Bawaslu Sumenep Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Sekedar Gugur Kewajiban?

- Editorial Team

Selasa, 8 November 2022 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Nuris, SH. ©Okedaily.com/Bang_dJ

Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Nuris, SH. ©Okedaily.com/Bang_dJ

OKEDAILY, MADURA Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Banwaslu Kabupaten Sumenep, menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama media dan organisasi kepemudaan, di Hotel Utami Kota Sumenep, Senin (7/11).

Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif tersebut mengangkat tema “Peran Media dan Kepemudaan Dalam Menyongsong Pemilu Serentak 2024”.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumenep, Anwar Nuris, S.H. menyampaikan peran penting media dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam pelaksanaan dan pengawasan Pemilu serentak 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Armatim Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Menurut Nuris, media dan OKP memiliki peranan penting atas terselenggaranya Pemilu dengan baik. Melalui media maupun kepemudaan, masyarakat bisa memahami pentingnya Pemilu yang damai bagi keberlangsungan bangsa Indonesia.

Nuris, juga meminta agar media ikut serta memberikan dukungan maupun kritikan atas kinerja Bawaslu. Sehingga tersampaikan apa yang menjadi harapan rakyat atau masyarakat Sumenep terkait Pemilu itu.

“Silahkan kritik kami, jika memang ada sesuatu yang dinilai kurang dalam kerja-kerja kami. Namun juga sebaliknya, jika memang kerja kami (Bawaslu Sumenep) terlihat baik, tentu harus disupport juga, sehingga ada balance,” pinta Nuris.

Baca Juga : Community Building Hadir Bagi Korban Kanjuruhan

Ia juga berharap, agar media dan OKP di Kabupaten Sumenep bisa memberikan sumbangsih pemikiran dalam pelaksanaan Pemilu yang akan berlangsung 14 Februari 2024, sehingga berjalan Jujur dan Adil (Jurdil).

Baca Juga :  Muhammad Faisol Resmi Dilantik, Bung Karna : Semoga Bisa Bekerjasama dengan Baik

Sebab, kata Nuris, dengan informasi yang disampaikan oleh wartawan harus benar-benar berdasarkan fakta di lapangan. Begitu juga pemuda bisa ikut serta memfilter informasi seputar Pemilu yang belum jelas kebenarannya.

“Itulah kenapa pentingnya kehadiran media dan OKP dalam pelaksanaan Pemilu yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Baca Juga : Mahasiswa Krisis Berpikir Kritis di Bangku Perkuliahan

Bawaslu Kabupaten Sumenep, dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bersama media dan organisasi kepemudaan kali ini, turut menghadirkan dua narasumber mumpuni dibidangnya Masing-masing.

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sumenep Sekedar Gugur Kewajiban?
Aktivis Perempuan Pegiat Literasi, Juwairiyah Mawardi (kiri) dan Anggota KPU Sumenep, Rafiqi (tengah). ©Okedaily.com/Bang_dJ

Adapun narasumber yang dihadirkan pada acara tersebut ialah aktivis perempuan pegiat literasi, Juwairiyah Mawardi (Narasumber 1) dan Rafiqi (Narasumber 2) selaku anggota komisioner KPU Kabupaten Sumenep.

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Rasa Seminar Dewan Pers? 

Terselenggaranya Pemilu yang berkualitas tentu menjadi cita-cita bersama. Disisi lain, Pemilu yang bekualitas ini juga akan menjadi sebuah gambaran terhadap kualitas kita sebagai bangsa, dan seperti apa pula kualitas demokrasi kita saat ini.

Baca Juga : BEM Nusantara NTT Mengecam Penggusuran Rumah dan Tindakan Represif Aparat Terhadap Masyarakat Besipae

Salah satu pemegang kunci terwujudnya Pemilu yang berkualitas adalah masyarakat, yakni dengan melakukan atau ikut serta dalam pengawasan partisipatif.

Baca Juga :  Bamus DPRD Sumenep Tetapkan Jadwal Pembahasan LKPJ Bupati 2024 dan Raperda

Kendati demikian, pengawasan partisipatif merupakan kegiatan yang dilakukan suka rela oleh individu ataupun lembaga dalam rangka memastikan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis.

