Pemandangan itu tentu patut dirayakan. Tetapi simbol kemerdekaan akan kehilangan maknanya apabila tidak berjalan beriringan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Di Madura, misalnya, persoalan ekonomi rakyat masih menjadi pekerjaan besar. Petani tembakau menghadapi persoalan harga dan posisi tawar.
Sejumlah kajian dan pemberitaan terbaru juga menunjukkan bahwa petani masih menghadapi rantai distribusi yang panjang dan keterbatasan dalam menentukan harga hasil produksinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nelayan menghadapi risiko tinggi di laut. Pelaku usaha kecil berhadapan dengan keterbatasan modal dan akses pasar. Sementara anak-anak muda tidak sedikit yang memilih meninggalkan kampung halaman karena mencari kesempatan kerja yang dianggap lebih menjanjikan di luar daerah.
Maka pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah Merah Putih berkibar. Pertanyaannya adalah: apakah kemerdekaan itu benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari rakyat?.
Madura Kaya Potensi, tetapi Nilai Tambah Harus Kembali kepada Rakyat
Madura bukan daerah tanpa sumber daya. Tembakau, garam, perikanan, pertanian, pariwisata hingga sumber daya energi merupakan potensi ekonomi yang dapat menjadi modal besar pembangunan. Persoalannya, bagaimana potensi tersebut dikelola dan siapa yang menikmati nilai tambahnya.
Penulis : Fauzi AS
Editor : Mashudi Surahman
Sumber Berita: Okedailycom
Halaman : 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya





![Tank Oreng Center Go To School di MI Khairul Jadid, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260818_112205-225x129.jpg?v=1787026997)
![Bendera Merah Putih berkibar sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Namun, kemerdekaan juga perlu diukur dari sejauh mana rakyat menikmati keadilan, kesejahteraan, pekerjaan layak, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi. ®okedaily.com [Foto: Mashudi Surahman]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_102924-225x129.jpg?v=1787020008)
![Tim Cara’de dari Mahasiswa Unhas menggelar pelatihan produksi pakan ikan untuk pembudidaya. ®okedaily.com [Foto: Wandi Abdullah]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_192953-225x129.jpg?v=1786970828)

![Upacara peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Gayam berlangsung khidmat. Mulai dari pelajar, guru, ASN, hingga tokoh agama semua berdiri tegak mengikuti pengibaran Sang Saka Merah Putih. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_131656-225x129.jpg?v=1786948007)
![Pemerhati Kebijakan Publik, Fauzi AS. ®okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_130027-225x129.jpg?v=1786946497)


![Tank Oreng Center Go To School di MI Khairul Jadid, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260818_112205-360x200.jpg?v=1787026997)
![Tim Cara’de dari Mahasiswa Unhas menggelar pelatihan produksi pakan ikan untuk pembudidaya. ®okedaily.com [Foto: Wandi Abdullah]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260817_192953-360x200.jpg?v=1786970828)

![Gebyar Kehati PAUD H.I. El-fath sukses semarakkan peringatan HUT RI ke-81. Melalui lomba keluarga, semangat kemerdekaan dan kebersamaan terasa begitu hangat. ©okedaily.com [Foto: Istimewa]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260815_161230-360x200.jpg?v=1786812364)
![Kegiatan renovasi ruang belajar MDT Ridlal Halim oleh tim PPM HCML 2026. Kondisi bangunan yang sebelumnya lapuk dan tidak layak kini diperbaiki agar santri dapat belajar dengan aman dan nyaman. ®okedaily.com [Foto: Hasan Al-Hakiki]](https://okedaily.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260812_183209-360x200.jpg?v=1786535146)
