga menjadi wadah diskusi bagi petani dengan pemerintah daerah mengenai tantangan dan peluang yang ada. Karena pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah.

Baca Juga :  Mengusung Konsep Pentahelix Tourism, Festival Desa Wisata Sumenep 2024 Digelar, Berikut Jadwalnya

Dengan demikian, DKPP Kabupaten Sumenep harus terus berinovasi agar petani semakin sejahtera. Adapun berbagai perwakilan kelompok petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian turut hadir, di antaranya:

  1. Pengurus Paguyuban Petani se-Kabupaten Sumenep (10 perwakilan)
  2. Asosiasi Bawang Merah se-Kabupaten Sumenep (5 perwakilan)
  3. Asosiasi Pisang se-Kabupaten Sumenep (5 perwakilan)
  4. Asosiasi Cabai se-Kabupaten Sumenep (5 perwakilan)
  5. Petani Milenial se-Kabupaten Sumenep (5 perwakilan)
  6. Seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Sumenep
  7. Seluruh Inseminator se-Kabupaten Sumenep
  8. Ketua Perhiptani Sumenep
  9. Asosiasi Petani Tembakau se-Kabupaten Sumenep (3 perwakilan)
  10. HIPMIKINDO Sumenep (3 perwakilan)
  11. Kios Pupuk Bersubsidi se-Kabupaten Sumenep (167 perwakilan)
  12. Distributor Pupuk Bersubsidi se-Kabupaten Sumenep (6 perwakilan).

Acara ini yang mulanya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, malah mendapat kritik.

Baca Juga :  Ground Breaking PSEL Denpasar Raya, Tommy Sumertha: Wujud Nyata Komitmen Presiden Prabowo Atasi Sampah di Bali

Kritik terhadap DKPP Sumenep itu mencuat setelah agenda tersebut terlaksana tanpa melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Gapoktandes (Gabungan Kelompok Tani Desa), dan Gapoktancam (Gabungan Kelompok Tani Kecamatan).

Akibatnya, sejumlah pihak mempertanyakan absennya Gapoktan, Gapoktandes, dan Gapoktancam dalam daftar undangan. DKPP Sumenep dinilai mengabaikan struktur organisasi petani, mengingat kelompok-kelompok tersebut memiliki peran vital dalam sistem pertanian sesuai dengan regulasi yang ada.

Baca Juga :  Paradoks Kenaikan Harga BBM di Tengah Dinamika Geopolitik Global di Selat Hormuz

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKPP Sumenep, Chainor Rasyid, menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang mengatur secara spesifik keberadaan gabungan kelompok tani ditingkat kecamatan.

“Gapoktancam itu tidak ada di dalam Permentan, yang ada gapoktandes,” jelas Chainor, pada Kamis (6/3), saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara dalam perundang-undangan yang berlaku, keberadaan Gapoktan sebagai wadah koordinasi dan pemberdayaan petani di tingkat desa, hingga Gapoktancam di tingkat kecamatan diakui secara resmi dan memiliki fungsi strategis dalam pembangunan pertanian.

Baca Juga :  Tri Rismaharini: Pencairan BPNT Tunai, 8 Desa di Bluto Sumenep Beras!

Seorang tokoh pertanian lokal yang enggan disebut namanya menyesalkan kebijakan DKPP Sumenep ini. “Seharusnya acara seperti ini menjadi ajang bagi petani untuk menyampaikan aspirasi mereka melalui organisasi resmi yang sudah lama diakui oleh pemerintah,” ujarnya.

Dalam daftar undangan, jelas DKPP Sumenep lebih banyak mengundang asosiasi komoditas tertentu seperti bawang merah, cabai, pisang, dan tembakau, serta pihak terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Dengan lebih memprioritaskan kelompok lain, hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui DKPP mulai menggeser peran Gapoktan hingga Gapoktancam ke arah asosiasi-asosiasi spesifik tersebut?. Kami beritakan anda simpulkan.

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Sejumlah nelayan Pulau Sapudi duduk bersama. Mereka tampak serius berdiskusi. Ekspresi wajah khawatir dan cemas terlihat. Suasana menggambarkan keresahan warga terkait proyek MS2-2 Medco Energi. ®okedaily.com [Hasan Al-Hakiki]

Ekonomi Bisnis

MS2-2 Medco Energi, Nelayan Pulau Sapudi Dicuekin?

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:40 WIB

Mochlis Al-bath, Tokoh Pemuda Sholawat Juruan Daya. ®okedaily.com

Kopini

Maulid Nabi dan Transformasi Nilai-nilai Profetik

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:30 WIB

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB