Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

- Editorial Team

Rabu, 2 September 2026 - 10:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. ®okedaily.com [foto: istimewa]

KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. ®okedaily.com [foto: istimewa]

Mereka berhak mengetahui berapa produksi aktual, berapa nilai penjualan, berapa biaya pengembangan, berapa penerimaan negara, berapa bagian daerah, serta berapa manfaat ekonomi yang benar-benar masuk ke masyarakat.

Inilah titik pentingnya. Kekayaan alam harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan, bukan berhenti sebagai angka di atas kertas.

Ketika Gas ENC Bertemu Kebutuhan Listrik Madura

Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa Lapangan ENC memiliki arti strategis lebih luas. Pada Maret 2025, PT PLN EPI dan EML menandatangani PJBG dari Lapangan ENC untuk kebutuhan kelistrikan Madura.

Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi
PT PLN (Persero) dan PT Energi Mineral Langgeng (EML) resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk mendukung kebutuhan listrik di Madura. ®okedaily.com/istimewa

PLN menyebut, pasokan tersebut penting untuk memperkuat keandalan sistem listrik Madura yang selama ini bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa.

Ini berarti gas dari perut bumi Sumenep bukan hanya memiliki nilai komersial, namun juga berhubungan dengan ketahanan energi kawasan.

Baca Juga :  Hibah Kelembagaan Tahap II Dinsos P3A Sumenep Siap Direalisasikan, Ini Jumlah Penerimanya

Maka pertanyaannya menjadi lebih besar, jika energi berasal dari tanah Sumenep, seberapa besar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat Sumenep?. Pertanyaan tersebut sah diajukan dalam ruang publik.

Jangan Hanya Menghitung DBH

Salah satu manfaat yang paling sering dibicarakan, ketika daerah memasuki fase produksi migas adalah Dana Bagi Hasil (DBH).

Baca Juga :  Ahli Pidana: Polisi Tidak Dapat Menyelidiki Laporan yang Dibuatnya Sendiri

Tetapi pembangunan daerah penghasil tidak seharusnya hanya dihitung dari berapa rupiah DBH yang diterima APBD. Ada rantai ekonomi yang jauh lebih panjang.

Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, kontrak bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, pengadaan barang, peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga transfer pengetahuan dan teknologi.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Hasan Al-Hakiki

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan
Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Related News

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB

Sosial Agama

Jurnalis Sapudi Salurkan Ratusan Air Minum untuk Madrasah Diniyah

Senin, 19 Okt 2026 - 12:57 WIB