Artinya pengawasan partisipatif ialah bukan kegiatan yang dilaukan oleh lembaga pengawas, namun rakyat terkait Pemilu yang Luber Jurdil.

Baca Juga : Catatan Jurnalis Trotoar, SK Bupati Sumenep Tentang DPKS Tak Ubahnya Bungkus Kacang

Setidaknya terdapat beberapa alasan kenapa harus ada pengawasan partisipatif yakni, secara subyektif karena terbatasnya kemampuan dan kapasitas lembaga Pengawas Pemilu itu sendiri.

Selain itu pengawasan partisipatif secara obyektif karena luas wilayah, kompleksitas Pemilu dan pelanggaran yang semakin beragam, serta secara kualitatif untuk memastikan proses Pemilu berjalan baik demi mendorong substansi Pemilu.

Secara prinsip pun pengawasan partisipatif disini ialah yang paling mendasar suka rela dikarenakan sesuatu yang dilakukan secara rela atau ikhlas kemudian jujur, adil, tak berpihak, terbuka, inovatif dan berjejaring media tentunya.

Baca Juga : Pekerjaan Jasa Tenaga Kebersihan pada Sekretariat Daerah Probolinggo, Ini Temuannya

Diketahui, sosialisasi pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Sumenep tidak menyentuh masalah utama yang sering muncul yaitu Politik Uang, Politik Dinasti dan Politik Identitas. Secara garis besar, permasalahan ini tentunya setiap Pemilu ada dan dilakukan.

Baca Juga :  Lembar XVII : Jenderal Sakera Pulang Kampung

Semestinya Bawaslu Sumenep memberikan edukasi atau pemaparan kepada para audien, khususnya adik-adik mahasiswa yang hadir agar memiliki bekal dalam mencegah setiap hal-hal yang berpotensi mencederai Pemilu.

Misal, kita sebagai pemuda harus menolak politik uang atau segala sesuatu upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam menentukan pilihannya dengan imbalan barang jasa dan materi.

Baca Juga : Bupati Sumenep Dibebani Persoalan Tambak Udang Ilegal, Warisan atau Gono-gini?

Sebagaimana pantauan media ini, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Sumenep itu layaknya seminar Dewan Pers, dan terkesan gugur kewajiban belaka.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Bawaslu Denpasar Jalin Silaturahmi dengan Gerindra Denpasar, Gus Yoga: Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Berintegritas
Sosok Dermawan Edi Kuswanto Jadi Harapan Baru Warga Lembung Timur di Pilkades 2029
Perluasan Relaksasi BPHTB Jadi Usulan Gus Yoga untuk Permudah Milenial Miliki Rumah di Denpasar
DPRD Kota Denpasar Dorong Penataan Muara Tukad Rangda, Berikut Tujuannya
DPRD Kota Denpasar Usulkan Normalisasi Tukad Rangda untuk Atasi Banjir
De Gadjah: Kualitas Caleg Perempuan Lebih Penting dari Sekadar Kuota
Duet De Gadjah-AWK Disebut untuk Pilgub Bali 2030, Ini Tanggapannya
Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Related News

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:54 WIB

Bawaslu Denpasar Jalin Silaturahmi dengan Gerindra Denpasar, Gus Yoga: Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Berintegritas

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:17 WIB

Sosok Dermawan Edi Kuswanto Jadi Harapan Baru Warga Lembung Timur di Pilkades 2029

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Perluasan Relaksasi BPHTB Jadi Usulan Gus Yoga untuk Permudah Milenial Miliki Rumah di Denpasar

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

DPRD Kota Denpasar Dorong Penataan Muara Tukad Rangda, Berikut Tujuannya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:05 WIB

DPRD Kota Denpasar Usulkan Normalisasi Tukad Rangda untuk Atasi Banjir

Latest News

Penyerahan bantuan dari PPM HCML 2026 kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kalowang. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan setempat. ®okedaily com [Foto: Hasan Al-Hakiki]

Nasional

5 KUB Nelayan Kalowang Terima Bantuan dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:10 WIB

Proses pembuatan pupuk organik

Nasional

Green Grow dari Kotoran Ternak, Harapan Baru Petani Sapudi

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:54 WIB