Apa Masalahnya WFH? Solusi Hemat Energi di Tengah Geopolitik Memanas

- Editorial Team

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: suarapancasila.id

I Gede Tommy Sumertha Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: suarapancasila.id

DENPASAR, Okedaily.com Wacana penerapan kembali sistem Work From Home (WFH) oleh pemerintah pusat dinilai relevan sebagai langkah strategis dalam menghadapi dampak ketegangan geopolitik global. Hal ini terutama terkait potensi krisis energi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menyebut bahwa pengalaman selama pandemi COVID-19 telah membuktikan bahwa sistem kerja jarak jauh mampu berjalan efektif tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan.

Baca Juga :  Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Sampang Promosikan Wisata Mangrove Sreseh

“Pandemi COVID-19 mengajarkan kita bahwa banyak aktivitas bisa dilakukan secara daring, mulai dari rapat, pembelajaran, hingga koordinasi pekerjaan. Ini menjadi modal penting jika WFH kembali diterapkan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, berbagai kemudahan seperti penggunaan platform rapat virtual, pembelajaran online, hingga transaksi digital telah menjadi kebiasaan baru masyarakat yang masih bertahan hingga saat ini.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua sektor dapat sepenuhnya menerapkan sistem daring, terutama pekerjaan teknis yang tetap membutuhkan kehadiran fisik.

Baca Juga :  Pulau Sapudi dalam Jerat Kelalaian: Sampai Kapan Pemkab Sumenep Menutup Mata?

Lebih lanjut, Tommy menilai bahwa penerapan WFH akan efektif jika difokuskan pada tujuan utama, yakni penghematan energi, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang berpotensi menurunkan kinerja.

“Sepanjang kerangka kebijakannya jelas untuk efisiensi energi, WFH sangat relevan. Namun, harus disertai aturan yang tegas, transparan, dan berlaku adil di semua sektor,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui sejumlah pernyataan resmi sebelumnya menekankan bahwa kebijakan WFH merupakan salah satu opsi adaptif dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global, termasuk potensi gangguan pada sektor energi dan ekonomi.

Baca Juga :  Kawasan Pariwisata Sanur Perlu Ditata, Gus Yoga Soroti Tiang Reklame dan Kabel Semrawut

Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong instansi dan sektor terkait untuk menyusun skema kerja fleksibel tanpa mengganggu pelayanan publik dan produktivitas.

Dengan demikian, penerapan WFH ke depan diharapkan tidak hanya menjadi respons situasional, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam efisiensi energi dan transformasi sistem kerja di Indonesia.

Facebook Comments Box

Penulis : AN Alfin Syaifullah

Editor : Mashudi Surahman

Sumber Berita: okedaily.com

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung
Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda
Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara
Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya
Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar
5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026
AJS Apresiasi Sikap Tegas Kapolresta Sumenep, Tak Segan Proses Anggota Bermasalah
Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Related News

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Danramil 0827/20 Sapudi Serahkan Piagam Petugas Paskibraka, Ini Pesan Untuk Generasi Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Gayam, Semua Kalangan Turut Upacara

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Bupati Wongsojudo Kukuhkan Paskibraka Sumenep 2026, Ini Pesannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Hingga Larut Malam, Warga Prambanan Sumenep Nekat Perbaiki Jalan Kabupaten yang Terlantar

Latest News

Antusias pengunjung pada momen Gebyar Paud Gayam, menjadi berkah bagi UMKM setempat. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

Gebyar PAUD Gayam Meledak, Bazar UMKM Diserbu Pengunjung

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:10 WIB

Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]

Editorial

Merdeka di Tiang Bendera, Kapan di Perut Rakyat?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:38 WIB