Badung, Okedaily.com – Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Badung resmi memulai pembangunan gedung baru di Jalan Pelita No. 35, Tuban, Kuta, Badung. Acara peletakan batu pertama ini menjadi momentum bersejarah bagi para alumni dan masyarakat yang telah lama memimpikan hadirnya kantor IKSASS di Bali.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, KH. Ahmad Azaim Ibrahimy, menyampaikan harapan besar agar pembangunan ini tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi juga menjadi pusat penyemaian kader-kader terbaik.
“Rencana pembangunan kantor IKSASS ini adalah mimpi kita bersama. Mari kita wujudkan mimpi ini menjadi nyata dengan doa, pikiran, tenaga, materi, dan seluruh kekuatan yang kita miliki,” ujar Kiai Azaim dalam sambutannya.
Beliau menekankan, pembangunan harus dilakukan bertahap dan matang, disertai dengan kegiatan positif yang berkelanjutan. Gedung IKSASS Badung diharapkan menjadi pusat pendidikan awal bagi generasi muda, khususnya masyarakat Bali.

Pusat Pembibitan Ilmu dan Tahfidz
Kiai Azaim menjelaskan, kantor IKSASS Badung akan difungsikan sebagai tempat pembibitan kader di berbagai bidang, mulai dari tahfidz Al-Qur’an, kitab kuning, hingga ilmu hadits.
“Silakan rancang pendidikan awal yang memiliki potensi seperti Al-Qur’an. Pembibitan tahfidz bisa dimulai dari sini, hafal 1–2 juz, dengan mendatangkan pembina dari Sukorejo. Nantinya tinggal dilanjutkan ketika mereka mondok,” jelasnya.
Selain itu, beliau berharap tempat ini menjadi wadah penguatan keilmuan kitab kuning, yang akan menjadi bekal santri sebelum melanjutkan ke Ma’had Aly. Bahkan, ke depan ketika Pesantren Sukorejo mendirikan fakultas ilmu hadits, gedung ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pembibitan penghafal hadits.
Pengabdian Alumni sebagai Pilar
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Azaim juga mengajak para alumni untuk turut mengabdikan ilmunya di Gedung IKSASS Badung.
“Maka kami minta kepada alumni yang memiliki ilmu agar mengabdikan ilmunya di tempat ini. Kita berharap melalui pengabdian ini kita mendapat nadrah (pandangan rahmat) dari Kiai Syamsul, Kiai As’ad, dan Kiai Fawaid,” pesannya.
Harapan untuk Bali dan Nusantara
Dengan berdirinya Gedung IKSASS Badung, Kiai Azaim menegaskan bahwa IKSASS bukan hanya menjadi wadah kebersamaan alumni, tetapi juga pusat kaderisasi santri untuk masyarakat Bali, khususnya Badung.
“Sehingga ketika dimondokkan ke Sukorejo, mereka sudah memperoleh pembekalan. Kedepan, pra-tahfidz diharapkan ada di berbagai rayon se-Nusantara,” pungkasnya.
Berawal Mimpi dan Tekad yang Kuat
Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Badung mencatat capaian penting dalam perjalanan organisasinya. Lahan gedung IKSASS seluas 130 meter dengan nilai Rp1,3 miliar resmi lunas berkat gotong royong alumni, wali santri, simpatisan, dan para donatur.
Ketua IKSASS Badung, Ipunk, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kekompakan seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi. “Alhamdulillah, berkat dukungan bersama, lahan gedung IKSASS dapat dilunasi. Ini adalah bukti nyata solidaritas dan kepedulian yang luar biasa,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan jajaran Wakil Ketua IKSASS Badung, Samrawi, ia menekankan bahwa capaian ini bermula dari mimpi besar yang diperjuangkan dengan penuh keyakinan. “Semua berawal dari mimpi. Dengan niatan yang mulia, keyakinan, serta komitmen bersama, InsyaAllah apa yang kita inginkan akan terwujud,” pesannya.
Samrawi juga menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dalam perjuangan. Menurutnya, keberhasilan tidak lepas dari jiwa yang berani, sabar, ikhlas, dan penuh semangat. “Perjuangan membutuhkan ketulusan dan kekuatan hati. Dengan itu, tujuan besar dapat tercapai,” tambahnya.
Dengan terwujudnya pelunasan lahan ini, IKSASS Badung optimis pembangunan gedung dapat segera direalisasikan dan menjadi pusat kegiatan alumni serta wadah pengabdian bagi masyarakat.















