Gus Kikin, Bos Migas Terpilih Jadi Ketum PBNU: Saat Kepemimpinan NU Bersinggungan dengan Kekayaan Energi

- Editorial Team

Rabu, 2 September 2026 - 10:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif!

KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. ®okedaily.com [foto: istimewa]

KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. ®okedaily.com [foto: istimewa]

Karena itu, setiap proses pembebasan lahan harus memastikan:

1. Status kepemilikan tanah jelas;
2. Pemilik atau pihak yang berhak teridentifikasi;
3. Nilai kompensasi disepakati secara transparan;
4. Proses administrasi terdokumentasi;
5. Tidak ada tekanan kepada masyarakat;
6. Tersedia mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa.

Jangan sampai kekayaan energi yang seharusnya membawa kemakmuran justru melahirkan konflik agraria.

Gus Kikin dan Tantangan Etika Kepemimpinan

Di sinilah posisi Gus Kikin menjadi menarik. Sebagai pengusaha, ia tentu memiliki hak untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai hukum.

Namun sebagai Ketua Umum PBNU, ia juga memiliki tanggung jawab moral dan organisasi yang jauh lebih luas.

Karena itu, publik berhak berharap adanya standar transparansi dan tata kelola yang tinggi ke depannya.

Baca Juga :  Layanan Ekstra RSUD Moh Anwar Sumenep di Bulan Ramadhan

Bukan karena Gus Kikin otomatis memiliki konflik kepentingan hanya karena mempunyai latar belakang bisnis migas.

Tetapi karena kepemimpinannya di PBNU akan berlangsung bersamaan dengan keberadaan bisnis di sektor strategis yang bersentuhan dengan kepentingan publik. Sebab transparansi adalah jalan keluar paling sehat.

Baca Juga :  Dokter Spesialis Paru RSUD Moh Anwar Beri Penyuluhan Keluarga Pasien TBC

Jika diperlukan, batas antara kepentingan organisasi dan kepentingan bisnis harus dibuat terang. Struktur kepemilikan, jabatan, kewenangan, serta potensi benturan kepentingan harus dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Kepemimpinan yang kuat bukan kepemimpinan yang menghindari pertanyaan. Sebaliknya, kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu menjawab pertanyaan dengan data.

Facebook Comments Box

Penulis : Mashudi Surahman

Editor : Hasan Al-Hakiki

Sumber Berita: Okedailycom

Follow WhatsApp Channel okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Related News

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan
Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah
Ketika Desa Terlalu Sunyi, GPS Pertanyakan Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan
Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan
Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan
Pemkab Sumenep Klaim Pengangkatan Camat Berdasarkan Rekomendasi BKN, Sertifikasi Kepamongprajaan Menyusul
Empat Desa Ajukan Lahan KDMP ke PT Garam, Berbulan-bulan Belum Ada Kepastian

Related News

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Panitia Festival Musik Tong-Tong Disorot, Hak Publik Jangan Dikorbankan demi Panggung Hiburan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Sumenep Kepulauan untuk Siapa? Ketika Nama Hendak Diubah, Nasib Rakyat Belum Banyak Berubah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Sumenep Langgar SKJ yang Dibuat Sendiri? Pengangkatan Kabid SDK Dipertanyakan

Selasa, 29 September 2026 - 14:48 WIB

Camat Dilantik Sertifikat Menyusul, Jangan Balik Logika Syarat Jabatan

Selasa, 29 September 2026 - 10:34 WIB

Pemerhati Birokrasi Sumenep Pertanyakan Pengangkatan Camat yang Belum Penuhi Kompetensi Pemerintahan

Latest News

Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gayam Bersama Banom Gelar Istighasah Hari Santri Nasional Tahun 2026

Sosial Agama

Istighasah Kebangsaan MWC NU Gayam Peringati HSN 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:12 WIB

Sosial Agama

Jurnalis Sapudi Salurkan Ratusan Air Minum untuk Madrasah Diniyah

Senin, 19 Okt 2026 - 12:57 WIB