Pemkab Sumenep Benarkan APBD Tahun Anggaran 2025 Mengalami Defisit 245 Miliar

- Redaksi

Senin, 6 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Anggaran BKAD Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fardiansyah, S.Kom., M.Si. saat menemui awak media di ruang tamu kantornya. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Kepala Bidang Anggaran BKAD Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fardiansyah, S.Kom., M.Si. saat menemui awak media di ruang tamu kantornya. ©Okedaily.com/Bang_dJ

SUMENEP, OKEDAILY Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat membenarkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 mengalami defisit sebesar Rp245 miliar.

Kepala BKAD Pemkab Sumenep melalui Kepala Bidang Anggaran, Fardiansyah, S.Kom, M.Si, memastikan bahwa meski terjadi defisit, kondisi keuangan daerah masih dapat diatasi melalui sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) dari realisasi Tahun 2024.

“Kita ambilkan salah satunya dari Silpa tahun 2024. Berapa Silpanya? Kita estimasi pada angka terendah. Intinya, APBD Kabupaten Sumenep tahun 2025 aman,” ujarnya dengan enggan menyebutkan penyebab defisit saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Sumenep Darurat Demokrasi, Koalisi Rakyat Melawan Tolak Pilkada Curang

Namun, kabar mengenai defisit ini tetap menjadi perhatian serius masyarakat Kota Keris dan berbagai pihak, termasuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Sumenep.

APBD Sumenep Tahun Anggaran 2025 Defisit Rp245 Miliar, Penasehat AWDI Angkat Bicara
Penasehat DPC AWDI Kabupaten Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy. ©Okedaily.com

Diberitakan sebelumnya, Penasehat DPC AWDI Kabupaten Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy, menyoroti dampak yang bisa timbul dari defisit ini, terutama terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Kesehatan fiskal daerah sangat penting. Pemerintah perlu mengevaluasi setiap pos anggaran dan memprioritaskan efisiensi serta efektivitas belanja,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/12/2024).

Baca Juga :  BEM Nusantara DIY Kawal Pemilu 2024 Dengan Prinsip Kebangsaan

Pria yang karib disapa Djoni itu, juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumenep dibawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, bersikap transparan dalam menjelaskan penyebab defisit.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep ini menilai, keterbukaan informasi merupakan langkah penting untuk mendapatkan solusi yang tepat dan menjaga kepercayaan publik.

“Jika ada kelalaian, Bupati harus memberikan sanksi administratif. Bila ditemukan pelanggaran hukum, serahkan kepada aparat penegak hukum. Ketegasan pemerintah adalah kunci agar kasus serupa tidak terulang,” tambahnya.

Baca Juga :  Manajemen Kepegawaian Sumenep Disorot, AWDI Akan Surati BKN untuk Audit Investigasi

Kondisi ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Sumenep untuk memperbaiki kinerja pengelolaan anggaran. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam mengawasi implementasi program pembangunan demi memastikan manfaatnya dirasakan secara luas.

Kendati demikian, media online OKEDAILY hanya menyajikan, andalah yang menyimpulkan. Bagaimana mekanisme penganggaran SiLPA menurut peraturan berlaku? akan terbit pada segmen berikutnya.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026
UIN Madura Perkuat Budaya Riset melalui Workshop
Tuai Apresiasi, Program Balik Pesantren 2026 Pemkab Sumenep Penuh Harapan
Marak Kabel Wifi Nyantol di Tiang PLN, Warga Sumenep Sesalkan Pembiaran
Cipayung Plus Medan Gelar Konferensi Pers, Berikut Keterangannya
Gelar Perkara Polda Sumut Dinilai Cacat Prosedur, PWNU Sumut Angkat Bicara
Dinilai Sukses dalam Pengungkapan Kasus, Ek LMND Langkat-Binjai Apresiasi Poles Langkat

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:52 WIB

UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 April 2026 - 19:25 WIB

UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 April 2026 - 18:57 WIB

UIN Madura Perkuat Budaya Riset melalui Workshop

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:50 WIB

Tuai Apresiasi, Program Balik Pesantren 2026 Pemkab Sumenep Penuh Harapan

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:57 WIB

Marak Kabel Wifi Nyantol di Tiang PLN, Warga Sumenep Sesalkan Pembiaran

Berita Terbaru

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

UIN Madura Gelar Workshop Proposal MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:52 WIB

Workshop Penyusunan Metodologi dalam Penyusunan Proposal MoRA The Air Fund 2026 yang berlangsung pada, Kamis (02/04), di Ballroom Lantai 4 UIN Madura. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

UIN Madura Bidik Hibah Riset MoRA The Air Funds 2026

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:25 WIB

Nasional

UIN Madura Perkuat Budaya Riset melalui Workshop

Kamis, 2 Apr 2026 - 18:57 WIB

Verified by MonsterInsights