Rebut Thomas Cup 2020, Bendera Merah Putih Dilarang Berkibar

- Redaksi

Minggu, 17 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar tangkapan layar vidio.com [aditya/okedaily.com]

Gambar tangkapan layar vidio.com [aditya/okedaily.com]

Okedaily.com, Sumenep – Tim Bulutangkis Indonesia Rebut Thomas Cup 2020 setelah mengalahkan Tim China 3-0, pada babak final yang berlangsung di Aarhus Denmark. Minggu (17/10).

Kali terakhir Tim Bulutangkis Indonesia merebut gelar juara Thomas Cup pada 2002. Saat itu Indonesia menang 3-2 atas Malaysia di babak final.

Tunggal pertama Tim Bulutangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memberikan angka pertama untuk Indonesia di final Thomas Cup 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga : Parlemen Sumenep Versus Parlemen Trotoar

Anthony Sinisuka Ginting menang atas Tunggal China Lu Guang Zu lewat pertarungan tiga gim melawan 18-21, 21-14, dan 21-16 di Ceres Arena.

Pada partai kedua ganda putra andalan Tanah Air, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses memberikan poin kedua untuk Indonesia.

Baca Juga :  Perpres Dana Abadi Pesantren Ditanda-tangani, PW IPNU Sumatera Utara: Siap Kawal Sampai Tepat Sasaran

Usai menumbangkan pasangan China, He Jiting/Zhou Haodong, yang menjadikan skor 2-0 menuju partai ketiga final Thomas Cup 2020. Lewat kemenangan 21-12 dan 21-19.

Tunggal ketiga Indonesia Jonatan Christie memastikan gelar juara Thomas Cup 2020 bagi Tim Bulutangkis Indonesia, setelah mengalahkan Li Shi Feng lewat rubber set dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14.

Baca Juga : Pariwisata Sumenep Terhambat Akibat OPD Terkait Sedang Sakit?

Namun, keberhasilan Tim Bulutangkis Indonesia menumbangkan China ternoda dengan dilarangnya Bendera Merah Putih dikibarkan, akibat Indonesia tengah dalam sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

Baca Juga :  Jauhnya Kepulauan Sapeken Tak Jadi Halangan Karang Taruna Kabupaten Sumenep Berbagi

WADA mengungkapkan bahwa sanksi tersebut diberikan karena Indonesia tak menerapkan program pengujian yang efektif.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainuddin Amali, beralasan hal itu dikarenakan Pandemi Covid19 yang mendera, sehingga segala kegiatan olahraga ditangguhkan.

“Ternyata kan berhenti semua kegiatan olahraga dimasa pandemi, sehingga semua jadwal sampel tes yang telah direncanakan tidak terpenuhi,” dalihnya.

Baca Juga : Klarifikasi Tudingan Pemalsuan Dokumen Purse Seine, TKSK Sapeken Terlibat?

Sementara, Wakil Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), Rheza Maulana, menjelaskan problem utama dari permasalahan ini.

Menurutnya, akibat kondisi Indonesia yang sempat menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid19 sehingga menganggu seluruh perencanaan yang telah berjalan.

Baca Juga :  Klarifikasi Tudingan Pemalsuan Dokumen Purse Seine, TKSK Sapeken Terlibat?

Alhasil bendera yang dikibarkan pada saat penyerahan medali kemenangan Thomas Cup 2020 adalah bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bukan Sang Saka Merah Putih.

Legenda hidup Bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat, bereaksi keras terhadap kelalaian Menpora RI tersebut.

Baca Juga : TKSK Bantah Pemutakhiran DTKS Sesuka Hati, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumenep : Potret Tak Tahu Diri

“Yang kecil seperti ini saja tidak bisa ngurus, jangan bikin malu Negara Indonesia sendiri gitu loh. Coba di luar negeri mana ada yang tahu PBSI,” ujarnya geram saat diwawancarai di sebuah televisi swasta nasional, Minggu malam (17/10).

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMORI Sumut Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua KONI Tapteng 2026–2030
De Gadjah Dipercaya Pimpin Dewan Pembina PBFI Bali
GPKP Gelar Lomba Catur Peringati Hari Pahlawan
De Gadjah Kalahkan Bram Pehttps://okedaily.com/?p=10214&preview=truetinju Emas Pon di Ring Tinju No Drama Fight
Pimpin Kembali Pertina Bali, De Gadjah: Saya Tidak Ambisi, Tapi Saya Sangat Mencintai Olah Raga ini
Skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026: Asnawi Dicoret, Tiga Naturalisasi Baru Absen
Empat Atlet Sambo Kalbar Berhasil Meraih Tiket Menuju PON 2024 Mendatang
Kejuaraan Drag Bike Bupati Sumenep Cup 2023, Ajang Resmi Minimalisir Balap Liar

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:44 WIB

IMORI Sumut Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua KONI Tapteng 2026–2030

Senin, 26 Januari 2026 - 21:19 WIB

De Gadjah Dipercaya Pimpin Dewan Pembina PBFI Bali

Minggu, 30 November 2025 - 18:06 WIB

GPKP Gelar Lomba Catur Peringati Hari Pahlawan

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:33 WIB

De Gadjah Kalahkan Bram Pehttps://okedaily.com/?p=10214&preview=truetinju Emas Pon di Ring Tinju No Drama Fight

Minggu, 23 Maret 2025 - 14:46 WIB

Pimpin Kembali Pertina Bali, De Gadjah: Saya Tidak Ambisi, Tapi Saya Sangat Mencintai Olah Raga ini

Berita Terbaru

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. ©okedaily.com/istimewa

Nasional

RSUD Moh Anwar Sumenep Terus Perkuat Layanan Kesehatan 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:15 WIB

Terpantau, Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, menghadiri Musancab 2026 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep. ©okedaily.com [foto: Mashudi Surahman]

Politik

Musancab 2026, PDIP Sumenep Targetkan 15 Kursi DPRD

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:59 WIB

I Gede Tommy Sumertha, Anggota DPRD Kota Denpasar. Foto: AI

Berita

Ditolak 2021, Akhirnya PSEL Diteken

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:44 WIB

Verified by MonsterInsights