Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Regional

Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Akan Panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken

Avatar of Okedaily
9
×

Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Akan Panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken

Sebarkan artikel ini
Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan : Minggu Depan Panggil PNPM-MPD UPK Sapeken
Andi Fairuz, Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken, minggu depan akan panggil Pengurus PNPM-MPD UPK Sapeken, Madura, Jawa Timur © Redaksi

SUMENEP – Dugaan raibnya Dana Bergulir Masyarakat (DBM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPD) Unit Pengelola Kegiatan (UPK ) Kecamatan Sapeken, Madura, Jawa Timur. Sepertinya akan segera menemui titik terang.

Hal tersebut terungkap berdasarkan keterangan Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken Andi Fairuz, merespon pemberitaan Okedaily.com yang berjudul ‘Mantan Tim Verifikasi Bongkar Permainan DBM Eks PNPM-MPD UPK Sapeken’ pada, Sabtu (12/2) kemarin.

Sebelumnya, Andi Fairuz telah melakukan segenap upaya guna mendapatkan kejelasan tentang DBM PNPM-MPD UPK Sapeken yang menguap entah kemana. Dirinya menegaskan tetap seperti itu hingga semuanya terang benderang.

“Saya dengan pihak camat tetap mentok dan kehabisan cara. Karena memanggil satu persatu pengurus (PNPM-MPD UPK Sapeken, red) tetap belum bisa dapat info tegas dan tertulis,” terangnya via WhatsApp, Sabtu (12/2) malam.

Persoalan DBM PNPM-MPD UPK Sapeken, kata Andi Fairuz, membuat sejumlah tugasnya mandek. Termasuk fasilitasi kecamatan untuk gelar musyawarah pengalihan aset sesuai amanah regulasi Permendes PDTT Nomor 15 Tahun 2021, yang mengatur tentang peralihan pengelolaan aset DBM eks PNPM-MPD.

Baca Juga :  Perusahaan Upah Murah Petugas Parkir, Disnaker Sumenep Abai

Apalagi, Andi Fairuz menerangkan, telah ada surat edaran terbaru dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia perihal Pelaksanaan Pasal 73 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

“Tertuang dalam surat tersebut, tahapan yang harus dilakukan hingga pelaksanaan peralihan aset eks PNPM Mandiri Pedesaan menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa, red), dan harus saya jalankan sebagai Koordinator Pendamping Desa se-Kecamatan Sapeken,” tegasnya.

Kemudian Andi Fairuz menjelaskan, sejak heboh sampai sekarang, Abdu Rachman mantan Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken sama sekali tiada kabar. “Rachman yang awalnya sudah ada kesanggupan akan bertanggungjawab, sekarang malah semacam menghindar kepada saya,” kesalnya.

“Saya sudah koordinasi dengan camat, target minggu depan kami akan kembali panggil pengurus (PNPM-MPD UPK Sapeken, red), karena kebetulan saya sudah di Sapeken,” ungkap Andi Fairuz.

Diketahui, hilangnya anggaran yang biasa dipakai simpan pinjam kelompok itu, disinyalir terjadi akibat penarikan sepihak yang dilakukan oleh ketuanya. Karena sepengetahuan pengurus lainnya (sekretaris dan bendahara), setelah dinon-aktifkan sisa saldo pada rekening PNPM-MPD UPK Sapeken, masih tersisa sekitar 80 jutaan.

Baca Juga :  Pemkab Jember Belum Menindaklanjuti Perbaikan Kebijakan Akuntansi?

Buraidah Bendahara PNPM-MPD UPK Sapeken, yang dihubungi awak media, Rabu (8/12/21) silam, menerangkan ihwal menghilangnya DBM tersebut setelah dia mengecek ke bank. “Saya cek di BPRS Sapeken ternyata sisa saldo tinggal 7.500 rupiah,” terangnya.

Terkejut melihat angka di buku rekening simpanan DBM PNPM-MPD UPK Sapeken, Buraidah lantas meminta print out kepada pihak Bank BPRS, nampaklah sejumlah tanggal beserta nominal pada transaksi debit. Dimana dirinya selaku bendahara tidak pernah merasa menandatangani slip penarikan seperti yang tertera.

Baca Juga :  Forum Gerakan Peduli Sapeken Audiensi Kinerja Korup TKSK Sapeken?

Saat dihubungi Okedaily.com, Buraidah menyampaikan hasil komunikasinya dengan penjaga rumah Abdu Rachman, bahwa eks Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken yang saat ini lebih sering berada di Sumenep akan datang di akhir Februari.

“Kata yang jaga rumahnya mau datang akhir Februari ini. Sejak koran (Pemberitaan, red) Rachman keluar saya hanya komunikasi dengan yang jaga rumahnya,” bebernya melalui pesan WhatsApp pada, Minggu (13/2).

Berani berbuat tentunya harus berani bertanggung-jawab, tampaknya tepat jika dialamatkan kepada Abdu Rachman mantan Ketua PNPM-MPD UPK Sapeken, yang telah berani menggunakan anggaran negara sekehendak hatinya. Penyelesaian raibnya dana bergulir tersebut, diperkirakan akan segera memasuki babak akhir.