Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini Melalui Buku Sejarah Keris

- Editorial Team

Minggu, 9 Maret 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. ©Okedaily.com

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. ©Okedaily.com

OkeDaily.com – Sejarah adalah identitas, dan budaya adalah jati diri bangsa. Oleh karena itu, langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, untuk menerbitkan buku sejarah keris bagi siswa Sekolah Dasar (SD) patut diapresiasi.

Upaya Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam hal ini bukan hanya sekadar memperkenalkan warisan leluhur, tetapi juga membangun kesadaran budaya sejak dini.

Baca Juga :  Ratusan Santri Sukorejo Batal Berangkat, Program Balik Pesantren 2026 Dijual ke Umum?

Sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya, Sumenep memiliki sejarah panjang dalam dunia perkerisan. Keris bukan hanya sebatas senjata tradisional, melainkan juga karya seni yang mengandung nilai filosofi, historis, dan spiritual.

Sayangnya, pemahaman tentang keris di kalangan generasi muda mulai memudar. Oleh karena itu, dibawah kepemimpinan Bupati Wongsojudo, wajah Sumenep ke depan akan lebih memprioritaskan kekayaan seni dan budayanya.

Langkah Bupati Wongsojudo melalui Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, dalam menyusun buku sejarah keris dengan bahasa yang ringan serta ilustrasi menarik adalah pendekatan cerdas.

Baca Juga :  Pelaku Bisnis Rokok Ilegal Buka-bukaan, Sebut Nama Pengusaha di Sumenep

Dengan demikian, anak-anak didik akan lebih mudah memahami materi jika disajikan dengan cara yang interaktif dan visual yang menarik. Melibatkan ahli sejarah, budayawan, dan illustrator profesional juga menjadi jaminan bahwa buku ini akan memiliki akurasi yang baik.

Pada satu kesempatan, Bupati Wongsojudo, menekankan pentingnya literasi budaya bagi generasi muda. Dengan mengenalkan sejarah keris sejak dini, tidak hanya belajar tentang bentuk dan jenis keris, tetapi juga memahami simbol-simbol serta teknik pembuatannya yang diwariskan secara turun-temurun.

Pentingnya kesadaran budaya harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak Sumenep memiliki rasa bangga terhadap warisan leluhur mereka. Jika tidak, dikhawatirkan nilai-nilai sejarah akan semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

Baca Juga :  Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan

Selain itu, penerbitan buku ini bukan hanya sekadar proyek literasi, melainkan juga investasi jangka panjang dalam membangun identitas budaya generasi mendatang. Sehingga langkah Sumenep dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga dan mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Tak kalah penting untuk diketahui bahwa melestarikan budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan agar edukasi tentang budaya dapat berjalan optimal. Sejarah keris merupakan bagian dari sejarah bangsa, dan sudah sepatutnya generasi muda mengenalnya dengan baik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian
Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas
Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan
Dari Perdagangan ke RSUD, AWDI Sumenep Pertanyakan Kompetensi Idham Halil
SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum
Nama Anggota DPR RI Masuk Desil 4, Dinsos Toraja Utara Beri Penjelasan
Korban Salah Data, Ibu Sumaina Masih Bernafas Tapi Negara Mencatatnya Mati
Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

Related News

Kamis, 24 September 2026 - 16:58 WIB

Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Selasa, 22 September 2026 - 12:57 WIB

Klaim Berbasis TPK, Bupati Sumenep Mutasi Sekcam Bluto Menjelang Purna Tugas

Minggu, 20 September 2026 - 19:34 WIB

Pemkab Sumenep Klaim Mutasi Berbasis TPK, Kompetensi Idham Halil Masih Dipertanyakan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:49 WIB

Dari Perdagangan ke RSUD, AWDI Sumenep Pertanyakan Kompetensi Idham Halil

Kamis, 10 September 2026 - 17:57 WIB

SOP Baru Produk Hukum Sumenep: Menata Prosedur, Menjaga Kepastian Hukum

Latest News

Figur muda Muhlis Fajar digadang-gadang bakal maju Pilkades Serentak 2027 di Sumenep, dinilai bawa energi baru untuk Desa Paseraman. ®okedaily.com [Foto: Dok. Pribadi]

Politik

Figur Muda Muhlis Fajar Digadang Maju Pilkades 2027 Sumenep

Sabtu, 26 Sep 2026 - 12:49 WIB